Rabu, 24 Maret 2010

Kiai Muchit: Politikus Lompat Pagar Bagai Muallaf

Jember, PonPes Al-Amin Pabuaran. Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) asal Jember, KH A Muchit Muzadi nampaknya cukup gerah dengan perilaku politik kader kader NU yang belakangan gemar lompat pagar atau kerap berpindah partai politik. Menurutnya, perilaku politik lompat pagar itu, tidak baik dan secara perlahan akan merusak karirnya sendiri.

Bukan sombong, saya kalau mau pindah organisasi, mungkin dapat mobil baru. Tapi buat apa, ujar Kiai Muchitbegitu panggilan akrabnyaseperti dilaporkan Kontributor PonPes Al-Amin Pabuaran di Jember MN Harisudin.

Kiai Muchit mengatakan hal itu saat menjadi narasumber pada Bedah Buku Aswaja An-Nahdliyah di Aula Kantor Pengurus Cabang NU Jember, Jalan Imam Bonjol, Kaliwates, Jember, Jawa Timur, beberapa waktu lalu,.

Kiai Muchit: Politikus Lompat Pagar Bagai Muallaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Muchit: Politikus Lompat Pagar Bagai Muallaf (Sumber Gambar : Nu Online)


Kiai Muchit: Politikus Lompat Pagar Bagai Muallaf

Ia menambahkan, politisi yang suka pindah partai bagaikan orang muallaf (orang yang baru masuk Islam). Di manapun, katanya, orang muallaf itu pasti dikasihani dan disambut dengan sanjungan dan pujian oleh kolega barunya.

Bahkan, menurut Kiai Muchit, bisa jadi momentum kepindahan itu dirayakan sedemikian meriahnya. Tapi sambutan itu hanya sekedar sambutan. Dengan kata lain, si muallaf itu tak akan diberi peran apa-apa, pungkasnya.

Buktinya, ada tokoh pindah partai, yang tadinya ngincar Sekretaris Jenderal, akhirnya tidak jadi sekretaris, apalagi jenderal, tukasnya seolah menyindir kader Partai Kebangkitan (PKB) yang pindah ke partai lain.

Baginya, persaingan di dalam internal partai itu ketat dan banyak kader yang antre dari awal. Sehingga yang namanya muallaf sekaliber apapun, tetap tidak mudah diterima oleh internal partai itu sendiri. Wong masih ada kader asli, mengapa pilih yang masih muallaf, tuturnya.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Ia mengaku prihatin dengan kenyataan tersebut. Sebab, kecenderungan yang terjadi di partai, juga melanda kader-kader NU dalam berorganisasi. Katanya, mereka mau masuk Ikatan Pelajar NU, misalnya, langsung ingin jadi pengurus. Kalau tidak jadi pengurus, lalu membentuk organisasi sendiri.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Sehingga mereka membentuk IPNU Perguruan Tinggi. Mereka bukan tidak mau PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), tapi karena di PMII mereka jadi anggota baisa, tukasnya seraya berharap agar dalam berorganisasi para kader NU harus ikhlas, tidak mengejar posisi. (rif)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/9120/kiai-muchit-politikus-amp8216lompat-pagaramp8217-bagai-muallaf

PonPes Al-Amin Pabuaran

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Al-Amin Pabuaran sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Al-Amin Pabuaran. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Al-Amin Pabuaran dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock