Tampilkan postingan dengan label Pondok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pondok. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Juni 2017

Soal Kebakaran Hutan, PBNU Kecewa Pada Putusan PN Palembang

Jakarta, PonPes Al-Amin Pabuaran. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyayangkan putusan sidang Pengadilan Negeri Palembang yang menolak gugatan perdata sejumlah Rp 7,9 triliun oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terhadap perusahaan terkait pembakaran hutan. PBNU menilai putusan sidang PN ini tidak berpihak pada kemaslahatan umum.

Pada prinsipnya PBNU mengecam keras putusan-putusan yang tidak mencerminkan keadilan dan berpihak kepada rakyat, kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Senin (4/1) sore.

Soal Kebakaran Hutan, PBNU Kecewa Pada Putusan PN Palembang (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Kebakaran Hutan, PBNU Kecewa Pada Putusan PN Palembang (Sumber Gambar : Nu Online)


Soal Kebakaran Hutan, PBNU Kecewa Pada Putusan PN Palembang

Kang Said menilai gugatan KLHK terhadap pihak-pihak yang membakar hutan sudah tepat. Sikap KLHK merupakan bentuk perlindungan negara atas kelangsungan lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Sementara Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini menambahkan, gugatan KLHK menandai kehadiran negara sebagai garda depan demi hajat hidup masyarakat. Kebakaran hutan berdampak luar biasa, bukan saja pada aspek ekonomi tetapi juga kesehatan yang urusannya dengan nyawa penduduk dan warga negara.

Yang patut disesalkan adalah putusan hakim pada 30 Desember 2015 lalu yang justru kontraproduktif dalam menghadirkan keadilan sebagai usaha membela hajat hidup warga negara, kata Helmy. (Red Alhafiz K)

PonPes Al-Amin Pabuaran

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/64761/soal-kebakaran-hutan-pbnu-kecewa-pada-putusan-pn-palembang

PonPes Al-Amin Pabuaran

Rabu, 09 November 2016

Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Ketat 120 Pesilat

Kudus, PonPes Al-Amin Pabuaran. Menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) bulan depan, Pimpinan Cabang Pagar Nusa Kudus mengadakan seleksi pesilatnya di SMP NU Al-Maruf Kudus Jumat (7/2) kemarin. Sebanyak 120 pesilat Pagar Nusa dari berbagai madrasah mengikuti seleksi ini.

Pengurus bidang Seni dan Budaya Pagar Nusa Kudus Rozikin menjelaskan, seleksi dimaksudkan mencari bibit-bibit atlet pesilat yang siap diterjunkan dalam Popda tahun ini. Dalam seleksi itu, para pesilat dari tingkat MTs/SMP maupun MA/SMA berkompetisi pada kategori seni dan laga tanding di semua kelas.

Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Ketat 120 Pesilat (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Ketat 120 Pesilat (Sumber Gambar : Nu Online)


Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Ketat 120 Pesilat

Mereka yang terbaik nanti dikirim menjadi peserta kontingen Pagar Nusa dalam Popda Kudus, katanya kepada PonPes Al-Amin Pabuaran Jumat (7/2).

Popda tahun ini akan mempertandingkan 7 kelas tingkat SMP dan 8 kelas tingkat SMA. Masing-masing perguruan pencak silat hanya bisa mengirimkan 2 atletnya di kelas seni dan tanding.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Kita berusaha keras sehingga Pagar Nusa mampu berprestasi lebih baik dari Popda sebelumnya. Bahkan kalau bisa, tahun ini kita bisa juara umum, kata Rozikin penuh optimis.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Setiap Popda, kata Rozikin, Pagar Nusa selalu mengirimkan atletnya untuk bersaing dengan 7 perguruan pencak silat lainnya. Tujuannya, menambah jam terbang para pesilat Pagar Nusa serta mempererat silatrurahmi antarperguruan silat di kabupaten Kudus.

Rozikin menyatakan rasa syukurnya atas keikutsertaan Pagar Nusa setiap tahunnya dalam kejuaraan bergengsi di Kudus. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/50041/hadapi-popda-pagar-nusa-kudus-seleksi-ketat-120-pesilat

PonPes Al-Amin Pabuaran

Rabu, 17 Februari 2016

Kaum Pesantren Merespon Kelas Menengah Muslim

PonPes Al-Amin Pabuaran - Era perkembangan teknologi dan diplomasi politik kawasan menjadi tantangan sekaligus peluang bagi komunitas pesantren. Terlebih, pemerintah Indonesia bersama pemerintah negara-negara ASEAN bekerjasama dalam politik, ekonomi dan kebudayaan, lewat mekanisme Asean Free Trade Area (AFTA).

Kaum Pesantren Merespon Kelas Menengah Muslim
Kaum Pesantren Merespon Kelas Menengah Muslim


Hal ini, menjadi isu penting yang dibahas oleh Dr. Mohammad Murtadlo, Kepala Bidang Litbang Pendidikan Non-Formal Informal Kementrian Agama, dalam workshop Pemikiran Keagamaan di The Alana Hotel, Solo, Jumat (09/09/2016). Agenda ini dihadiri para pengasuh pesantren yang tergabung dalam Rabithah Maahid Islamiyyah (RMI-NU).

Murtadlo mengungkapkan bahwa saat ini pesantren harus siap menjadi alternatif pendidikan di kawasan Asean. "Perlu ada pesantren yang menjadi percontohan di tingkat Asia Tenggara. Di sisi lain, pesantren juga harus memiliki kekhasan, serta memaksimalkan modal sosialnya," terang Murtadlo.

Dalam penjelasannya, Murtadlo menegaskan bahwa tantangan pesantren saat ini semakin beragam. Untuk itu, komunitas pesantren perlu memaksimalkan potensi dan kekuatannya. Dalam hal ini, pesantren harus menemukan kekhasannya, agar bisa menjadi rujukan bagi banyak orang.

"Kami sedang monitoring beberapa model pesantren, misal pesantren yang menjadi rujukan di level ASEAN, pesantren maritim, atau bahkan pesantren yang menjadi benteng Islam dan NKRI di kawasan perbatasan Indonesia," terang Murtadlo, doktor antropologi lulusan Universitas Indonesia.

Murtadlo menegaskan tentang proyeksi dari timnya untuk fokus pada pemetaan modelling pesantren, sekaligus juga pendampingan. Pihaknya, juga berusaha untuk membentuk komunitas santri yang sadar media. "Kami juga ingin ada jurnalis santri dari 34 provinsi, yang siap mengawal informasi dan kreatifitas dari komunitas pesantren, hingga dapat diterima publik," ungkap Murtadlo.

Di sisi lain, tumbuhnya kelas menengah muslim juga menjadi tantangan sekaligus peluang tersendiri bagi komunitas pesantren. Ketua PP Rabithah Ma'ahid Islamiyyah (PP RMI-NU), KH. Abdul Ghoffar Rozien, M.Ed (Gus Rozien) mengingatkan tentang kelas menengah muslim yang perlu direspon kaum santri.

"Tumbuhnya kelas menengah muslim, perlu menjadi perhatian santri. Bagaimana tidak, sekarang ini kelas menengah muslim yang semakin meningkat jumlahnya, harus menjadi pemikiran tersendiri. Mereka yang ekspektasi lebih dalam proses pendidikan anak-anaknya," ungkap Gus Rozien.

Untuk merespon kelas menengah, Gus Rozien bersama tim RMI dan para kiai muda, mengkampanyekan Gerakan Ayo Mondok, serta membangun aplikasi #AyoMondok berbasis android, dengan platform media digital. [PonPes Al-Amin Pabuaran/ munawir].

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/kaum-pesantren-merespon-kelas-menengah-muslim.html

Singgung Banser, Ansor Riau Desak Moeldoko Minta Maaf

Pekanbaru, PonPes Al-Amin Pabuaran. Pernyataan Panglima TNI Jenderal Moeldoko saat Inspeksi Mendadak (Sidak) di Batalyon Infanteri (Yonif) 752/Vira Yudha Sakti di Jalan Basuki Rahmat KM 10, Kabupaten Sorong Papua Barat menuai kritikan PW Ansor Riau.

Dalam Sidak tanggal 29/12 itu, Jendral Moeldoko mengatakan, "Kalau prajurit TNI sudah tidak memiliki disiplin maka kamu sama saja dengan Banser, hal itu akan sangat membahayakan karena prajurit TNI dilengkapi senjata", kata Panglima TNI.

Singgung Banser, Ansor Riau Desak Moeldoko Minta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Singgung Banser, Ansor Riau Desak Moeldoko Minta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)


Singgung Banser, Ansor Riau Desak Moeldoko Minta Maaf

Pernyataan Panglima yang menyinggung Banser itu dianggap merendahkan satuan Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Karena itu, Ketua PW Ansor Riau sekaligus Wakil Sekretaris PP GP Ansor H Hadi Musa Said mendesak Panglima TNI meminta maaf kepada Banser.

Menurut Hadi Musa, Banser tidak bisa dianggap sebagai para militer yang tidak disiplin. Banser sebagai bentengnya ulama NU dikenal sebagai pasukan terlatih yang disiplin dan ikhlas dalam menjalankan tugasnya.

PonPes Al-Amin Pabuaran

"Jangan disamakan dengan TNI, sebab Banser tidak menerima gaji dari negara, mereka ikhlas mengawal NKRI dan ulama," ketus Hadi Musa.

Moeldoko, kata Hadi Musa, harus tahu bahwa Banser adalah paramiliter NU yang berjasa karena ikut memerdekakan Indonesia dan mengawal NKRI sampai hari ini.

PonPes Al-Amin Pabuaran

"Banser itu punya ulama dan santri yang konsisten menjadi benteng NKRI dengan semboyannya, NKRI harga mati, Pancasila Jaya".

Hadi Musa menambahkan, jumlah pasukan Banser juga lebih banyak dari personel TNI. Banser bahkan diperhitungkan oleh ISIS sebagai satu kekuatan yang menjaga NKRI sama seperti TNI dan Polri.

"Jadi sangat disayangkan jika Panglima TNI malah merendahkan Banser, Dia harus meminta maaf kepada GP Ansor," tegas Hadi Musa Said. (Purwaji/Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/56725/singgung-banser-ansor-riau-desak-moeldoko-minta-maaf

PonPes Al-Amin Pabuaran

Rabu, 21 Januari 2015

Hakikat Azan, Bersuci dan Menutup Aurat

Diantara rahasia shalat adalah mengetahui hikmah dan tatacara memberlakukan diri ketika telinga mendengar adzan. Adzan seharusnya menjadi tanda panggil dari Yang Maha Kuasa, hati yang baik akan merasa terpanggil untuk menyambutnya.

Tentunya dengan perasaan yang penuh gembira dan kebahagiaan, bukan dengan perasaan yang memberatkan. Adzan ibarat panggilan dari sang kekasih yang lama telah dirindukan. Sesungguhnya mereka yang bersegera menjawab panggilan ini nanti di hari akhir akan dipanggil dengan lembut oleh Allah swt.

Adapun bersuci yang dalam fiqih disebut dengan thaharah sesungguhnya merupakan thaharah dhahiriyah yang meliputi suci badan, suci pakaian dan suci tempat shalat yang dipergunakan. Ketika thaharah secara fiqihy ini telah dipenuhi, maka usahakanlah thaharah dalam hati. Thaharah dalam hati ini berarti mensucikan diri dari segenap dosa dengan bertaubat mengakui kesalahan dan memohon ampunan atasnya. Dalam shalat hati seharus suci dan bersih, karena hatilah ruang bagi pandangan Dzat Yang Disembah.

Selanjutnya menutup aurat yaitu menutup kejelekan-kejelekan diri dari pandangan-pandangan makhluk, karena jasad badaniah ini menjadi objek pandangan mereka. Sedangkan bagi Allah swt tidak ada satupun yang tertutup bagi-Nya Yang Maha Tahu. Maka bukalah aurat batin karena serapi apapun hati disembunyikan Allah Maha Tahu.

Hakikat Azan, Bersuci dan Menutup Aurat (Sumber Gambar : Nu Online)
Hakikat Azan, Bersuci dan Menutup Aurat (Sumber Gambar : Nu Online)


Hakikat Azan, Bersuci dan Menutup Aurat

Setelah itu bersegeralah bangunkan perasaan menyesal, malu dan takut kepada-Nya sebagai wahana melahirkan kerendahan dan ketenangan hati. Jika sudah demikian maka shalat akan didirikan dengan wajah tertunduk dengan perasaan tawadhu. Merasa diri lemah, tak berdaya dan penuh dosa di hadapan Yang Maha perkasa. (red. Ulil H)

Dari (Syariah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/51870/hakikat-azan-bersuci-dan-menutup-aurat

PonPes Al-Amin Pabuaran

PonPes Al-Amin Pabuaran

PonPes Al-Amin Pabuaran

Minggu, 19 Mei 2013

Dari :

 - PonPes Al-Amin Pabuaran
- PonPes Al-Amin Pabuaran


Kamis, 02 Mei 2013

100 Mahasiswa Indonesia Diwisuda di Al-Ahgaff Yaman

Tarim, PonPes Al-Amin Pabuaran. Sekitar 100 mahasiswa Indonesia yang belajar di Universitas Al-Ahgaff, Tarim, Yaman, diwisuda pada Kamis malam (1/5) waktu setempat. Acara yang dihadiri rektor, sejumlah dosen dan petinggi kampus ini, dihelat di Auditorium Fakultas Syariah dan Hukum, kota Tarim.

Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci, hadits nabawi, dilanjutkan penampilan-penampilan. Mahasiswa Indonesia menyumbangakan beberapa penampilan salah satunya ilqous syiir (pembacaan syiir.red) yang mampu menyedot perhatian hadirin, melihat kepiawaian Indonesia dalam sastra Arab.

100 Mahasiswa Indonesia Diwisuda di Al-Ahgaff Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)
100 Mahasiswa Indonesia Diwisuda di Al-Ahgaff Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)


100 Mahasiswa Indonesia Diwisuda di Al-Ahgaff Yaman

Gelak tawa, dan decak kekaguman serta keprok tangan yang cukup meriah saat Zusufua mahasiswa Indonesia semester 4 membacakan kisah dan syiir berbahasa arab.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Dengan wisuda ini usai sudah studi mereka yang ditempuh selama 5 tahun. Kini saat untuk kembali ke tanah air, artinya Indonesia akan mendapatkan sumbangsih besar para sarjana syariah dan hukum jebolan negeri Balqis.

Mahasiswa yang diwisuda merupakan angkatan yang ke-15. Menurut data Departemen Infokom, kini jumlah mahasiswa Indonesia di Al-Ahgaff mencapai 300-an lebih, artinya mereka-mereka akan menyusul menjadi sarjana-sarjana muda kelak.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Keistimewaan Tarim, sebagai kota ilmu dan perdaban, kalian bisa kuliah dan menimba ilmu langsung dengan para ulama yang sanadnya menyambung ke rasulullah, berbeda dengan universitas yang lain, begitu ungkap Al-Habib Abu Bakar bin Smith dalam kata sambutan.

Selain itu Prof. DR. Al-Habib Abdullah Baharun, yang menjabat sebagai rektor dalam penutup kata sambutan, mengatakan dengan sangat bangga dan mengapresiasi HIMMAH Yaman (Himpunan Alumni Al-Ahgaff) yang menaungi tali silaturrahim para alumni Al-Ahgaff di Indonesia, dan berharap HIMMAH Yaman bisa ditiru oleh negara-negara lain.

Selain Indonesia, ada juga beberapa mahasiswa yang diwisuda pada malam itu, antara lain Somalia, Borkinafase, Kenya, Tanzania, Jeddah, dan negara-negara Asia Tenggara. (M. Abdul Muhith/Abdullah Alawi)

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/51752/100-mahasiswa-indonesia-diwisuda-di-al-ahgaff-yaman

PonPes Al-Amin Pabuaran

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Al-Amin Pabuaran sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Al-Amin Pabuaran. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Al-Amin Pabuaran dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock