Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Februari 2017

PBNU Meminta Konflik PKB Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Jakarta, PonPes Al-Amin Pabuaran. PBNU meminta agar perseteruan antara PKB Matori dan PKB Alwi Sihab dapat diselesaikan secara kekeluargaan agar tidak menimbulkan konflik pada tingkat bawah.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua PBNU H Ahmad Bagdja seusai rapat konsultasi antara DPP PKB Alwi Sihab dengan PBNU di kantor PBNU.

Bagdja mengatakan bahwa konstituen mereka adalah sama-sama warga NU jadi jika tidak dapat diselesaikan secara baik permasalahan tersebut dapat memicu konflik di tingkat bawah.

Bagdja meminta agar permasalahan diselesaikan dengan cara-cara NU karena apapun langkah-langkah yang dilakukan akan sangat mempengaruhi warga NU. Jangan sampai warga NU dirugikan karena friksi ini ungkapnya.

PBNU Meminta Konflik PKB Diselesaikan Secara Kekeluargaan (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Meminta Konflik PKB Diselesaikan Secara Kekeluargaan (Sumber Gambar : Nu Online)


PBNU Meminta Konflik PKB Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Namun demikian apapun langkah yang akan ditempuh PKB, NU tidak akan turut campur karena ini merupakan masalah politik praktis. NU tidak memiliki wewenang untuk turut campur dalam permasalahan ini.

Sebagai tambahan, dalam sidang pengadilan tahap pertama PKB Alwi Sihab dinyatakan sebagai pemenang namun demikian dalam pengadilan selanjutnya PKB Matori yang menang.

Solusi yang mungkin sampai saat ini adalah melanjutkan persidangan sampai ke tingkat Mahkamah Agung dengan konsekuensi proses hukum yang lama atau membentuk sebuah partai baru yang memang sudah dipesiapkan oleh kubu Alwi dengan nama PKBI jika ia kalah.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Wakil sekjen DPP PKB Yahya C Staquf berkilah ketika ditanya tentang adanya kemungkinan islah antara dua kubu tersebut. Saat ini proses hukum masih berjalan dan masalah perpecahan kemungkinan besar dapat diselesaikan secepatnya sebelum batas akhir pendaftaran partai politik untuk mengikuti pemilu 2004 ke Depkeh HAM September mendatang ungkapnya.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Dalam pertemuan tersebut DPP PKB diwakili oleh Mahfud MD, Arifin Junaedi, Muhaimin Iskandar dan Yahya Staquf sedangkan pihak PBNU diwakili oleh H Ahmad Bagdja dan Wakil Sekjen Masduki Baidowi. (mkf)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/182/pbnu-meminta-konflik-pkb-diselesaikan-secara-kekeluargaan

PonPes Al-Amin Pabuaran

Rabu, 20 April 2016

PWNU Jawa Barat Gelar Konferwil ke XVI

Bandung, PonPes Al-Amin Pabuaran. Bertempat di pesantren Darul Falah Cihampelas, Cililin, Bandung Barat, pada 8 10 Juli 2011 berlangsung Konferensi Wilayah ke-XVI PWNU Jabar. Sekitar 3.000 jamaah nahdliyin diperkirakan memenuhi arena Konferwil. Jumat (08/11) jam 21.00.

Seluruh peserta Konferwil dari 26 cabang tercatat sudah mendaftarkan diri di sekretariat panitia. Setelah menyelesaikan pendaftaran, para peserta mengikuti istighotsah yang dibuka oleh Wakil Rais Syuriyah KH Moh Nuh Addawami.

PWNU Jawa Barat Gelar Konferwil ke XVI (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jawa Barat Gelar Konferwil ke XVI (Sumber Gambar : Nu Online)


PWNU Jawa Barat Gelar Konferwil ke XVI

Konferwil secara resmi dibuka pada Sbatu, 9 Juli 2011, Jam 09.00 WIB, oleh Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf. Seusai pembukaan, sesuai jadwal dilangsungkan dialog dengan dua menteri yang berasal dari NU, yakni Mendiknas Muhammad Nuh dan Menakertrans Muhaimin Iskandar.

Konferwil kali ini mengambil tema Meningkatkan Khidmah Nahdliyyah Untuk Kemaslahatan Umat dan Keutuhan Bangsa.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Redaktur : Mukafi Niam

PonPes Al-Amin Pabuaran

Kontributor: Iip D Yahya

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/32896/pwnu-jawa-barat-gelar-konferwil-ke-xvi

PonPes Al-Amin Pabuaran

Kamis, 31 Maret 2016

PBNU Persilakan Ali Maschan Maju Jadi Cagub Jatim

Surabaya, PonPes Al-Amin Pabuaran. Ketua Umum PBNU KHA Hasyim Muzadi mempersilahkan Ketua PWNU Jatim Dr KH Ali Maschan Moesa MSi untuk maju menjadi calon gubernur (cagub) Jatim, karena hal itu merupakan hak.

"Itu (pencalonan) boleh, asalkan dia maju sebagai person tanpa membawa institusi, karena NU secara institusional memang tak boleh mengambil peran politik praktis. Kalau pengurus NU secara person nggak ada masalah," ujarnya di Surabaya, Minggu.

Ia mengemukakan hal itu usai berpidato dalam peringatan 100 hari wafatnya almarhum KHM Yusuf Hasyim (almarhum pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang yang akrab disapa Pak Ud) di kantor sekretariat PWNU Jatim di dekat Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.

Mantan Ketua PWNU Jatim itu menilai Ali Maschan boleh saja mencalonkan diri dan tak perlu meminta restu kepada PBNU, karena yang penting tidak membawa "bendera" NU dan saat mencalonkan diri langsung non-aktif.

PBNU Persilakan Ali Maschan Maju Jadi Cagub Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Persilakan Ali Maschan Maju Jadi Cagub Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)


PBNU Persilakan Ali Maschan Maju Jadi Cagub Jatim

"Beda dengan Ketua umum PBNU atau Rois Aam Syurian PBNU yang harus menyatakan berhenti terlebih dulu sebelum mencalonkan diri, sedangkan untuk tingkat PWNU (propinsi) ke bawah harus non-aktif dengan menaikkan pengurus di bawahnya untuk menggantikan," ucapnya.

Hal yang sama, kata pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-HIkam, Malang itu, juga berlaku untuk jabatan eksekutif. "Bupati atau Walikota juga dilarang menjadi orang pertama di NU seperti Ketua Umum, tapi kalau orang kedua nggak apa-apa," tegasnya.

Oleh karena itu, Hasyim menyarankan masyarakat untuk menunggu proses pencalonan hingga final terlebih dulu dan jangan terpengaruh untuk ikut-ikutan sejak awal, agar tidak terombang-ambing.

PonPes Al-Amin Pabuaran

"Saya sendiri mendengar Ali Maschan masih ingin berkosentrasi ke Konperensi Wilayah (Konperwil) NU Jatim pada Oktober-Nopember 2007. Itu penting agar NU-nya nggak terbawa kemana-mana," katanya.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Ditanya tentang kemungkinan NU mengeluarkan fatwa kepada mnasyarakat agar tidak bingung saat cagub sudah ada secara definitif, ia menegaskan bahwa fatwa NU untuk politik praktis itu juga dilarang jika membawa NU secara institusi.

"Kalau ada pengurus NU mendukung calon A, maka dia tidak boleh pakai stempel atau bendera NU, dia boleh mendukung sebagai person. Kalau membawa bendera NU akan saya tindak," kilahnya.

Ketua PWNU Jatim KH Ali Maschan Moesa hingga kini banyak "dilamar" sebagai calon gubernur seperti dilakukan Ketua DPC PKB Gresik yang mendaftarkan ke DPW PKB Jatim, kemudian cagub yang beredar juga banyak "melirik" Ali Maschan untuk menjadi pendamping sebagai cawagub.

"Minggu lalu, PWNU Jatim sudah mengadakan rapat dan banyak pengurus dan para kiai yang keberatan," ujar Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Dr KH Ali Maschan Moesa MSi di Surabaya (24/4). (ant/eko)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/8848/pbnu-persilakan-ali-maschan-maju-jadi-cagub-jatim

Kamis, 13 November 2014

Kontektualisasi Kitab Kuning Harus Dilakukan

Jakarta, PonPes Al-Amin Pabuaran. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj mengatakan, kontektualisasi kitab-kitab kuning yang dikaji di pesantren sudah menjadi keharusan. Kitab kuning harus bisa mengatasi problem dan memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Dulu dengan Fathul Qarib dan Fathul Muin (dua kitab kuning yang dikaji di pesantren: red) secara tekstual saja orang bisa di tengah-tengah, kenapa? Karena tuntutan kebutuhan kehidupan belum sampai sejauh sekarang. Di tengah-tengah artinya bisa berperan, katanya di kantor PBNU, Jakarta, Kamis (7/6).

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/9150/kontektualisasi-kitab-kuning-harus-dilakukan

Kontektualisasi Kitab Kuning Harus Dilakukan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kontektualisasi Kitab Kuning Harus Dilakukan (Sumber Gambar : Nu Online)


Kontektualisasi Kitab Kuning Harus Dilakukan

Kamis, 12 September 2013

Masjid Nabawi Akan Dipadati 500 Ribu Jamaah

Jakarta, PonPes Al-Amin Pabuaran. Jumat ketiga bulan Ramadhan kota suci Madinah juga menjadi tumpuan peziarahyang ingin memperbanyak ibadah, diperkirakan sekitar 500.000 jemaah akan memenuhi Masjid Nabawi.

Gubernur Madinah Pangeran Muqrin bin Abdul Aziz, yang dikutip harian ukaz dan dikutip situs informasi haji, Jumat, mengharap warga Madinah agar menprioritaskan pendatang, terutama dari mancenegara, dalam melaksanakan ibadah.

Karena pada pertengahan Ramadhan dan kemudian diikuti sepuluh hari terakhir Ramadhan, Masjid Nabawi akan dipenuhi jemaah dari berbagai bangsa di dunia. Muqrin juga telah mengecek kesiapan kota suci Madinah dalam menyambut tamu-tamunya, terutama dalam kaitan kesediaan makanan, transportasi, perhotelan dan lain sebagainya.

Hotel, seperti dilaporkan, telah penuh hingga 100 persen, termasuk beberapa apartemen yang juga penuh disewa jemaah. Komandan Lalulintas kota Madinah, Kolonel Siraj Abdurrahman mengimbau kepada jemaah agar lebih dini menuju masjid untuk menghindari terjadinya desakan. Pengaturan lalu lintas mulai juga diberlakukan secara ketat terutama di sekitar Masjid Nabawi.

Masjid Nabawi Akan Dipadati 500 Ribu Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Nabawi Akan Dipadati 500 Ribu Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)


Masjid Nabawi Akan Dipadati 500 Ribu Jamaah

Sebelumnya awal Ramadhan di Masjidil Haram dilaporkan juga sangat ramai dipadati umat Islam yang akan melaksanakan shalat tarawih selain dipenuhi dua juta umat berkumpul untuk melakukan umroh. Shalat tarwih dari dua masjid suci itu juga sudah dilengkapi terjemahan ke bahasa asing, di Masjidil Haram pembacayaan ayat suci Al-Quran saat salat diterjemahkan langsung dalam bahasa Inggris, sementara dari Masjid Nabawi, Madinah, penerjemahan ayat suci Al-Quran diterjemahkan dalam Bahasa Prancis.

Siaran Langsung

Sementara itu, dari tanah air, umat Muslim masih bertanya-tanya mengapa siaran langsung Shalat Tarawih dari Masjidil Haram, Mekah di stasiun TV RCTI dan siaran langsung dari Masjid Nabawi, Madinah di TPI tidak ditayangkan lagi. "Kami ingin sekali menonton tayangan langsung dari tanah suci selama Ramadhan itu seperti tahun-tahun kemarin, tetapi anehnya mengapa tahun ini dihentikan," kata seorang karyawan swasta, Zuhairi. (atr/cih)

PonPes Al-Amin Pabuaran

PonPes Al-Amin Pabuaran

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/2300/masjid-nabawi-akan-dipadati-500-ribu-jamaah

PonPes Al-Amin Pabuaran

Selasa, 13 Agustus 2013

Penderita HIV/AIDS Tak Boleh Didiskriminasi

Jakarta, PonPes Al-Amin Pabuaran. Para penderita Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deviciency Syndrome (HIV/AIDS) harus dihargai karena mereka masih bisa berkarya kepada masyarakat meskipun mengidap suatu penyakit berbahaya. Mereka tidak boleh didiskriminasi dan harus diberdayakan, kata John Alubwaman dari Komite Penanggulangan AIDS dalam seminar yang digelar Pengurus Wilayah Fatayat NU DKI Jakarta.

Walaupun bisa menular, interaksi dengan penderita HIV/AIDS melalui kontak biasa, makanan atau minuman, kolam renang, telpon, atau gigitan nyamuk tidak membahayakan. HIV/AIDS menular melalui seks tidak aman, penggunaan alat suntik, tato, tindik secara bergantian, melalui transfusi darah dan dari ibu ke bayinya.

Sampai bulan Maret 2006 tercatat 10.156 penderita HIV/AIDS di Indonesia dengan kecenderungan peningkatan yang besar. Di Jakarta 64-70 persen penderita HIV/AIDS timbul karena penggunaan jarum suntik secara bergantian akibat penggunaan Narkoba, tandasnya.

Penderita HIV/AIDS Tak Boleh Didiskriminasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Penderita HIV/AIDS Tak Boleh Didiskriminasi (Sumber Gambar : Nu Online)


Penderita HIV/AIDS Tak Boleh Didiskriminasi

Untuk wilayah DKI Jakarta, John menunjukkan pada Juni-Desember, terdapat 317 penderita HIV/AIDS baru yang melaporkan. Para pekerja seks komersial yang jumlahnya sekitar 120-160 ribu di Jakarta juga sangat rawan sebagai media untuk menularkan penyakit ini.

Ini merupakan fenomena gunung es, banyak sekali penderita HIV/AIDS yang tidak melaporkan dan secara diam-diam menularkannya kepada fihak lain, tuturnya.

HIV/AIDS sangat susah untuk dideteksi dan hanya dapat dipastikan melalui tes darah. Sampai saat ini orang yang memiliki resiko tinggi terhadap penderita HIV/AIDS kebanyakan masih enggan memeriksakan dirinya.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi penderita HIV/AIDS adalah memberikan obat secara gratis dan penggunaan jarum suntik sekali pakai. Bahkan untuk pecandu Narkoba disediakan mogadon agar mereka tidak menggunakan jarum dan pelan-pelan bebas sebagai pecandu, tuturnya.

Penggunaan kondom sebenarnya merupakan upaya untuk mengurangi risiko bagi mereka yang tak bisa menahan diri. Menurut ajaran agama, memang upaya yang paling ideal adalah menghindari seks bebas, tapi realitasnya di masyarakat kan beda, katanya.

Sementara itu Ketua PW Fatayat NU DKI Hj. Karimah Hamid berpendapat bahwa keluarga memiliki peran yang sangat penting sebagai tempat untuk mensosialisasikan nilai-nilai yang paling intensif dan menentukan, terutama bagi para remaja. Farum lain yang dapat digunakan adalah pengajian dan majelis taklim, remaja masjid, rohis dan lainnya. (mkf)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/5641/penderita-hivaids-tak-boleh-didiskriminasi

PonPes Al-Amin Pabuaran

PonPes Al-Amin Pabuaran

Selasa, 28 Mei 2013

Dokumen NU Harus Diselamatkan

Jakarta, PonPes Al-Amin Pabuaran. Dokumen dan arsip yang terkait dengan Nahdlatul Ulama, baik sejarah, tokoh maupun pemikirannya harus diselamatkan dan di jadikan sumber informasi rujukan agar semua orang dapat mengaksesnya.

"Hal ini perlu dilakukan, karena kesadaran melakukan manajemen kearsipan di NU masih rendah, sehingga harus ada upaya baik individual maupun kolektif untuk menyelamatkan aset-aset NU yang tak ternilai itu," ujar Asep Mukhtar Muhtadi, Pegawai Arsip Nasional RI dalam diskusi Manajeman Kearsipan di gedung PBNU, Selasa (14/6).

Menurutnya, hal ini perlu dilakukan karena Nahdlatul Ulama memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan republik ini, sehingga segala yang telah dilakukannya memiliki nilai sejarah yang tinggi dan ini harus diketahui oleh generasi yang akan datang."Karena ilmu pengetahuan sepenuhnya dapat ditelusuri dari sejarah, jadi kalau sampai NU tidak memiliki dokumentasi yang baik, dikhawatirkan literatur tentang NU akan sulit dilacak," tuturnya.

Dokumen NU Harus Diselamatkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dokumen NU Harus Diselamatkan (Sumber Gambar : Nu Online)


Dokumen NU Harus Diselamatkan

Diakui Asep meskipun sebelumnya data-data NU yang sempat tercecer ketika pindah gedung sempat dititipkan ke Arsip Nasional oleh KH. Munasir Ali, syuriah PBNU ketika itu, namun jumlahnya tidak sebanding dengan khazanah kekayaan atmosfir NU yang beragam. "Dokumen itu masih bisa terselamatkan dengan baik berkat kesadaran individual, namun kedepan perlu lebih institusional dan saya berharap di PonPes Al-Amin Pabuaran yang melakukan tugas-tugas ini," paparnya dihadapan puluhan peserta dari sekretariat, badan otonom, lajnah, bahkan para peneliti.

Dikatakan Asep yang kader PMII ini amat sayang kalau hal ini diabaikan, karena dulu data-data yang dimiliki NU di Arsip Nasional sempat dibuatkan micro filmnya oleh peneliti dari Australia dan dijadikan aset mereka, sementara kita yang di sini belum menghargainya. "Padahal dengan dimilikinya mikro film tersebut, kita bukan hanya kehilangan dokumentasi penting, tetapi juga kehilangan devisa. Coba kalau mereka melakukan riset, mereka akan mengeluarkan fiskal dan biaya hidup selama tinggal di Indonesia," tutur Asep.

Selama ini yang tekun melakukan penelusuran sejarah NU itu para peneliti dari luar, bahkan banyak naskah-naskah NU yang tersimpan di luar negeri seperti Belanda, Australia, Amerika dan negara-negara yang pernah menjajah Indonesia. Untuk itulah, katanya para akademisi NU, tokoh maupun kader mudanya harus memiliki kesadaran untuk melakukan kerja-kerja pengarsipan, contohnya bisa dimulai dari menulis tokoh-tokoh NU lokal dalam skripsi maupun tulisanya. "Kalau ini secara continyu dilakukan akan terkumpul mozaik NU yang beragam dari berbagai pemikiran," tandasnya.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Acara yang dimulai pukul 1.30 Wib itu dihadiri, Katib Aam, Prof.Dr. Nazarudin Syamsudin, Sekjen PBNU, Dr. Endang Turmudzi, Kepala Sekretariat PBNU, H. Hayat, warawan senior Duta Masyarakat, Baidhawi Adnan, Penulis Buku Islam Paskakolonial, Ahmad Baso, Aktivis FKGMNU, Amsar Dulmanan, Aktivis Lakpesdam, Syatiri dan aktivis muda NU lainnya. (cih)

PonPes Al-Amin Pabuaran

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/3145/dokumen-nu-harus-diselamatkan

PonPes Al-Amin Pabuaran

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Al-Amin Pabuaran sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Al-Amin Pabuaran. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Al-Amin Pabuaran dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock