Sabtu, 02 Juni 2012

KH Sahal Mahfudh: Perlu Strategi Baru Hadapi Terorisme

Pati, PonPes Al-Amin Pabuaran. Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sahal Mahfudh mengungkapkan, strategi deradikalisai yang selama ini dijalankan untuk menanggulangi terorisme tidak sepenuhnya berhasil. Karena itu diperlukan strategi baru.

Pendekatan deradikalisasi tidak berhasil, bahkan bisa dianggap gagal. Karena, pendekatan ini hanya parsial, tidak menyentuh akar persoalan yang sebenarnya, ungkap Kiai Sahal dalam seminar nasional bertajuk Islam Rahmatan lilAlamin: Politik Kebangsaan untuk Masa Depan Indonesia di Pati, Jawa Tengah, Sabtu (18/5).

KH Sahal Mahfudh: Perlu Strategi Baru Hadapi Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Sahal Mahfudh: Perlu Strategi Baru Hadapi Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)


KH Sahal Mahfudh: Perlu Strategi Baru Hadapi Terorisme

Untuk itu, menurut Kiai Sahal, perlu ada format baru dalam menanggulangi terorisme dengan melibatkan unsur pendidikan dan lembaga agama seperti pesantrenagar mencetak kader penggerak perdamaian di berbagai kawasan.

Kiai Sahal menegaskan bahwa konsep Islam Rahmatan lil-Alamin dapat menjadi kunci dan landasan untuk menanggulangi kasus-kasus kekerasan, terorisme serta mencari format untuk masa depan Indonesia.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Konsep ini sangat penting, agar dapat diaplikasikan dalam mencari format masa depan Indonesia, terutama untuk diaplikasikan dalam bidang pendidikan, kata Ketua Umum MUI itu dalam seminar yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Seminar nasional tersebut diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mathaliul Falah, Pati, Jawa Tengah, yang dihadiri, antara lain, Dr H. Asad Said Ali (Wakil Ketua Umum PBNU), Prof. Nur Syam, (Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama) dan ketua STAIMAFA, H. Abdul Ghaffar Razien.

Prof. Nur Syam dalam kesempatan itu menegaskan pentingnya unsur kearifan lokal dalam merespon berbagai hal yang terkait dengan kekerasan dan konflik. Menggunakan pendekatan yang merespon kearifan lokal sangat penting, agar terjadi keseimbangan dalam merancang strategi. Pendidikan, dalam hal ini, sangat penting untuk menyelesaikan kasus-kasus kekerasan dan menghadapi terorisme, ujarnya.

H. Asad Said Ali menandaskan bahwa terorisme itu betul ada. Perlu ada pendekatan strategis dan sistematis, agar tercipta upaya kongkrit menyelesaikan masalah terorisme dan menanggulangi radikalisme.

Untuk itu, ungkap Asad, perlu ada kader-kader penting, yang siap mengawal konsep keindonesiaan-kebangsaan, dengan berpijak pada konsep Islam rahmatan lil-alamin dan Pancasila.

Perlu ada pemahaman yang komprehensif bagi kader-kader pesantren, agar memahami strategi, konsep gerakan massa dan mampu memainkan isu, tandas Asad.

Sementara, H. Abdul Ghaffar Razien, M.Ed, menyebut bahwa perlu ada strategi penanggulangan terorisme berbasis pendidikan secara sistematis. STAI Mathaliul Falah, menawarkan sebuah program untuk mencipta kader dari kawasan rawan konflik dan kader pesantren, untuk dibekali dengan wawasan yang komprehensif untuk mencari solusi atas konflik dan ancaman terorisme di kawasan masing-masing.

Kader-kader tersebut akan jadi aktor, yang akan menjadi penggerak komunitas di kawasan rawan konflik, agar terbentuk lingkungan yang mengupayakan perdamaian, dan menolak kekerasan serta membendung potensi terorisme.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor: Munawir Aziz

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/44550/kh-sahal-mahfudh-perlu-strategi-baru-hadapi-terorisme

PonPes Al-Amin Pabuaran

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Al-Amin Pabuaran sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Al-Amin Pabuaran. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Al-Amin Pabuaran dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock