Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Oktober 2016

Dinding Kayu Beralas Tanah, Madrasah Ini Tetap Optimis Lahirkan Siswa Berprestasi

OKU Selatan, PonPes Al-Amin Pabuaran. Pendidikan menjadi tanggung jawab bersama. Walaupun utamanya adalah tugas negara sesuai amanat UUD 1945 pasal 33.Meski demikian, sebagian warga negara ada yang memiliki kepedulian dalam pendidikan dan bukti telah banyak berdiri lembaga-lembaga pendidikan swasta di berbagai daerah di negeri ini.

Madrasah Ibtidaiyah (MI) Maadinatul Ulum II adalah salah satu contoh nyata kepedulian dan pengorbanan warga untuk turut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dinding Kayu Beralas Tanah, Madrasah Ini Tetap Optimis Lahirkan Siswa Berprestasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Dinding Kayu Beralas Tanah, Madrasah Ini Tetap Optimis Lahirkan Siswa Berprestasi (Sumber Gambar : Nu Online)


Dinding Kayu Beralas Tanah, Madrasah Ini Tetap Optimis Lahirkan Siswa Berprestasi

Madrasah yang berlokasi di Desa Bumi Jaya Kecamatan Buay Rawan Kabupaten OKU Selatan ini berdiri sejak tahun 2002, dan telah delapan kali meluluskan siswanya. Akan tetapi dalam pantauan PonPes Al-Amin Pabuaran saat menyambangi sekolah ini, Kamis (03/03) sungguh menyesakkan dada.

Betapa tidak, sekolah yang berlokasi kurang dari 25 km dari Muaradua Ibukota Kabupaten OKU Selatan ini hanya berdindingkan papan kayu, atapnya kombinasi genteng dan seng, lantainya juga masih berupa tanah. Kondisi ini jelas berbeda dengan bangunan sekolah lain di desa sekitarnya.

PonPes Al-Amin Pabuaran

PonPes Al-Amin Pabuaran

Kepala Madrasah Sutrisno saat berbincang di ruang kerjanya mengaku, sekolah ini adalah bukti bahwa masyarakat sangat perhatian terhadap dunia pendidikan. "Ini adalah hasil swadaya masyarakat sekitar yang memiliki kepedulian untuk pendidikan anaknya," katanya.

"Sejak awal berdirinya, masyarakat menghendaki saya yang memegang sekolah ini walaupun terasa berat mengingat bahwa latar belakang pendidikan saya tidak mendukung," kenang Sutrisno yang merupakan kader NU setempat.

Dengan segala kekurangan yang ada, tidak menyurutkan semangat guru-guru yang berjumlah sembilan orang dalam mengajar. Di madrasah ini tidak ada PNS ataupun yang sudah bersertifikasi. Bahkan guru yang mendapat tunjangan fungsional/honorer saja tidak ada.

Walaupun demikian, lanjut Sutrisno, lulusan dari sekolah ini banyak yang berpestasi di jenjang pendidikan selanjutnya.

"Saya berharap kepada pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan ataupun Kementrian Agama untuk dapat mengupayakan bantuan fisik berupa RKB dan juga alat peraga untuk menunjang proses belajar mengajar," harapnya.

Sebagai kader NU, dirinya juga berharap dapat perhatian dari PCNU, PWNU dan juga PBNU dalam hal ini adalah LP Maarif. (Muhlisin/Zunus)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66293/dinding-kayu-beralas-tanah-madrasah-ini-tetap-optimis-lahirkan-siswa-berprestasi

PonPes Al-Amin Pabuaran

Rabu, 20 April 2016

PWNU Jawa Barat Gelar Konferwil ke XVI

Bandung, PonPes Al-Amin Pabuaran. Bertempat di pesantren Darul Falah Cihampelas, Cililin, Bandung Barat, pada 8 10 Juli 2011 berlangsung Konferensi Wilayah ke-XVI PWNU Jabar. Sekitar 3.000 jamaah nahdliyin diperkirakan memenuhi arena Konferwil. Jumat (08/11) jam 21.00.

Seluruh peserta Konferwil dari 26 cabang tercatat sudah mendaftarkan diri di sekretariat panitia. Setelah menyelesaikan pendaftaran, para peserta mengikuti istighotsah yang dibuka oleh Wakil Rais Syuriyah KH Moh Nuh Addawami.

PWNU Jawa Barat Gelar Konferwil ke XVI (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jawa Barat Gelar Konferwil ke XVI (Sumber Gambar : Nu Online)


PWNU Jawa Barat Gelar Konferwil ke XVI

Konferwil secara resmi dibuka pada Sbatu, 9 Juli 2011, Jam 09.00 WIB, oleh Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf. Seusai pembukaan, sesuai jadwal dilangsungkan dialog dengan dua menteri yang berasal dari NU, yakni Mendiknas Muhammad Nuh dan Menakertrans Muhaimin Iskandar.

Konferwil kali ini mengambil tema Meningkatkan Khidmah Nahdliyyah Untuk Kemaslahatan Umat dan Keutuhan Bangsa.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Redaktur : Mukafi Niam

PonPes Al-Amin Pabuaran

Kontributor: Iip D Yahya

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/32896/pwnu-jawa-barat-gelar-konferwil-ke-xvi

PonPes Al-Amin Pabuaran

Kamis, 30 April 2015

Bungkus Agama Lebih Menipu dari yang Lain

Jakarta, PonPes Al-Amin Pabuaran. Semua hal selain Allah adalah kepalsuan. Tak setiap manusia menyadarinya. Inilah tugas berat para penempuh jalan tasawuf. Hati mereka dituntut bersih dari rasa bangga tak hanya atas kekayaan dan kedudukan tapi juga prestasi keagamaan.

Pesan ini muncul dalam pengajian rutin tasawuf yang digelar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di ruang Ketua Umum PBNU sekaligus pengasuh pengajian KH Said Aqil Siraj, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (14/1) malam.

Bungkus Agama Lebih Menipu dari yang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Bungkus Agama Lebih Menipu dari yang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)


Bungkus Agama Lebih Menipu dari yang Lain

Kang Said menjelaskan, Syaikh Maruf al-Kurkhi mendefinisikan tasawuf sebagai penggapaian Kebenaran Sejati dan keberpalingan diri dari semua bentuk kepalsuan. Namun, tak sedikit penghuni dunia ini cenderung berlaku sebaliknya, menduakan Tuhan dan asyik berkubang dalam ketidaksejatian.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Padahal di dunia ini 99,9% palsu semua. Kepalsuan kita ada yang dibungkus dengan jas dan dasi; ini masih mending karena terlihat terang dan jelas. Ada yang dibungkus pakai sorban dan jenggot; ini yang paling sulit, karena tidak terasa, katanya.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Doktor Universias Umml Qura Mekah ini juga mendasarkan pendapat tersebut pada surat Luqman ayat (33) yang memperingatkan manusia untuk tidak tertipu oleh kehidupan dunia dan ketaatan beribadah. Kepalsuan, menurut Kang Said, meliputi banyak hal.

Ada kepalsuan yang ditutupi dengan ilmu. Ada yang ditutup dengan kedudukan, jadi ketua umum PBNU. Ada yang ditutup dengan ibadah, jidatnya item. Ada yang ditutup dengan keturunan, jadi habib atau gus/lora (putra kiai). Ada juga yang ditutup dengan hafidz Quran dan hafidz hadits, tambahnya.

Menurut Kang Said, para penempuh jalan tasawuf mempunyai kepribadian merdeka, karena hatinya senantiasa dipenuhi kesadaran akan Allah. Dengan kondisi jiwa semacam ini, mereka sanggup melepas berbagai gejala emosional, seperti rasa takut, marah, dan bangga.

Dalam kali kedua pengajian tasawuf PBNU dengan materi disertasi doktoralnya ini, Kang Said mengulas ragam definisi tasawuf menurut kaum sufi, seperti Maruf al-Kurkhi, Dzun Nun al-Mishri, Abu Yazid al-Bushtami, Sahl al-Tustari, dan sejumlah sufi lainnya. Menurut jadwal, pengajian akan digelar secara berkala setiap senin malam.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/41805/bungkus-agama-lebih-menipu-dari-yang-lain

PonPes Al-Amin Pabuaran

Sabtu, 06 September 2014

Fakta Assad dan Syuriah Tak Terbantah

PonPes Al-Amin Pabuaran - Fakta-fakta ini sudah berkali-kali diulang sejak 4,5 tahun lalu, dan tidak akan pernah bosan untuk terus mengumumkan: Pemerintah Suriah tidak pernah membantai Sunni. Hasil pemilu presiden Suriah yang diawasi lembaga-lembaga independen Juni 2014 kemarin, Assad terpilih kembali dengan perolehan 88.7% suara rakyat. Sedangkan kaum Sunni itu mayoritas (74%) di Suriah. Itu artinya mayoritas mutlak rakyat Suriah yang Sunni dan apapun latarnya masih mencintai Assad. Itu yang selalu ditutupi media-media Takfiri. Jika Assad adalah pembantai Sunni, mungkinkah mayoritas rakyatnya yang Sunni tersebut memilih dia?

Satu lagi propaganda murahan yang menyebut Rezim Suriah adalah Rezim Syi'ah. Faktanya, mayoritas kabinet pemerintahan di Suriah diisi oleh orang-orang Sunni. Jabatan-jabatan penting seperti Wakil Presiden, Wakil Presiden 1, Perdana Menteri, Deputi Perdana Menteri, Menteri Luar Negeri, Menteri Informasi, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan dll diisi orang-orang Sunni. Grand Mufti resmi Suriah Syaikh Ahmad Badruddin Hassun pun seorang ulama besar Sunni. Bahkan istri Bashar yaitu Asma al Assad adalah seorang muslimah Sunni dari Homs. Ini semua adalah fakta-fakta yang selalu ditutupi media-media Takfiri tanah air.

Dan (lagi) fakta yang selalu ditutupi mereka, para pemberontak di Suriah mayoritas bukanlah rakyat Suriah, tapi para militan takfiri asing yang datang dari 83 negara (termasuk Indonesia), korban cuci otak sektarian yang ramai-ramai menginvasi Suriah dengan kedok "jihad". Bahkan situs Sohr (Syrian Observatory for Human Rights) yang berafiliasi dengan oposisi pun mengakui > 70% militan yang memberontak di Suriah adalah orang-orang asing/impor (bukan rakyat Suriah).

Fitnah-fitnah Assad membantai Sunni baru ditebar empat tahun terakhir, tepatnya sejak invasi para takfiri asing ke Suriah. Faktanya, sebelum itu tidak pernah terdengar isu-isu tersebut. Bashar al-Assad sudah berkuasa sejak tahun 2000 dan sampai hari ini sunni masih mayoritas di Suriah (74%). Kalau benar Assad membantai/menggenosida kaum Sunni, seharusnya sudah habis semua Sunni di Suriah, wong dia sudah berkuasa 15 tahun. Kenyataannya sampai hari ini Sunni masih mayoritas di Suriah. Masih percaya dengan isu murahan tersebut?

Pada 2009, Qatar mengajukan proposal agar Assad melegalkan jalur pipa gas alamnya melintasi Suriah dan Turki untuk menuju Eropa. Bashar al Assad menolak proposal ini dan pada 2011 ia justru menjalin kerjasama dengan Iraq dan Iran untuk membangun jalur pipa ke Timur. Qatar, Saudi dan Turki adalah pihak yang paling sakit hati dan dirugikan oleh keputusan ini. Khayalan mereka untuk mendapat pemasukan Milyaran dollar dari ekspor Migas buyar seketika. Apa kalian terkejut jika hari ini Saudi, Qatar dan Turki menjadi negara-negara yang paling getol mensponsori dan mempersenjatai para teroris yang hendak menggulingkan Assad? Kenapa USA dan NATO sangat berambisi menggulingkan Assad? Karena mereka dan ketiga negara tersebut adalah sekutu dan mitra bisnis utama. Keputusan Assad akan menguatkan posisi Iran secara ekonomi maupun politis dalam pasar tambang Migas di Timur Tengah dan mengecilkan pengaruh USA dan sekutunya. Apa USA rela? Mimpi!!

Sejak perang Arab-Israel pada 1948 hingga perang edisi ketiga pada 1967, Suriah tidak pernah absen dalam mengirim pasukan militernya melawan Zionis. Suriah bersama Mesir, Iraq dan Jordan saat itu (1967) mengirim 547.000 pasukan melawan Zionis di Sinai dan Golan. Bahkan ketika negara-negara Arab tersebut sudah berdamai dengan Israel, Suriah adalah satu-satunya Rezim Arab yang hingga hari ini tidak bersedia menandatangani perjanjian damai dengan Israel. Hingga perang Suriah dan Israel terus berlanjut pada Yom Kippur 1973 atas pendudukan Israel di Golan. Hingga hari ini PBB harus menurunkan pasukan perdamaiannya di Golan dan menetapkan sebagian wilayah tersebut sebagai zona netral.

Suriah hingga hari ini adalah penampung terbesar pengungsi Palestina di Timur Tengah. Jutaan pengungsi Palestina telah diterima dengan tangan terbuka oleh Pemerintah Suriah sejak 1948 di kamp-kamp pengungsi Yarmouk, Neirab, Handarat, Aleppo dll. Mereka diberi fasilitas Sekolah, Rumah Sakit dll layaknya warga sendiri. Bahkan Assad pun dijuluki sebagai Bapak Pengungsi Palestina. Mereka beranak pinak di Suriah hingga hari ini. Dan tidak mengejutkan jika para pejuang Palestina dari PFLP-GC di Yarmouk (cabang PFLP yang bermarkas di Gaza) dan Brigade al Quds (sayap militer Jihad Islam Palestina di Gaza) sejak awal konflik mengabdi pada Suriah dan bergabung dengan Tentara Arab Suriah melawan para teroris.

Sebuah strategi militer baru telah dimulai di Suriah. Hal ini merubah Suriah selama 15 tahun terakhir kepada sebuah kekuatan militer yang nyata yang lagi-lagi akan mengancam Israel, khususnya pada tingkat pengembangan roket dan persenjataan militer yang lain. Israel melihat ini sebagai ancaman besar. Roket-roket Khaibar M-302 buatan Suriah telah membantu Hizbullah dalam perang 2006 melawan Israel di Lebanon Selatan untuk menghujani Haifa dan kota-kota lain di Israel. Bahkan roket-roket yang sama juga telah digunakan para pejuang Muqawwamah Palestina seperti Hamas, Jihad Islam dan PFLP di Gaza yang membuat pertama kalinya dalam sejarah 1,5 juta Zionis masuk ke dalam bunker perlindungan bom. Suriah bukan hanya gerbang atau jembatan transportasi dan komunikasi antara pejuang Muqawwamah dan Iran, tapi Suriah adalah adalah pendukung nyata pejuang-pejuang resistensi di Lebanon dan Palestina. Suriah adalah bagian vital dalam perjuangan melawan Zionis!

Setelah Hamas diusir dari Jordania pada 1999, di saat negara-negara arab mengucilkan dan mengabaikan Hamas. Suriah membuka tangannya dan menyediakan ibukota negaranya untuk menjadi markas Hamas. Bashar al Assad membangunkan kantor pusat Hamas di Damaskus pada 2001, melalui markas ini Suriah rutin berkoordinasi menjalin cara menyuplai persenjataan kepada kelompok-kelompok Muqawwamah di Gaza, tidak hanya Hamas. Sebutkan jika Saudi, Turki dan Qatar pernah menyuplai senjata atau sebutir saja peluru untuk pejuang Palestina?

Mundur ke belakang kita bicara Libya. Di Libya bahkan tidak ada yang namanya Syi'ah, tapi nyatanya terjadi perang selama 4 tahun di sana. Para pemberontak takfiri dengan bekerjasama dengan NATO dan USA akhirnya berhasil membunuh pemimpin Sunni Muammar Qaddafi secara keji. Masih ingat kan saat itu media-media radikal macam Arrahmah, voa-islam dll menggelari Qaddafi sebagai Toghut, Fir'aun dll dan perjuangan mereka demi menegakkan Khilafah. Khilafah apa yang sudah tegak? Apa Anda tidak belajar dari pola permainan seperti ini?

Fakta Assad dan Syuriah Tak Terbantah
Fakta Assad dan Syuriah Tak Terbantah


Belajarlah dari sejarah wahai orang-orang yang berakal! [ed]

Dari : http://www.dutaislam.com/2015/12/fakta-assad-dan-syuriah-tak-terbantah.html

Kamis, 26 September 2013

Ali Fauzi Tobat karena Penanganan Manusiawi Kepolisian

Jakarta, PonPes Al-Amin Pabuaran. Mantan Napi Terorisme Ali Fauzi memandang pentingnya sikap manusiawi aparat kepolisian dalam menangani semua pelaku kejahatan termasuk pelaku kejahatan teror. Sikap manusiawi ini tidak mustahil mengubah jalan hidup pelaku kejahatan untuk berempati kepada manusia dan kemanusiaan.

Ia menyatakan bahwa polisi memang mempunyai peran penting untuk pertobatannya dari aksi-aksi teror.

Ali Fauzi Tobat karena Penanganan Manusiawi Kepolisian (Sumber Gambar : Nu Online)
Ali Fauzi Tobat karena Penanganan Manusiawi Kepolisian (Sumber Gambar : Nu Online)


Ali Fauzi Tobat karena Penanganan Manusiawi Kepolisian

Salah satu hal yang juga membuat saya sadar adalah sikap polisi yang memanusiakan saya saat dan setelah melakukan penangkapan terhadap saya, kata Ali Fauzi pada pendidikan singkat Penguatan Perspektif Korban dalam Peliputan Isu Terorisme bagi Insan Media yang diinisiasi Aliansi Indonesia Damai dan Yayasan Penyintas Indonesia (YPI) di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/5) malam.

Ketika ditanya apakah aksi terorisme di Indonesia akan terjadi lagi, Ali mengatakan selama masih ada proses regenerasi dan rekrutmen, masih ada peluang untuk adanya aksi terorisme.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Nah, siapa yang tahu proses itu masih berjalan? Adalah tugas kita bersama untuk mengantisipasi dan mencegah hal itu, terutama kalangan media masa, ujar Ali.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Ia menaruh harapan besar kepada media massa untuk berada di garda terdepan dalam membendung ektremisme dan radikalisme. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/68528/ali-fauzi-tobat-karena-penanganan-manusiawi-kepolisian

PonPes Al-Amin Pabuaran

Minggu, 30 September 2012

Islam Nusantara Perlu Kokohkan Metodologi

Surabaya, PonPes Al-Amin Pabuaran. Konsep Islam Nusantara terus diperbicangkan oleh akademisi, mahasiswa dan publik. Sebagai gagasan, Islam Nusantara harus dikokohkan dengan konstruksi epistemik dan metodologi agar dapat diterima publik muslim internasional.

Hal ini terekam dalam diskusi yang dihadiri oleh Prof. Dr. Masdar Hilmy dari UIN Sunan Ampel Surabaya, peneliti Islam Nusantara Munawir Aziz, dan Pradana Boy ZTF dari UMM Malang.

Islam Nusantara Perlu Kokohkan Metodologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Nusantara Perlu Kokohkan Metodologi (Sumber Gambar : Nu Online)


Islam Nusantara Perlu Kokohkan Metodologi

Agenda ini diselenggarakan di Auditorium UIN Sunan Ampel Surabaya, Rabu (7/9) atas prakarsa Perpustakaan UIN Surabaya, Mitra Firdaus, dan Penerbit Mizan. Dalam diskusi ini, mereka membahas buku Islam Nusantara: dari Ushul Fiqh hingga Paham Kebangsaan (Mizan, 2015) dan Islam Berkemajuan (Mizan).

Dalam diskusi ini, Munawir Aziz menjelaskan tentang sisi-sisi penting dari gagasan Islam Nusantara. "Islam Nusantara itu menjadi produk pengetahuan yang berakar pada tradisi masyarakat di negeri ini. Nusantara tidak sekadar konsep geografis, namun juga strategis dan ideologis," jelas Munawir.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Menurutnya, Islam Nusantara menjadi tawaran alternatif gagasan bagi publik muslim internasional di tengah konflik Timur Tengah dan kekacauan Turki.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Sementara Prof Dr Masdar Hilmy menjelaskan bahwa Islam Nusantara perlu diteruskan dengan menjelaskan teori dan epistemologinya. "Harus ada kiai-kiai dan akademisi NU yang fokus untuk membangun gagasan Islam Nusantara. Dengan demikian, Islam Nusantara menjadi konsep yang jelas dan dapat diterima publik internasional," terangnya.

Prof Masdar Hilmy adalah santri Kiai Mashum Lasem dan merupakan Asisten Direktur Pascasarjana UIN Sunan Ampel.

Dalam diskusi ini, mereka membahas sinergi Islam Nusantara dan Islam Berkemajuan yang dapat menjadi gagasan strategis bagi masyarakat muslim negeri ini. Islam Nusantara yang berkemajuan, inilah yang menjadi penerus gagasan untuk Islam yang damai, moderat, ramah dan toleran. (Firdaus/Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/71052/islam-nusantara-perlu-kokohkan-metodologi

PonPes Al-Amin Pabuaran

Sabtu, 29 September 2012

Renungan Akhir Tahun KH Mustofa Bisri (Gus Mus)

PonPes Al-Amin Pabuaran - Ini adalah reningan akhir tahun dari mutiara kata KH Mustofa Bisri atau Gus Mus. Di tengah iklim politik negeri yang makin mudah dipecah belah dengan berita hoax dan ujaran kebencian, pesan Gus Mus layak dijadikan bahan renungan menuju lembaran baru awal 2017 agar tidak membuka tahun dengan melaknati langit. Berikut pesan-pesan Gus Mus.

Renungan Akhir Tahun KH Mustofa Bisri (Gus Mus)
Renungan Akhir Tahun KH Mustofa Bisri (Gus Mus)


1. Kebenaran kita berkemungkinan salah, kesalahan orang lain berkemungkinan benar. Hanya kebenaran Tuhan yang benar-benar benar.

2. Kalau Anda boleh meyakini pendapat Anda, mengapa orang lain tidak boleh.

3. Jangan banyak mencari banyak, carilah berkah. Banyak bisa didapat dengan hanya meminta. Tapi memberi akan mendatangkan banyak dan berkah.

4. Tidak ada alasan untuk tak bersedekah kepada sesama. Karena sedekah tidak harus berupa harta. Bisa berupa ilmu, tenaga, bahkan senyum.

Baca: Gus Mus Kecam Pendakwah yang Main Hakim Sendiri

5. Apa yang kita makan, habis. Apa yang kita simpan, belum tentu kita nikmati. Apa yang kita infakkan justru menjadi rizki yang paling kita perlukan kelak.

6. Abadikan kebaikanmu dengan melupakannya.

7. Tawakkal mengiringi upaya. Doa menyertai usaha.

8. “Berkata baik atau diam” adalah pesan Nabi yang sederhana tapi sungguh penting dan berguna untuk diamalkan dan disosialisasikan.

9. Janganlah setan terang-terangan engkau laknati dan diam-diam engkau ikuti.

10. Mau mencari aib orang? Mulailah dari dirimu !

11. Hati yang bersih dan pikiran yang jernih adalah suatu anugerah yang sungguh istimewa. Berbahagialah mereka yang mendapatkannya.

12.Meski sudah tahu bahwa memakai kaca mata hitam pekat membuat dunia terlihat gelap, tetap saja banyak yang tak mau melepaskannya.

13. Awalilah usahamu dengan menyebut nama Tuhanmu dan sempurnakanlah dengan berdoa kepadaNya.

14. Ada pertanyaan yang ‘tidak bertanya’; maka ada jawaban yang ‘tidak menjawab’. Begitu.

15. Sambutlah pagi dengan menyalami mentari, menyapa burung-burung, menyenyumi bunga-bunga, atau mendoakan kekasih. Jangan awali harimu dengan melaknati langit.

16. Wajah terindahmu ialah saat engkau tersenyum. Dan senyum terindahmu ialah yang terpantul dari hatimu yang damai dan tulus.

Ada banyak nilai dalam mutiara kata Gus Mus di atas. Terutama yang dikutip PonPes Al-Amin Pabuaran di sidebar kanan situs, yakni "janganlah setan terang-terangan engkau laknati dan diam-diam engkau ikuti". Ini adalah pukulan telak bagi mereka yang suka melaknati orang lain dengan cara-cara iblis (tak terpuji). Begitu. [PonPes Al-Amin Pabuaran]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/renungan-akhir-tahun-2016-kh-mustofa-bisri-gusmus.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Al-Amin Pabuaran sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Al-Amin Pabuaran. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Al-Amin Pabuaran dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock