Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Januari 2017

Komunitas Kreatif Demak Suarakan Kemelut KPK-Polri Berakhir

Demak, PonPes Al-Amin Pabuaran. Komunitas Perpustakaan Sastra Nusantara-Arafat Library Demak (PeSaN ALiD) memperingati 40 hari salah seorang di antara mereka, Vanera El-Arj di Gubuk Jetak Wedung, Demak, Kamis (5/2) malam. Mereka melakukan aksi teaterikal yang menyauarakan perdamaian dan kesejahteraan Indonesia. Dalam aksinya, mereka menunjukkan keprihatinan atas kemelut berkepanjangan KPK-Polri.

Mereka juga mengingatkan kembali akan kedamian, rasa persahabatan dan kemakmuran bagi rakyat Indonesia. Mereka juga kecewa atas sikap negara yang membiarkan asetnya dikuasai asing seperti Freepot.

Komunitas Kreatif Demak Suarakan Kemelut KPK-Polri Berakhir (Sumber Gambar : Nu Online)
Komunitas Kreatif Demak Suarakan Kemelut KPK-Polri Berakhir (Sumber Gambar : Nu Online)


Komunitas Kreatif Demak Suarakan Kemelut KPK-Polri Berakhir

Pengelola PeSaN ALiD Arafat Ahc mengatakan, mengenang persahabatan ini sebagai wujud untuk mengambil hikmah budaya. Komunitas ini mencoba mengambil nilai pesan yang telah ditorehkan sahabat Vanera El-Arj melalui karyanya.

Bagi generasi bangsa, marilah gelorakan semangat berkarya dan upayakan penguatan kebudayaan yang diikuti dengan hasil cipta, karya, dan menjaga kearifan lokal sebagai warisan yang tidak dapat dinilai dengan materi, lanjut Arafat.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Kegiatan Kenduri Rindu PeSaN ALiD bekerja sama dengan berbagai komunitas di Jawa Tengah dan Banten seperti PR Rambak Fathimiyyah, Rumah Baca Bintang Al-Ikhlas Banten, Komunitas Jenang Kudus, Smaput Pati, LKM-Esa Semarang, dan Sciena Madani Semarang.

Semangat persaudaraan ini diisi dengan berbagai acara antara lain pembacaan maulid tresno, tahlil dan doa, testimoni, performance art, puisi, renungan dan puisi. Acara ini juga dihadiri berbagai komunitas dan warga yang turut serta memadati halaman.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Menurut Muhammad Rois Reinaldi dari Banten, orang yang berkarya harus mampu dan siap bersaing. Kita harus tetap berkarya, jangan pantang menyerah, katanya. (Lukni Maulana/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/57460/komunitas-kreatif-demak-suarakan-kemelut-kpk-polri-berakhir

PonPes Al-Amin Pabuaran

Rabu, 09 November 2016

Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Ketat 120 Pesilat

Kudus, PonPes Al-Amin Pabuaran. Menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) bulan depan, Pimpinan Cabang Pagar Nusa Kudus mengadakan seleksi pesilatnya di SMP NU Al-Maruf Kudus Jumat (7/2) kemarin. Sebanyak 120 pesilat Pagar Nusa dari berbagai madrasah mengikuti seleksi ini.

Pengurus bidang Seni dan Budaya Pagar Nusa Kudus Rozikin menjelaskan, seleksi dimaksudkan mencari bibit-bibit atlet pesilat yang siap diterjunkan dalam Popda tahun ini. Dalam seleksi itu, para pesilat dari tingkat MTs/SMP maupun MA/SMA berkompetisi pada kategori seni dan laga tanding di semua kelas.

Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Ketat 120 Pesilat (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Ketat 120 Pesilat (Sumber Gambar : Nu Online)


Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Ketat 120 Pesilat

Mereka yang terbaik nanti dikirim menjadi peserta kontingen Pagar Nusa dalam Popda Kudus, katanya kepada PonPes Al-Amin Pabuaran Jumat (7/2).

Popda tahun ini akan mempertandingkan 7 kelas tingkat SMP dan 8 kelas tingkat SMA. Masing-masing perguruan pencak silat hanya bisa mengirimkan 2 atletnya di kelas seni dan tanding.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Kita berusaha keras sehingga Pagar Nusa mampu berprestasi lebih baik dari Popda sebelumnya. Bahkan kalau bisa, tahun ini kita bisa juara umum, kata Rozikin penuh optimis.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Setiap Popda, kata Rozikin, Pagar Nusa selalu mengirimkan atletnya untuk bersaing dengan 7 perguruan pencak silat lainnya. Tujuannya, menambah jam terbang para pesilat Pagar Nusa serta mempererat silatrurahmi antarperguruan silat di kabupaten Kudus.

Rozikin menyatakan rasa syukurnya atas keikutsertaan Pagar Nusa setiap tahunnya dalam kejuaraan bergengsi di Kudus. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/50041/hadapi-popda-pagar-nusa-kudus-seleksi-ketat-120-pesilat

PonPes Al-Amin Pabuaran

Selasa, 25 Oktober 2016

Dinding Kayu Beralas Tanah, Madrasah Ini Tetap Optimis Lahirkan Siswa Berprestasi

OKU Selatan, PonPes Al-Amin Pabuaran. Pendidikan menjadi tanggung jawab bersama. Walaupun utamanya adalah tugas negara sesuai amanat UUD 1945 pasal 33.Meski demikian, sebagian warga negara ada yang memiliki kepedulian dalam pendidikan dan bukti telah banyak berdiri lembaga-lembaga pendidikan swasta di berbagai daerah di negeri ini.

Madrasah Ibtidaiyah (MI) Maadinatul Ulum II adalah salah satu contoh nyata kepedulian dan pengorbanan warga untuk turut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dinding Kayu Beralas Tanah, Madrasah Ini Tetap Optimis Lahirkan Siswa Berprestasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Dinding Kayu Beralas Tanah, Madrasah Ini Tetap Optimis Lahirkan Siswa Berprestasi (Sumber Gambar : Nu Online)


Dinding Kayu Beralas Tanah, Madrasah Ini Tetap Optimis Lahirkan Siswa Berprestasi

Madrasah yang berlokasi di Desa Bumi Jaya Kecamatan Buay Rawan Kabupaten OKU Selatan ini berdiri sejak tahun 2002, dan telah delapan kali meluluskan siswanya. Akan tetapi dalam pantauan PonPes Al-Amin Pabuaran saat menyambangi sekolah ini, Kamis (03/03) sungguh menyesakkan dada.

Betapa tidak, sekolah yang berlokasi kurang dari 25 km dari Muaradua Ibukota Kabupaten OKU Selatan ini hanya berdindingkan papan kayu, atapnya kombinasi genteng dan seng, lantainya juga masih berupa tanah. Kondisi ini jelas berbeda dengan bangunan sekolah lain di desa sekitarnya.

PonPes Al-Amin Pabuaran

PonPes Al-Amin Pabuaran

Kepala Madrasah Sutrisno saat berbincang di ruang kerjanya mengaku, sekolah ini adalah bukti bahwa masyarakat sangat perhatian terhadap dunia pendidikan. "Ini adalah hasil swadaya masyarakat sekitar yang memiliki kepedulian untuk pendidikan anaknya," katanya.

"Sejak awal berdirinya, masyarakat menghendaki saya yang memegang sekolah ini walaupun terasa berat mengingat bahwa latar belakang pendidikan saya tidak mendukung," kenang Sutrisno yang merupakan kader NU setempat.

Dengan segala kekurangan yang ada, tidak menyurutkan semangat guru-guru yang berjumlah sembilan orang dalam mengajar. Di madrasah ini tidak ada PNS ataupun yang sudah bersertifikasi. Bahkan guru yang mendapat tunjangan fungsional/honorer saja tidak ada.

Walaupun demikian, lanjut Sutrisno, lulusan dari sekolah ini banyak yang berpestasi di jenjang pendidikan selanjutnya.

"Saya berharap kepada pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan ataupun Kementrian Agama untuk dapat mengupayakan bantuan fisik berupa RKB dan juga alat peraga untuk menunjang proses belajar mengajar," harapnya.

Sebagai kader NU, dirinya juga berharap dapat perhatian dari PCNU, PWNU dan juga PBNU dalam hal ini adalah LP Maarif. (Muhlisin/Zunus)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66293/dinding-kayu-beralas-tanah-madrasah-ini-tetap-optimis-lahirkan-siswa-berprestasi

PonPes Al-Amin Pabuaran

Rabu, 10 Februari 2016

Jas Hijau, Jangan Hilangkan Jasa Ulama

Cirebon, PonPes Al-Amin Pabuaran. Pengorbanan ulama dan santri dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak dapat diragukan lagi. Sebab, bagi ulama dan santri ibadah akan sulit dilaksanakan ketika negara tidak utuh dan genting. Mengenai hal ini, peristiwa yang paling menonjol bisa dilihat dalam pertempuran di Surabaya pada 10 November 1945.

Demikian disampaikan KH Tb Ahmad Rifqi Chowas saat menjadi narasumber seminar nasional yang diselenggarakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cirebon yang digelar di Komando Resort Militer (Korem) Cirebon pada Ahad (13/11).

Jas Hijau, Jangan Hilangkan Jasa Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Jas Hijau, Jangan Hilangkan Jasa Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)


Jas Hijau, Jangan Hilangkan Jasa Ulama

"Resolusi Jihad NU adalah salah satu bukti bahwa umat Islam Indonesia selalu menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan NKRI. Tanpa adanya Resolusi Jihad ini bisa jadi kita masih dijajah Sekutu," papar Kiai yang akrab disapa Kang Entus itu.

Namun Pengasuh Pesantren Daarusalam Buntet Pesantren Cirebon ini menyayangkan adanya upaya sebagian kelompok yang ingin menghapus peran ulama dan santri dalam sejarah perjalanan Indonesia. Hal ini bisa dilihat misalnya dari buku-buku sejarah di sekolah yang menampilkan perang 10 November 1945 tanpa menceritakan peranan ulama dan santri.

PonPes Al-Amin Pabuaran

"Bung Karno punya Jas Merah yaitu Jangan Sekali-Kali Melupakan Sejarah, kita punya Jas Hijau, yaitu Jangan Sekali-kali Hilangkan Jasa Ulama," tambah Ketua LBM PCNU Cirebon tersebut.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Untuk itu Kang Entus mendorong kepada kalangan muda, khususnya para mahasiswa, untuk terus belajar sehingga diharapkan bisa mendapatkan pengetahuan dengan komprehensif.

Pembicara lain yang turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru NU (Pergunu) KH Asep Saifuddin Chalim serta Komandan Korem Cirebon Kolonel Inf. Bahram. (Aiz Luthfi/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/72913/jas-hijau-jangan-hilangkan-jasa-ulama

Selasa, 12 Januari 2016

MWCNU Padang Ratu Lampung Tengah Giat ke Ranting-ranting

Lampung Tengah, PonPes Al-Amin PabuaranMajelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Padang Ratu, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, kini rajin mengunjungi pengurus ranting NU di kecamatan setempat. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai sarana konsolidasi dan penguatan Aswaja an-Nahdliyah.

Seperti yang terlihat pada Ahad (5/2), puluhan pengurus Syuriyah dan Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Padang Ratu bersilaturahim ke Pengurus Ranting NU Kampung Bandarsari. Acara digelar di kediaman kepala kampung setempat.

MWCNU Padang Ratu Lampung Tengah Giat ke Ranting-ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Padang Ratu Lampung Tengah Giat ke Ranting-ranting (Sumber Gambar : Nu Online)


MWCNU Padang Ratu Lampung Tengah Giat ke Ranting-ranting

Kiai Maslahussurur selaku Ketua MWCNU Padang Ratu mengatakan, agenda silaturahim ini terus berjalan secara bergiliran dengan beberapa agenda. Ia berharap waarga NU bisa terus merawat budaya silaturahim sekaligus mengamalkan sikap-sikap kemasyarakatan Nahdlatul Ulama seperti tawasuth, itidal, tasamuh, tawazun, dan amar maruf nahi munkar.

Semoga sikap tersebut benar-benar dapat tertanam di hati dan diwujudkan dalam sikap dan perilaku warga Nahdliyin sehari-hari, tambah alumni Pasca Sarjana IAIN Raden Intan Bandar Lampung ini.

PonPes Al-Amin Pabuaran

PonPes Al-Amin Pabuaran

Secara geografis MWCNU Padang Ratu memiliki 15 ranting, yaitu ranting NU Purwosari, ranting NU Purworejo, ranting NU Sendang Ayu, ranting NU Mojokerto, ranting NU Surabaya, ranting NU Bandar Sari, ranting NU Sri Agung, ranting NU Sumbersari, ranting NU Kotabaru, ranting NU Karang Tanjung, ranting NU Tugumulyo, ranting NU Haduyangratu, ranting NU Padangratu, dan ranting NU Karangsari, ranting NU Margorejo, ranting NU Kuripan.

Selain jajaran Syuriyah, Tanfidziyah, dan Ranting agenda silaturahim juga dihadiri kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Lampung (Unila). (Akhmad Syarief Kurniawan/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/75230/mwcnu-padang-ratu-lampung-tengah-giat-ke-ranting-ranting

PonPes Al-Amin Pabuaran

Jelang Harlah NU, Muslimat NU Garut Gelar Lomba Pidato Keagamaan

Garut, PonPes Al-Amin Pabuaran. Muslimat NU Garut menyelenggarakan lomba pidato keagamaan di SMK Maarif Garut, Ahad (15/1). Perlombaan yang diikuti 40 peserta ini dimaksudkan untuk melihat potensi ceramah keagamaan di kalangan remaja NU khususnya pelajar di Garut.

Perlombaan ini diadakan untuk memperingati Maulid Nabi sekaligus menyongsong Harlah Ke-91 NU yang diinisiasi oleh PCNU Kabupaten Garut.

Jelang Harlah NU, Muslimat NU Garut Gelar Lomba Pidato Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Harlah NU, Muslimat NU Garut Gelar Lomba Pidato Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)


Jelang Harlah NU, Muslimat NU Garut Gelar Lomba Pidato Keagamaan

Salah seorang panitia, Yayah Haryawati, menegaskan, penyelenggaraan acara ini bertujuan untuk mengembangkan potensi anak muda sehingga pesertanya terbatas pada siswa dan siswi setingkat SLTA atau sederajat di Garut.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Acara ini diperlukan untuk mencari kader dan mengembangkan potensi anak-anak muda yang nantinya akan jadi penerus, untuk dai dan daiyah, kata Yayah saat diwawancarai di sela-sela kegiatan di SMK Maarif Garut.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Peserta berasal dari berbagai sekolah menengah atas dengan tiga juri, yaitu H Ahmad, H Samhari, dan Neneng. Semua peserta akan dinilai sesuai kebolehan dan penampilannya di panggung. Panitia akan mengumumkan tiga orang pemenang dalam kegiatan jalan sehat pada 29 Januari. Semua pemenang dari berbagai perlombaan akan turut diapresiasi pada hari tersebut.

Sebelumnya pada (11/1) pihak panitia menyelenggarakan musabaqah qiraatul kutub, yang disusul dengan lomba paduan suara dan lomba liwet pada (4/1). Pada 16-28 Januari panitia menggelar olimpiade sains dan seni (O2SNU) dan cerdas cermat. Sementara Musyawarah Kerja Cabang NU Garut II (Mukercab II) digelar pada Selasa (17/1).

Pada Ahad (15/1) panitia menutup perlombaan untuk mencari MWCNU dan Ranting NU terbaik sekabupaten Garut yang dibuka sejak (25/12/16) lalu. Sementara pada Selasa-Rabu (31/1-1/2) PCNU Garut akan menyelenggarakan puncak peringatan Harlah Ke-91 NU di Gedung PCNU Garut. (Rohmah Nashruddin/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/74660/jelang-harlah-nu-muslimat-nu-garut-gelar-lomba-pidato-keagamaan

PonPes Al-Amin Pabuaran

Minggu, 03 Januari 2016

Alissa Wahid: Pegang Teguh Ajaran Gus Dur!

Yogyakarta, PonPes Al-Amin Pabuaran. Koordinator Seknas Gusdurian Alissa Wahid mengajak Gusdurian Yogyakarta untuk tetap semangat memegang teguh ajaran-ajaran KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Terutama sembilan nilai dasar perjuangan Gus Dur.

Ia menyampaikan hal itu pada nobar atau nonton bareng film Di Bawah Bendera Demokrasiproduksi TV9 PWNU Jatim. Kegiatan yang dikemas dengan buka puasa bersama tersebut digelar di Radio Buku, Jl. Patehan Wetan 3, Yogyakarta, Sabtu (13/7) sore.

Alissa Wahid: Pegang Teguh Ajaran Gus Dur! (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid: Pegang Teguh Ajaran Gus Dur! (Sumber Gambar : Nu Online)


Alissa Wahid: Pegang Teguh Ajaran Gus Dur!

Putri sulung Gus Dur tersebut merinci sembilan nilai dasar perjuangan Gus Dur. Yakni ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, kesederhanaan, persaudaraan, kesatriaan, dan kearifan lokal.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Kemudian Alissa mengulas film tentang kegigihan Gus Dur memperjuangkan demokrasi di Indonesia. Ia mengatakan, jika buku Di Bawah Bendera Revolusi itu ada di bawah Soekarno, maka film Di Bawah Bendera Demokrasi ada di bawah Gus Dur. Demokrasi ada di tangan Gus Dur, ungkapnya.

Sepulang dari Irak, kata dia, Gus Dur sempat mampir ke Eropa. Dari kunjungannya ke berbagai negara itulah, ia mengatakan bahwa pemerintahan yang baik adalah jika rakyat punya hak untuk menentukan nasib negara.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Nobar yang diikuti sekitar lima puluh Gusdurian diakhiri dengan tanya jawab serta door prize yang dari Radio Buku.

Redaktur : Abdullah Alawi

Kontributor: Dwi Khoirotun Nisa

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/45816/alissa-wahid-pegang-teguh-acircajaranacirc-gus-dur

PonPes Al-Amin Pabuaran

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Al-Amin Pabuaran sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Al-Amin Pabuaran. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Al-Amin Pabuaran dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock