Tampilkan postingan dengan label Wawancara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wawancara. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Februari 2017

PBNU Meminta Konflik PKB Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Jakarta, PonPes Al-Amin Pabuaran. PBNU meminta agar perseteruan antara PKB Matori dan PKB Alwi Sihab dapat diselesaikan secara kekeluargaan agar tidak menimbulkan konflik pada tingkat bawah.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua PBNU H Ahmad Bagdja seusai rapat konsultasi antara DPP PKB Alwi Sihab dengan PBNU di kantor PBNU.

Bagdja mengatakan bahwa konstituen mereka adalah sama-sama warga NU jadi jika tidak dapat diselesaikan secara baik permasalahan tersebut dapat memicu konflik di tingkat bawah.

Bagdja meminta agar permasalahan diselesaikan dengan cara-cara NU karena apapun langkah-langkah yang dilakukan akan sangat mempengaruhi warga NU. Jangan sampai warga NU dirugikan karena friksi ini ungkapnya.

PBNU Meminta Konflik PKB Diselesaikan Secara Kekeluargaan (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Meminta Konflik PKB Diselesaikan Secara Kekeluargaan (Sumber Gambar : Nu Online)


PBNU Meminta Konflik PKB Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Namun demikian apapun langkah yang akan ditempuh PKB, NU tidak akan turut campur karena ini merupakan masalah politik praktis. NU tidak memiliki wewenang untuk turut campur dalam permasalahan ini.

Sebagai tambahan, dalam sidang pengadilan tahap pertama PKB Alwi Sihab dinyatakan sebagai pemenang namun demikian dalam pengadilan selanjutnya PKB Matori yang menang.

Solusi yang mungkin sampai saat ini adalah melanjutkan persidangan sampai ke tingkat Mahkamah Agung dengan konsekuensi proses hukum yang lama atau membentuk sebuah partai baru yang memang sudah dipesiapkan oleh kubu Alwi dengan nama PKBI jika ia kalah.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Wakil sekjen DPP PKB Yahya C Staquf berkilah ketika ditanya tentang adanya kemungkinan islah antara dua kubu tersebut. Saat ini proses hukum masih berjalan dan masalah perpecahan kemungkinan besar dapat diselesaikan secepatnya sebelum batas akhir pendaftaran partai politik untuk mengikuti pemilu 2004 ke Depkeh HAM September mendatang ungkapnya.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Dalam pertemuan tersebut DPP PKB diwakili oleh Mahfud MD, Arifin Junaedi, Muhaimin Iskandar dan Yahya Staquf sedangkan pihak PBNU diwakili oleh H Ahmad Bagdja dan Wakil Sekjen Masduki Baidowi. (mkf)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/182/pbnu-meminta-konflik-pkb-diselesaikan-secara-kekeluargaan

PonPes Al-Amin Pabuaran

Rabu, 09 November 2016

Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Ketat 120 Pesilat

Kudus, PonPes Al-Amin Pabuaran. Menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) bulan depan, Pimpinan Cabang Pagar Nusa Kudus mengadakan seleksi pesilatnya di SMP NU Al-Maruf Kudus Jumat (7/2) kemarin. Sebanyak 120 pesilat Pagar Nusa dari berbagai madrasah mengikuti seleksi ini.

Pengurus bidang Seni dan Budaya Pagar Nusa Kudus Rozikin menjelaskan, seleksi dimaksudkan mencari bibit-bibit atlet pesilat yang siap diterjunkan dalam Popda tahun ini. Dalam seleksi itu, para pesilat dari tingkat MTs/SMP maupun MA/SMA berkompetisi pada kategori seni dan laga tanding di semua kelas.

Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Ketat 120 Pesilat (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Ketat 120 Pesilat (Sumber Gambar : Nu Online)


Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Ketat 120 Pesilat

Mereka yang terbaik nanti dikirim menjadi peserta kontingen Pagar Nusa dalam Popda Kudus, katanya kepada PonPes Al-Amin Pabuaran Jumat (7/2).

Popda tahun ini akan mempertandingkan 7 kelas tingkat SMP dan 8 kelas tingkat SMA. Masing-masing perguruan pencak silat hanya bisa mengirimkan 2 atletnya di kelas seni dan tanding.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Kita berusaha keras sehingga Pagar Nusa mampu berprestasi lebih baik dari Popda sebelumnya. Bahkan kalau bisa, tahun ini kita bisa juara umum, kata Rozikin penuh optimis.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Setiap Popda, kata Rozikin, Pagar Nusa selalu mengirimkan atletnya untuk bersaing dengan 7 perguruan pencak silat lainnya. Tujuannya, menambah jam terbang para pesilat Pagar Nusa serta mempererat silatrurahmi antarperguruan silat di kabupaten Kudus.

Rozikin menyatakan rasa syukurnya atas keikutsertaan Pagar Nusa setiap tahunnya dalam kejuaraan bergengsi di Kudus. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/50041/hadapi-popda-pagar-nusa-kudus-seleksi-ketat-120-pesilat

PonPes Al-Amin Pabuaran

Selasa, 12 Januari 2016

Jelang Harlah NU, Muslimat NU Garut Gelar Lomba Pidato Keagamaan

Garut, PonPes Al-Amin Pabuaran. Muslimat NU Garut menyelenggarakan lomba pidato keagamaan di SMK Maarif Garut, Ahad (15/1). Perlombaan yang diikuti 40 peserta ini dimaksudkan untuk melihat potensi ceramah keagamaan di kalangan remaja NU khususnya pelajar di Garut.

Perlombaan ini diadakan untuk memperingati Maulid Nabi sekaligus menyongsong Harlah Ke-91 NU yang diinisiasi oleh PCNU Kabupaten Garut.

Jelang Harlah NU, Muslimat NU Garut Gelar Lomba Pidato Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Harlah NU, Muslimat NU Garut Gelar Lomba Pidato Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)


Jelang Harlah NU, Muslimat NU Garut Gelar Lomba Pidato Keagamaan

Salah seorang panitia, Yayah Haryawati, menegaskan, penyelenggaraan acara ini bertujuan untuk mengembangkan potensi anak muda sehingga pesertanya terbatas pada siswa dan siswi setingkat SLTA atau sederajat di Garut.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Acara ini diperlukan untuk mencari kader dan mengembangkan potensi anak-anak muda yang nantinya akan jadi penerus, untuk dai dan daiyah, kata Yayah saat diwawancarai di sela-sela kegiatan di SMK Maarif Garut.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Peserta berasal dari berbagai sekolah menengah atas dengan tiga juri, yaitu H Ahmad, H Samhari, dan Neneng. Semua peserta akan dinilai sesuai kebolehan dan penampilannya di panggung. Panitia akan mengumumkan tiga orang pemenang dalam kegiatan jalan sehat pada 29 Januari. Semua pemenang dari berbagai perlombaan akan turut diapresiasi pada hari tersebut.

Sebelumnya pada (11/1) pihak panitia menyelenggarakan musabaqah qiraatul kutub, yang disusul dengan lomba paduan suara dan lomba liwet pada (4/1). Pada 16-28 Januari panitia menggelar olimpiade sains dan seni (O2SNU) dan cerdas cermat. Sementara Musyawarah Kerja Cabang NU Garut II (Mukercab II) digelar pada Selasa (17/1).

Pada Ahad (15/1) panitia menutup perlombaan untuk mencari MWCNU dan Ranting NU terbaik sekabupaten Garut yang dibuka sejak (25/12/16) lalu. Sementara pada Selasa-Rabu (31/1-1/2) PCNU Garut akan menyelenggarakan puncak peringatan Harlah Ke-91 NU di Gedung PCNU Garut. (Rohmah Nashruddin/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/74660/jelang-harlah-nu-muslimat-nu-garut-gelar-lomba-pidato-keagamaan

PonPes Al-Amin Pabuaran

Jumat, 01 Januari 2016

Dituduh Makelar Tanah, Kiai Said: Dari Awal Sampai Akhir Bohong Semua

PonPes Al-Amin Pabuaran - Dalam perbincangan santai, hangat dan penuh canda yang berlangsung sekitar 17 menit di ruang tanfidziyah Gedung PCNU Jepara Jl. Pemuda 51 Jepara, pada Kamis (05/01/2017) petang, KH Said Aqil Siraj sempat ditanya oleh beberapa orang yang ikut dalam forum, utamanya soal fitnah yang akhir-akhir ini santer dimediakan oleh minhum.

Dituduh Makelar Tanah, Kiai Said: Dari Awal Sampai Akhir Bohong Semua
Dituduh Makelar Tanah, Kiai Said: Dari Awal Sampai Akhir Bohong Semua


"Yang jawab bukan saya, tapi Anda," ujar Kiai Said saat ditanya soal fitnah itu, kepada PonPes Al-Amin Pabuaran, yang kebetulan ikut di ruangan. Yang sangat besar fitnahnya adalah soal tanah di Malang. Kiai Said menyebut kalau fitnah makelar tanah di Malang itu bohong dari awal sampai akhir.

Kiai Said melanjutkan, berita (fitnah) itu katanya dari Saudara Subaryo SH. Akhirnya dibantah sendiri olehnya kalau ia tidak mengenal Said Aqil, tidak mengenal H Qosim, tidak pernah diwawancarai wartawan yang menulis, lalu pindah ceritanya ke Kiai Luthfi yang katanya pernah satu mobil dengan Kiai Said, "kapan pernah satu mobil," tanyanya yang kemudian disambut keheranan seisi ruang.

"Gedung Seminar itu sejak saya pulang dari Timur Tengah, sudah ada, dari awal, ceritanya bohong semua itu, dengan H Qosim saya tidak kenal, Subaryo juga membantah kenal Said Aqil, keluarga korban juga membantah," ujar Kiai Said petang itu kepada puluhan pengurus NU Cabang yang ikut, didampingi KH Ubaidillah Nur Umar, Rais Syuriah PCNU Jepara dan KH Hayatun, Ketua PCNU Jepara.

"Orang kalau diangkat oleh Allah, bangun tidur itu sudah fitnah, jenengan tidak kuat, saya juga tidak kuat," kata Habib Farid kepada PonPes Al-Amin Pabuaran. Ia menyarankan kepada kru redaksi PonPes Al-Amin Pabuaran yang hadir di situ agar menulis klarifikasi Kiai Said karena hapenya jadul. Hahaha. Siap Habib, sudah jadi! [PonPes Al-Amin Pabuaran]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/dituduh-makelar-tanah-kiai-said-dari-awal-sampai-akhir-bohong-semua.html

Jumat, 17 April 2015

21 April, Mengapa Harus Kartini?

Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia memperingatinya sebagai hari nasional, Hari Kartini. Hari Kartini semakin semarak ketika Presiden Soekarno ( 2 Mei 1964) memberi anugerah Kartini sebagai Pahlawan Nasional. Bagi Bung Karno, Kartini layak mendapatkan gelar tersebut sebab jasanya yang mengentaskan perempuan nusantara dari kungkuman keterbelakangan pendidikan.

21 April, Mengapa Harus Kartini?
21 April, Mengapa Harus Kartini?


Dalam menilai Kartini, ada dua kubu yang berbeda pendapat. Sebagian melolak Kartini sebab ia tidak lain adalah didikan Belanda, yang menindas bangsa Indonesia. Sebagian lagi menerima tanpa mempermasalahkan siapa itu Kartini secara mendalam. Mereka hanya melihat jasa besar yang ditorehkan Kartini dalam emansipasi wanita, terlebih dunia pendidikan.

Orang yang tidak setuju dengan adanya Kartini membandingkan dengan pahlawan perempuan yang berjasa untuk bangsa Indonesia semisal Cut Nyak Dien, Tengku Fakinah, Cut Mutia, Pecut Baren, Pocut Meurah Intan, Cutpo Fatimah, Rohana Kudus, Dewi Sartika, Fatimah binti Abdus Shomad, dan Fatimah binti Abdul Wahhab Bugis. Semua perempuan ini berjasa terhadap bangsanya, bukan hanya dalam upaya melawan penjajah, akan tetapi dunia pendidikan pun dijalaninya.

Mengkaji kebesaran nama Kartini memang tidak bisa dipisahkan dari peran Belanda. Mereka sangat berjasa memfasilitasi Kartini dan mengenalkan Kartini, hingga karyanya (dalam kumpulan surat-suratnya berbahasa Belanda) diterjemah dalam berbagai bahasa, Inggris, Perancis, Indonesia, Jawa, Arab, dan Jerman. Belanda ingin membuktikan bahwa selain menjajah mereka juga berbuat jasa mencerdaskan kehiudupan pribumi dengan politik etisnya setelah lama digencarkan rodi-rodi dan tanam paksa. Mereka ingin membuktikan bahwa jasanya lebih besar dibanding dengan penderitaan yang ditumpahkan.

Tanpa menelisik kekurangan-kekurangan Kartini sebagai manusia biasa, ada kelebihan yang tidak diimiliki oleh perempuan lain, baik pendahulunya, maupun perempuan di masa mendatang. Kartini adalah sosok yang cerdas, putri bangsawan, dan mempunyai pemikiran besar yang dituangkan dalam karya tulis, yang senantiasa menginspirasi generasi setelahnya.

Ia sangat gigih melawan ketidak adilan pemerintah Hindia Belanda dan memperjuangkan hak perempuan untuk menerima pendidikan sebagaimana laki-laki. Hak pendidikan perempuan yang didengunkan Kartini bukan untuk menyaingi laki-laki, akan tetapi agar perempuan bisa memenuhi kuwajibannya sebagai ibu, orang yang pertama akan pendidik manusia. Jika seorang ibu sudah terbelakangkan pendidikannya, maka bagaimana dengan anaknya. Kartini sangat mewanti-wanti masalah tersebut. Pendidikan yang digagasnya bukan hanya diperuntukkan kaum bangsawan, namun semebar untuk semua kalangan. Ia tidak menyukai pengkotakan yang tidak memanusiakan manusia.

Bukan hanya membela bangsanya, melalui penanya, ia membela agamanya (Islam). Ia berkata, “Usahakan zending itu, tetapi tidak dengan menashranikan orang!” Dengan teguh ia membela agamanya. Bahkan dengan lantang ia menyuarakan gelar yang diidamkan selama hidupnya, yaitu menjadi “Hamba Allah”, sebuah sematan yang diburu para nabi, rasul, ulama, dan ahli ibdah untuk mendapatkan derajat tinggi di sisi Allah.

Atas jasa besar yang ditorehkan Kartini, banyak orang yang terinsiprasi darinya. Setelah terbitnya Door Duisternis Tot Licht ini (1911), berbondong-bondong lembaga pendidikan perempuan berdiri, semisal sekolah Kartini di Semarang (1912), Pondok Pesantren Putri Denanyar asuhan Kiai Bisry Syansuri, dan Pondok Pesantren Putri Sablak (1921) asuhan Ibu Nyai Khairiyah. Karena pengaruh kuat Kartini, ada salah satu pengasuh perempuan yang dijuluki “Kartini dari Jombang”, yaitu Ibu Nyai Abidah, putri Ibu Nyai Khairiyah.

Pengaruh Kartini atas emansipasi pendidikan perempuan telah menginspirasi Ibu Nyai Khairiyah untuk mengusulkan agar di Dar al-Ulum Makkah al-Mukarramah (Saudi Arabia) dibuat lembaga pendidikan untuk perempuan disamping lembaga pendidikan laki. Usul itu diterima oleh suaminya, Syaikh Muhaimin al-Lasemi (Rektor Dar al-Ulum). Karena jasa Ibu Nyai Khairiyah dalam memproklamirkan pendidikan perempuan pertama di Saudi Arabia, namanya diabadikan menjadi sebuah perguruan tinggi, Universitas Khairiyah.

Amirul Ulum, sejarawan muslim, penulis buku “Kartini Nyantri”

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/04/21-april-mengapa-harus-kartini.html

Sabtu, 20 Juli 2013

Ramadhan, Masyarakat Serbu Pedagang Takjil

Probolinggo, PonPes Al-Amin Pabuaran. Datangnya bulan Ramadhan tidak bisa dilepaskan dari keberadaan pedagang takjil. Para pedagang ini memperoleh keuntungan yang berlipat dibandingkan dengan hari biasanya. Sebab, masyarakat yang sehari-harinya sibuk, cukup mencari pedagang takjil.

Demikian juga dengan alun-alun kota Kraksaan kabupaten Probolinggo, Selasa (1/7) sore. Para pedagang takjil ini sudah membeberkan dagangannya mulai pukul 14.00 WIB. Untuk menu berbuka puasa, tersedia banyak pilihan yang disiapkan mereka.

Ramadhan, Masyarakat Serbu Pedagang Takjil (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Masyarakat Serbu Pedagang Takjil (Sumber Gambar : Nu Online)


Ramadhan, Masyarakat Serbu Pedagang Takjil

Di sisi selatan alun-alun kota Kraksaan ini, para pedagang takjil ini sudah mulai menempati lokasi sejak sehari sebelum puasa. Mereka menyajikan berbagai aneka menu takjil mulai dari menu pembuka hingga penutup untuk buka puasa.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Jumaati, seorang pedagang takjil asal desa Pajarakan Kulon kecamatan Pajarakan menyatakan, dirinya berjualan takjil setiap tahun sejak awal Ramadhan. Jika dibandingkan dengan har-hari biasanya, penghasilan yang diperolehnya terbilang meningkat drastis.

Menjelang berbuka puasa, masyarakat yang tidak sempat memasak banyak berbelanja di sini. Tetapi biasanya saya berjualan hingga habis Maghrib. Setelah itu saya pulang. Hasilnya lumayan untuk persiapan memenuhi kebutuhan hari raya, ujar Jumaati.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Pemandangan serupa terlihat di sepanjang jalan Pahlawan kota Probolinggo. Di sini para pedagang takjil berjajar menyambut para pembeli yang melintas di jalan tersebut. Berbagai aneka masakan mulai dari rujak manis, mendol, pepes, dadar jagung, sayur asem hingga sayur bening dan berbagai masakan siap saji lainnya.

Yang dijual adalah menu untuk berbuka puasa. Masakan siap saji. Sehingga pembeli tinggal memakannya ketika sudah waktu berbuka tiba, terang Sulastri, salah satu pedagang takjil asal desa Kanigaran kota Probolinggo.

Menurut Sulastri, dagangannya sering habis ketika menjelang berbuka puasa. Begitu setelah Maghrib, dirinya sudah bisa bergegas pulang dan bersiap menjalankan ibadah sholat Taraweh bersama keluarganya.

Alhamdulillah hasilnya lumayan untuk menambah rizki di bulan puasa. Mungkin inilah barokahnya bulan Ramadhan, jelasnya.

Keramaian menjelang buka puasa juga terjadi di alun-alun kota Probolinggo. Bedanya, para pedagang di sini hanya menyediakan makanan pokok mulai dari pedagang nasi, soto, mie ayam dan bakso.

Kalau di sini, disediakan menu utama. Bulan Ramadhan benar-benar memberikan berkah luar biasa, ujar Effendi, salah satu pedagang. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/53015/ramadhan-masyarakat-serbu-pedagang-takjil

Minggu, 14 April 2013

Hadits Dhoif Tetap Ucapan Nabi

PonPes Al-Amin Pabuaran - Akhir zaman ini kita sering membaca atau mendengar seseorang yang melarang muslim lain untuk mengamalkan sebuah amal tertentu dengan alasan Haditsnya dhoif (dhaif). Bagaimanakah sebenarnya hukum mengamalkan hadits dhoif? Benarkah umat Islam dilarang untuk mengamalkan hadits dhoif?

Secara garis besar, hadits dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu hadits Shahih, Hasan dan Dhoif. Berdasarkan pengelompokan ini, maka semua ulama telah bersepakat bahwa hadits dhoif adalah hadits, artinya ia juga ucapan, perbuatan atau pernyataan Nabi Muhammad saw.

Hadits Dhoif Tetap Ucapan Nabi - PonPes Al-Amin Pabuaran
Hadits Dhoif Tetap Ucapan Nabi - PonPes Al-Amin Pabuaran


Hadits Dhoif Tetap Ucapan Nabi



Hadits Dhoif Tetap Ucapan Nabi - PonPes Al-Amin Pabuaran
Hadits Dhoif Tetap Ucapan Nabi - PonPes Al-Amin Pabuaran


Hadits Dhoif Tetap Ucapan Nabi

Dengan kata lain, hadits dhoif adalah hadits - bukan ucapan yang dibuat-buat - serta dinisbatkan kepada Nabi, bukan hadits palsu. Adapun hadits plasu di dalam ilmu hadits disebut dengan nama Hadits maudlu', bukan dhaif.

Singkat kata, hadits dhoif adalah ucapan Nabi Muhammad saw yang diwaspadai tingkat kebenarannya dikarenakan perawi atau yang meriwayatkannya memiliki beberapa kekurangan menurut ulama hadits. Namun di sisi lain, para ulama juga tidak menyangkal bahwa bisa jadi perawi yang diragukan tersebut memang benar-benar menyampaikan hadits Nabi apa adanya. Karena itu para ulama tidak mendustakan hadits dhoif dan tidak pula serta-merta membenarkan hadits dhoif. Mereka memilih sikap berhati-hati.

Satu hal yang harus dimengerti adalah tidak ada satupun ulama hadits yang berani menafikan keseluruhan hadits dhoif. Sebab, menuduh seluruh Hadist Dhoif sebagai hadits yang palsu berarti seseorang telah mendustakan ucapan Rasulullah saw dan menyebabkan seseorang tersebut menjadi kufur.

Lalu bagaimanakah sikap para ulama terhadap hadits dhoif, apakah mereka membuang dan memberangusnya, ataukah mereka memakainya dan mengamalkannya?

Dalam hal ini, secara garis besar para ulama terbagi ke dalam tiga kelompok, Pertama, kelompok yang menerima hadits hhoif secara mutlak bahkan untuk menentukan hukum Islam. Kedua, kelompok yang menganjurkan untuk mengamalkan hadits dhoif, selama hadits tersebut berisi nasehat dan ajakan-ajakan kebaikan (aadhilah amal), bukan Hadits tentang suatu hukum (red: misal untuk menentukan hukum halal-haram; sah-tidak sah;wajib/haram;dalil aqidah tentang Ketuhanan). Ketiga, kelompok yang menolak pengamalan hadits dhoif secara mutlak.

Mayoritas ulama Islam memilih untuk berada dalam kelompok tengah-tengah atau kelompok kedua, yaitu mereka yang menganjurkan untuk mengamalkan hadits dhoif selama hadits tersebut berisi nasehat dan ajakan-ajakan kebaikan (fadhilah amal). Di antara tokoh yang terkenal tegas menyatakan hal ini adalah Imam Nawawi, seorang ulama madzhab Syafi'i.

Karya Imam Nawawi menjadi rujukan seluruh umat Islam hingga kini, di antara karya beliau yang sangat populer di dunia Islam khususnya di tanah air kita adalah Riyadlush Shalihin, Arba'in An-Nawawi dan Al-Adzkar.

Imam Bukhari, pengarang Sahih al-Bukhari bahkan tak segan-segan mencantumkan lebih dari 200 hadits dhoif di dalam bukunya yang berjudul Adabul Mufrad, buku yang berisikan adab keseharian seorang Muslim dalam mengarungi kehidupan dunia. Inil menunjukkan bahwa Imam Bukhari yang sangat mengerti mana shahih dan mana dhoif, beliau justru tidak alergi kepada hadits dhoif.

Cara Ibnu Katsir, seorang pakar Hadits dan sekaligus ahli tafsir, dalam tafsirnya yang sangat terkenal, bahkan juga mencantumkan begitu banyak hadits dhoif untuk memperkuat argumennya dalam menafsirkan sebuah ayat.

Imam Ahmad bin Hambal, pemuka madzhab Hambali yang menghapal satu juta hadits bahkan menyatakan, “Hadits dhaif itu lebih baik daripada qiyas.” Beliau bahkan menjadikan hadits dhoif sebagai landasan untuk menentukan sebuah ketentuan hukum saat tidak ditemukan Hadits Shahih yang menjelaskannya.

Kesimpulannya, hadits dhoif adalah ucapan Nabi, bukan hadits palsu, dan sehubungan dengan anjuran kebajikan dan arahan untuk beramal saleh. Mayoritsa ulama sepakat agar umat Islam mengamalkan hadits dlaif. [PonPes Al-Amin Pabuaran/ab]

Habib Novel bin Muhammad Alaydrus, pengasuh Majelis Ar-Raudhah, Solo

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/06/hadits-dhoif-tetap-ucapan-nabi.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Al-Amin Pabuaran sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Al-Amin Pabuaran. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Al-Amin Pabuaran dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock