Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Mei 2017

Kiai Malik Madani Ajak Muhasabah Nasional

Jakarta, PonPes Al-Amin Pabuaran. Banyaknya persoalan yang mendera bangsa Indonesia mulai dari korupsi, suap, asusila, kekerasan rumah tangga, dan segudang persoalan lainnya, menuntut warga Indonesia yang mayoritas beragama untuk mengintrospeksi diri. Mereka perlu mempertanyakan kembali sejauh mana makna keberagamaan itu sendiri.

Demikian dikatakan Katib Aam PBNU KH Malik Madani ketika ditanya PonPes Al-Amin Pabuaran perihal semangat harlah 91 tahun NU, Senin (19/5) malam.

Kiai Malik Madani Ajak Muhasabah Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Malik Madani Ajak Muhasabah Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)


Kiai Malik Madani Ajak Muhasabah Nasional

Kiai Malik menilai perhatian umat beragama terfokus pada kesalehan ritual. Umat beragama di Indonesia tampak hanya mengejar peribadatan formal. Mereka sudah merasa cukup beragama hanya dengan melakukan rutinitas ibadah formal.

Padahal, tujuan puncak dari agama ialah kesalehan moral baik secara individu maupun sosial. Tujuan pengutusan Nabi Muhammad Saw dimaksudkan untuk membenahi moral masyarakat yang bobrok.

PonPes Al-Amin Pabuaran

PonPes Al-Amin Pabuaran

Selain makarimal akhlaq, riwayat Ahmad menyatakan Rasulullah diutus untuk menyempurnakan shalihal akhlaq, kesalehan moral. Karena ritual itu wasilah, bukan tujuan, terang Kiai Malik.

Kalau pengamalan beragama berhenti pada kesalehan ritual, maka tidak heran banyak orang yang tampak rajin ibadah tetapi terjerumus dalam kejahatan sosial seperti korupsi atau melakukan praktik suap.

Mereka yang tidak pernah absen dalam ibadah formal, justru di lain pihak melakukan kejahatan-kejahatan, penipuan, dan kekerasan, kata Kiai Malik memberi contoh. Ia mengajak segenap warga Indonesia yang terkenal sebagai umat beragama untuk menyoal keberagamaannya.

Introspeksi ini bukan hanya ditujukan kepada para politikus dan pengusaha, tetapi juga masyarakat secara umum, tandas Kiai Malik. (Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/52120/kiai-malik-madani-ajak-muhasabah-nasional

PonPes Al-Amin Pabuaran

Kamis, 31 Maret 2016

PBNU Persilakan Ali Maschan Maju Jadi Cagub Jatim

Surabaya, PonPes Al-Amin Pabuaran. Ketua Umum PBNU KHA Hasyim Muzadi mempersilahkan Ketua PWNU Jatim Dr KH Ali Maschan Moesa MSi untuk maju menjadi calon gubernur (cagub) Jatim, karena hal itu merupakan hak.

"Itu (pencalonan) boleh, asalkan dia maju sebagai person tanpa membawa institusi, karena NU secara institusional memang tak boleh mengambil peran politik praktis. Kalau pengurus NU secara person nggak ada masalah," ujarnya di Surabaya, Minggu.

Ia mengemukakan hal itu usai berpidato dalam peringatan 100 hari wafatnya almarhum KHM Yusuf Hasyim (almarhum pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang yang akrab disapa Pak Ud) di kantor sekretariat PWNU Jatim di dekat Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.

Mantan Ketua PWNU Jatim itu menilai Ali Maschan boleh saja mencalonkan diri dan tak perlu meminta restu kepada PBNU, karena yang penting tidak membawa "bendera" NU dan saat mencalonkan diri langsung non-aktif.

PBNU Persilakan Ali Maschan Maju Jadi Cagub Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Persilakan Ali Maschan Maju Jadi Cagub Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)


PBNU Persilakan Ali Maschan Maju Jadi Cagub Jatim

"Beda dengan Ketua umum PBNU atau Rois Aam Syurian PBNU yang harus menyatakan berhenti terlebih dulu sebelum mencalonkan diri, sedangkan untuk tingkat PWNU (propinsi) ke bawah harus non-aktif dengan menaikkan pengurus di bawahnya untuk menggantikan," ucapnya.

Hal yang sama, kata pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-HIkam, Malang itu, juga berlaku untuk jabatan eksekutif. "Bupati atau Walikota juga dilarang menjadi orang pertama di NU seperti Ketua Umum, tapi kalau orang kedua nggak apa-apa," tegasnya.

Oleh karena itu, Hasyim menyarankan masyarakat untuk menunggu proses pencalonan hingga final terlebih dulu dan jangan terpengaruh untuk ikut-ikutan sejak awal, agar tidak terombang-ambing.

PonPes Al-Amin Pabuaran

"Saya sendiri mendengar Ali Maschan masih ingin berkosentrasi ke Konperensi Wilayah (Konperwil) NU Jatim pada Oktober-Nopember 2007. Itu penting agar NU-nya nggak terbawa kemana-mana," katanya.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Ditanya tentang kemungkinan NU mengeluarkan fatwa kepada mnasyarakat agar tidak bingung saat cagub sudah ada secara definitif, ia menegaskan bahwa fatwa NU untuk politik praktis itu juga dilarang jika membawa NU secara institusi.

"Kalau ada pengurus NU mendukung calon A, maka dia tidak boleh pakai stempel atau bendera NU, dia boleh mendukung sebagai person. Kalau membawa bendera NU akan saya tindak," kilahnya.

Ketua PWNU Jatim KH Ali Maschan Moesa hingga kini banyak "dilamar" sebagai calon gubernur seperti dilakukan Ketua DPC PKB Gresik yang mendaftarkan ke DPW PKB Jatim, kemudian cagub yang beredar juga banyak "melirik" Ali Maschan untuk menjadi pendamping sebagai cawagub.

"Minggu lalu, PWNU Jatim sudah mengadakan rapat dan banyak pengurus dan para kiai yang keberatan," ujar Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Dr KH Ali Maschan Moesa MSi di Surabaya (24/4). (ant/eko)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/8848/pbnu-persilakan-ali-maschan-maju-jadi-cagub-jatim

Senin, 30 November 2015

Wirausaha, Muslimat Lampung Barat Akan Dirikan Pusat Oleh-oleh

Lampung Barat, PonPes Al-Amin Pabuaran. Pimpinan Pusat Muslimat NU memusatkan kegiatan pelatihan pengolahan kripik aneka rasa berbahan dasar umbi-umbian khas Lampung di kantor PCNU Lampung Barat. Kegiatan masih berlangsung dan akan berakhir pada 14 Desember besok.

Salah satu pengurus Muslimat NU, Mimin Nurhayati mengatakan, pihaknya memfasilitasi sebanyak 40 peserta untuk praktik khusus memproduksi makanan berbahan dasar pisang serta umbi-umbian, seperti singkong, ubi, dan sukun.

Wirausaha, Muslimat Lampung Barat Akan Dirikan Pusat Oleh-oleh (Sumber Gambar : Nu Online)
Wirausaha, Muslimat Lampung Barat Akan Dirikan Pusat Oleh-oleh (Sumber Gambar : Nu Online)


Wirausaha, Muslimat Lampung Barat Akan Dirikan Pusat Oleh-oleh

Dalam hal ini, Muslimat NU menghadirkan pelatih berpengalaman dari Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) setempat. Peserta dilatih membuat kripik dengan rasa bervariasi, seperti balado pedas manis, coklat, keju, original, dan lain-lain.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Nurbaeti, salah satu peserta dari Kecamatan Balik Bukit, mengaku senang dapat mengikuti pelatihan ini. Menurut ibu rumah tangga, kegiatan tersebut memberinya keterampilan dan peluang usaha sehingga dapat menambah penghasilan keluarga.

Perempuan yang akrab dipanggil Bu Ketut ini bertekad akan membuka usaha dengan kelompok usaha Muslimat lainnya dan memasarkannya melalui sekolah-sekolah atau majlis taklim di lingkungannya.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Saya tidak sabar mempraktikkan dan memasarkan hasil olahan kripik. Karena, kegiatan usaha ini merupakan solusi tepat untuk menambah atau membantu ekonomi keluarga, tetangga sekitar, dan umat, tutur Rahim, peserta lainnya.

Ketua PC Mulimat NU Lampung Barat Hj Heni mengatakan, pihaknya juga berencana akan membuka toko pusat oleh-oleh khas lampung di kantor PCNU. Posisi kantor yang terletak di Jalan Jendral Sudirman Kota Liwa Kecamatan Balik Bukit ini dinilai sangat strategis karena berada di pinggir jalan, tepat di lintas jalur Provinsi Sumatera. Gagasan ini mendapat dukungan dari ketua PCNU setempat.

Kegiatan ini dijadwalkan akan berlanjut dengan rencana tindak lanjut (RTL) pelatihan dan kegiatan usaha. Selain membuat terus mematangkan keteramplan, peserta akan dibina hingga memenuhi target. (Red: Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/56316/wirausaha-muslimat-lampung-barat-akan-dirikan-pusat-oleh-oleh

Rabu, 11 November 2015

Alumni Kempek di Indramayu Gelar Halal Bihalal

Indramayu, PonPes Al-Amin Pabuaran. Halal bihalal adalah salah satu adat bangsa Indonesia yang tidak bisa dipisahkan oleh umat Islam. Santri MTM Pesantren Kempek Cirebon yang tergabung dalam Persatuan Santri dan Alumni Dharma Ayu (Persada) juga menyelenggarakan halal bihalal.

Organisasi santri dan alumni asal Indramayu ini menyelenggarakan acara pada 23-24 Agustus 2012 bertepatan demgam 5-6 Syawal 1433 H di desa Jangga kec Losarang Kab Indramayu, di kediaman salah satu santri Kempek, A Tauficqqurrohman.

Alumni Kempek di Indramayu Gelar Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Kempek di Indramayu Gelar Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)


Alumni Kempek di Indramayu Gelar Halal Bihalal

Acara diisi dengan saling meminta maaf sesama alumni dan santri dengan bersalam-salaman, marhaban ala Kempekan, hadrah dan pengajian umum.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Acara ini dihadiri oleh para santri, alumni, perwakilan pemda Indramayu, ulama, dan pengasuh pesantren Kempek. Mewakili pesantren KH Muhammad bin Jafar, putra KH Jafar Shodiq Aqil Siroj sedangkan tausiyah disampaikan oleh KH Imron Rosyadi dari Karawang dan KH Syuban Maruf dari Subang.

Selanjutnya dibahas masalah keorganisasian Persada, yang merupakan organisasi alumni santri Kempek yang paling besar, bagaimana organisasi ini bisa terus menjalankan aktifitas kegiatan dengan baik membantu masyarakat.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Setelah semalaman beraktifitas, baru pada keesokan harinya, para alumni dan santri tersebut pulang ke rumahnya masing-masing.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/39422/alumni-kempek-di-indramayu-gelar-halal-bihalal

PonPes Al-Amin Pabuaran

Kamis, 10 September 2015

Agenda Tersembunyi Annas: Adudomba Anti Syiah

PonPes Al-Amin Pabuaran - Sejak terbentuknya Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS), bulan April 2014 di masjid al-Fajr bandung, provokasi tentang akan meledaknya perseteruan Sunni-Syiah semakin gencar.

Sesudah deklarasi di Bandung, berturut-turut mereka mendeklarasikan cabang-cabangnya di Garut, Tasikmalaya hingga Kalimantan. Mungkin sudah puluhan jumlahnya cabang mereka. ANNAS sendiri dikomandani seorang mantan jenderal dibelakangnya dengan beberapa orang yang menyebut diri mereka ulama.

Satu kejadian pernah terjadi di Bogor, ketika seorang ustad terkenal dengan suara seraknya, berseru “Jihad” akibat ia diserang sekelompok orang tak dikenal yang merasa ter-provokasi oleh spanduk anti Syiah. Sayangnya seruan itu sangat prematur dan tidak terjadi gerakan seperti yang diharapkan. Tetapi itu menjadi sebuah pertanda bahwa kejadian serupa akan diulang ketika mereka sudah matang dengan propaganda-propaganda berupa seminar, pengajian, majelis taklim, spanduk dan lain-lain. Provokasi akan dilakukan seolah-olah mereka mendapat serangan, untuk selanjutnya mereka berdalih membela diri dengan seruan perang.

8 November kemarin di Surakarta, mereka mengeluarkan poin-poin seminar bahwa Syiah siap melakukan kudeta di NKRI. Menurut mereka, Syiah dari lebanon sudah siap sedia di negeri ini untuk menunggu perintah dari Iran untuk melakukan kudeta. Konsep brainwashing mereka terapkan dengan memutar balik fakta bahwa ISIS adalah Syiah, memanfaatkan momentum peringatan pemerintah bahwa ISIS adalah teroris.

Lalu kenapa selain Syiah, mereka juga menggemborkan bangkitnya komunis bersama Syiah dan akan lakukan kudeta di Indonesia? Ini tidak lepas dari keterlibatan Rusia di suriah. Mereka mendoktrin bahwa Rusia itu Komunis, padahal faktanya Presiden Rusia adalah seorang Katolik yang taat. Mereka menyembunyikan data kepada umat bahwa Rusia bukan lagi Uni Sovyet, yang dulu berhaluan komunis.

Pertanyaannya, untuk apa mereka bersusah payah melakukan propaganda ini ? Jika melihat pola-pola yang sama di Timur-Tengah terutama Libya dan Suriah, isu Sektarian selalu dimainkan untuk satu tujuan yaitu menjatuhkan pemerintahan yang sah. Pola propaganda dilakukan untuk mencuci otak rakyat dan pada saat kebohongan berulang-ulang itu akhirnya diterima sebagai kebenaran, maka mereka akan memulai dengan gerakan mengatas-namakan rakyat.

Fungsi propaganda itu adalah memunculkan gerakan pro dan kontra di tengah rakyat. Sesudah pro dan kontra semakin tajam, lalu dibuatlah peristiwa-peristiwa yang akan melemahkan pemerintah seperti kerusuhan-kerusuhan di beberapa daerah sehingga terkesan negara tidak aman. Selain itu mereka bermain di pelemahan ekonomi, sehingga banyak yang merasa lapar.

Ketika kepercayaan masyarakat yang menurun kepada pemerintah semakin lebar, mereka mulai membenturkan pro dan kontra tersebut. Aparat-aparat pemerintah disusupi supaya terbelah. Berita-berita dibangun simpang siur sehingga banyak yang lemah akal bingung mana yang salah dan yang benar.

Kerusuhan meluas, dan seperti kita tahu di Libya berakhir dengan kejatuhan Muammar Qaddafi, meski di Suriah mereka belum berhasil menjatuhkan Bashar Assad. Jika gerakan rakyat belum berhasil seperti di Suriah, maka mereka akan menyerukan jihad ke internasional sehingga masuklah sipil militan dari berbagai negara untuk membantu menekan. Bashar Assad sendiri di propagandakan sebagai Syiah padahal bukan.

Kembali ke negara kita, pola yang sama mereka terapkan. Membalik fakta melalui berita-berita supaya banyak orang kebingungan, meruncingkan perbedaan agama supaya terjadi kerusuhan, dan kita sudah melihat bagaimana Tolikara dan Singkil berhasil dibakar. Diharapkan situasi ini akan memancing daerah lain untuk membalas dendam.

Mereka memetakan dengan baik situasi di beberapa daerah. Yang mayoritas kristen, di provokasi dengan membakar tempat ibadah muslim dan juga sebaliknya. Untuk daerah seperti Jawa, isu agama tidak selaku di daerah maka di munculkanlah isu mazhab seperti sunni dan Syiah. Jaringan dibangun dulu, untuk kemudian digerakkan sesudah dimunculkan momen yang tepat. Perhatikan, Bogor melarang kegiatan Asyura sedangkan Purwakarta melarang kegiatan anti Syiah. Terus di peruncing.

Investasi untuk membangun kondisi ini sangat mahal, karena melibatkan sumber daya manusia yang banyak dan waktu yang panjang. Tetapi mereka juga tidak memberikan dana secara gratis. Namanya investasi pasti ada waktu kembalinya. Mereka berharap ketika negara ini rusuh, maka mereka akan menguasai penuh sumber daya alam di Indonesia yang kaya seperti emas di Freeport dan Migas. Mereka juga akan kembali menguasai Petral yang sudah dibubarkan yang selama ini menguntungkan mereka 250 milyar per hari. Belum lagi lahan pangan dan lahan hutan.

Jadi, meskipun isu yang dibangun tentang Sunni-Syiah, ini murni bukan masalah sektarian tetapi imperialisme yang dibangun atas nama Sektarian. Kewaspadaan ini bukan hanya untuk Sunni, untuk Syiah tetapi juga agama lain, karena yang akan diserang adalah keutuhan negara kita. Indonesia akan dipecah-pecah, masing-masing provinsi akan menyatakan merdeka. Ketika pecah, akan lebih mudah mereka menguasai daerah-daerah. Ingat anggota DPRD Riau yang pernah menyatakan akan keluar dari NKRI karena masalah asap?

Bagusnya pemerintah sangat tanggap akan hal ini. Dibangunnya infrastruktur-infrastruktur di luar Jawa menandakan bahwa pengembangan ekonomi akan diratakan di seluruh daerah sehingga tidak terkesan ekonomi terpusat ke Jawa yang membuat iri daerah.

Kita berpacu dengan waktu melawan pemikiran mereka. Indonesia akan menjadi Suriah ke 2 atau tidak, sepenuhnya tergantung kita.

Meski kita tertawa melihat begitu bodohnnya propaganda mereka, seperti Syiah sudah menyiapkan puluhan ribu pedang untuk kudeta atau puluhan ribu Syiah Lebanon sudah masuk Indonesia, tetapi jangan hilang waspada.

“Jangan pernah memandang remeh orang-orang bodoh dalam kelompok besar” kata George Calin. Ketika orang-orang dungu itu terprovokasi, maka mereka akan menjadi api yang membakar kemana-mana, tanpa memandang suku ataupun agama. Sebab mereka seperti Zombie yang tidak berakal dan di remote hanya untuk satu tujuan yaitu menghancurkan. Sudah terasa hambar kopinya? [PonPes Al-Amin Pabuaran]

Dari : http://www.dutaislam.com/2015/11/agenda-tersembunyi-annas-anti-syiah.html

Selasa, 21 April 2015

Baca Surat Al-Fath Awal Ramadhan Untuk Kelancaran Rizki

PonPes Al-Amin Pabuaran - Amalan ini penting namun jarang diketahui banyak orang. Padahal faidahnya banyak sekali. Membaca Surat al-fath pada malam pertama bulan Ramadhan akan mendapatkan kelapangan rizki selama setahun kemudian.

Baca Surat Al-Fath Awal Ramadhan Untuk Kelancaran Rizki
Baca Surat Al-Fath Awal Ramadhan Untuk Kelancaran Rizki


1. Telah disebutkan di dalam kitab Kanzun Najaah Was Surur, karya Syeikh ‘Abdul Hamid bin Muhammad ‘Ali bin ‘Abdul Qaadir al-Quddus al-Makki asy-Syafie tentang keutamaan membaca surat al-Fath pada malam awal Ramadhan.

Faedah Membaca Surah al-Fath Pada Malam Awal Ramadhan. Telah berkata Syaikh Abu Bakar an-Naisaaburi, "Aku telah mendengar Muhammad bin ‘Abdul Malik berkata, aku telah mendengar Yazid bin Harun berkata, aku telah mendengar as-Sam’udi berkata, 'Telah sampai kepadaku bahwa barangsiapa membaca surah al-Fath pada malam awal (malam pertama) Ramadhan di dalam sholat tathawwu’ (solat sunat), dia berada di dalam penjagaan Allah untuk tahun tersebut'.

2. Sulthonul Ulama' Al Habib Salim bin Abdullah Asy Syathiri berkata, "Hendaknya kita melakukan shalat di malam pertama bulan Ramadhan empat rakaat, yang dibaca untuk setiap rakaatnya satu maqra (tempat tanda bacaan) dari surah Al-Fath (Inna fatahna laka fathan mubina…). Diriwayatkan oleh Al- Khatib Asy-Syarbini bahwa barang siapa melakukan hal tersebut di awal malam Ramadhan, ia akan menjalani kehidupannya setahun dalam kebaikan dan berkecukupan. Hendaknya engkau melaku­kan hal itu".

(Catatan) Tentang membaca surat Al Fath di malam pertama bulan Ramadhan ini, penulis menyimpulkan cara pengamalan dari dua sumber di atas. Caranya, dirikanlah sholat sunat apapun di malam pertama Ramadhan, dan bacalah di dalam sholat tersebut (setelah membaca surah al-Fatihah), separuh daripada surat al-Fath dan sempurnakan separuhnya lagi di dalam rakaat kedua. Bisa dilakukan dua roka'at saja, atau empat roka'at.

3. Tersebut juga di dalam kitab al-Wasaailul asy-Syaafi’ah fi al-Adhkar an-Naafi’ah wa al-Auraad al-Jaami’ah wa ats-Tsimaar al-Yaani’ah wa al-Hujub al-Hariizah al-Maani’ah ‘an an-Nabiy صلى الله عليه وآله وسلم karya al-Imam al-‘Allamah as-Sayyid asy-Syarif al-Muhaddits al-Habib Muhammad bin ‘Ali Khirid al-‘Alawi al-Husaini at-Tarimi (wafat 960هـــ), halaman 474:

Dari Sayyidina Abdullah Ibnu ‘Umar رضي الله عنهما, Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم telah bersabda, "Telah diturunkan kepadaku semalam akan satu surah yang lebih kukasihi daripada segala apa yang terbit matahari atasnya (yakni dunia dan segala isinya), dan dianjurkan agar dibaca pada awal malam bulan Ramadhan. Maka bacalah dan ajarkan kepada anak-anak kalian, insyaaAllah mereka tidak akan ditimpa kesusahan".

4. Berkata Syeikh Hussin Qudri Martapura di dalam karyanya berjudul Senjata Mukmin, pada halaman 92: "Surah al-Fath. (Khasiatnya) barangsiapa membacanya 3 (tiga) kali pada malam permulaan timbul bulan Ramadhan, insyaAllah terpeliharalah ia di dalam setahunan itu dari marabahaya dan diluaskan rezekinya." [PonPes Al-Amin Pabuaran]

Silakan ketik Qabiltu di kotak komentar di bawah

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/06/baca-surat-al-fath-awal-ramadhan-untuk-kelancaran-rizki.html

Selasa, 09 Desember 2014

Habib Luthfi: Ketika Baca Bismillah Untuk Toko Laris Tapi Lupa Allah

PonPes Al-Amin Pabuaran - Sebetulnya Bab wilayah atau kewalian dalam kitab Jami' Ushul fi al-Auliya adalah hanya untuk pengetahuan kita semua. Dari pelajaran itu kita ambil poin-poinnya saja. Adapun ahwal (perbuatan) dan amaliah para wali Allah sulit untuk bisa kita takar.

Habib Luthfi: Ketika Baca Bismillah Untuk Toko Laris Tapi Lupa Allah
Habib Luthfi: Ketika Baca Bismillah Untuk Toko Laris Tapi Lupa Allah


Jangan ingin menjadi wali. Tapi yang seharusnya kita lakukan adalah bertanya, apa sebab beliau diangkat oleh Allah Swt. menjadi waliNya? Sebabnya hanya satu, yang terdiri dari dua hal, yakni ketaatannya kepada dua orangtua dan gurunya. Ini yang perlu kita tiru.

Kalau orang awam melakukan mujahadah malam, ibadah malam, membaca dzikir, membaca ayat sekian, membaca tasbih sekian, (hal itu dilakukan) menunggu kalau utangnya banyak, mendapat musibah dan cobaan. Atau (mendapat) sesuatu yang menjadikan susah pada dirinya, baru dia mencari kuncinya untuk mendekat kepada Allah Swt. Saat sudah berhasil terkadang lupa lagi pada Allah. Wajar-wajar saja karena kita tingkatannya orang awam, allahumma ma'lum, salah 3 dapatnya 7, salah 5 dapat(nilai)nya masih 8.

Tapi kalau tingkatan para wali Allah, benar semua malah dapatnya nol. Kenapa, karena tidak merasa. Apa yang telah dikerjakan tidak ke pribadi, melainkan dikembalikan semua dari dan kepada Allah Swt. Tidak merasa memiliki. Kalau menghadap kepada Allah Swt., ia melupakan semua yang sudah dibacanya, sudah dapat sekian khataman setiap malamnya, berdzikir sekian ribu kali. Beliau (wali Allah) tidak pernah mengingat-ingatnya di hadapan Allah Swt. Itu semata-semata ketaatan kepada Allah Swt.

Saat mendapatkan ijazah 'Bismillah' (misalnya) dari seorang kiai, dibaca sekian kali agar usahanya lancar, tokonya laris, rejekinya banyak, untungnya banyak, dlsb. Ketika dibaca (diamalkan) yang dibayangkan adalah usaha lancar, toko laris, rejeki dan untung yang banyak, ia lupa kepada Allah Swt. karena yang diingat adalah khasiatnya Bismillah (bukan Allah). Akhirnya mampir dulu, sehingga pantas jika tidak diberi langsung. Jika hatinya lepas (dari hal tersebut) dan betul-betul hanya ingat Allah, maka pasti akan diberi langsung.

Para wali Allah akan malu jika melakukan hal demikian. Para wali di hadapan Allah Swt. itu faqir, tidak merasa punya amaliah kebaikan sedikit pun dan tidak pula merasa bisa begini dan begitu. Hatinya selalu dibersihkan, tashfiyatul qulub watazkiyatun nufus, terus berusaha (bermujahadah) setiap malamnya.

Nah kalau tingkatan kita (awam), boro-boro. Alhamdulillah ada hadits Baginda Nabi Saw., "Kelak manusia akan dikumpulkan dengan orang-orang yang dicintainya." Kita bisa berdoa, "Allahumma amin". Semoga dikumpulkan bersama beliau, setiap shalat kita membaca "Ihdinasshirathal mustaqim". Dan berdoa (QS. an-Nisa ayat 69-70):

مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا ذَٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ عَلِيمًا

Kunci yang pertama taat kepada dua orangtua, ini tangga/pintu yang paling luar biasa. Yang kedua adalah taat kepada guru. Taat kepada dua orangtua bukan sekadar taat-taat saja. Tapi ketaatan itu selalu menggugah kembali jasa-jasa orangtua kita pada diri kita. Kalau kita sering dzikrul walidain, mengingat dua orangtua, nasihatnya, bahkan jika sempat ditulis. Itu merupakan bagian dari dzikrul walidain, taat kepada dua orangtua. Karena dengan menceritakan kedua orangtua akan menambahkan kecintaan kepada mereka.

Nah bagaimana kalau Baginda Nabi Saw? Kalau kita sering membaca shalawat, otomatis akan semakin "dzikrun Nabiy" (mengingat Nabi), dan lama-lama akan muncul haya', malu kepada Baginda Nabi Saw.

Sifat manusiawi, timbul perasaan luar biasa jika cintanya kepada lawan jenis diterima. Dia akan menjaga cintanya betul-betul dan berusaha selalu jujur. Sangat takut putus cinta. Padahal diterimanya cinta tersebut dari lawan jenis tidak menjadi jaminan selamat dari siksa neraka. Tapi kepada dan dari Baginda Nabi Saw. itu menjadi jaminan, illa man aba (kecuali yang enggan/lari).

Ketika ayat turun, "Walasaufa yu'thika Rabbuka fatardha", Rasulullah tidak ridha kalau salah satu ummatnya masuk ke dalam api neraka, kecuali orang yang "aba", yang lari dari Baginda Nabi Saw. Jaminan bagi yang cinta kepada Nabi Saw., pasti akan mendapatkannya sebagaimana permintaan Nabi Saw. kepada Allah Swt. Anehnya, kita tidak pernah takut putus cinta kepada Baginda Nabi Saw.

Padahal saat seseorang putus cinta dengan lawan jenisnya, dia gandrung, bikin puisi sendiri, bikin sajak sendiri. Kalau dengar lagu-lagu yang berkenaan dengan waktu dia bercinta dengan seseorang masih terngiang sekalipun bagi orang lain tidak enak. Tapi orang ini senang karena lagu itu mempunyai kenangan, dingat-ingat terus. Masa' dengan Baginda Nabi Saw. tidak, aneh bin ajaib, mestinya kita harus takut putus cinta dengan Baginda Nabi Saw.

Berangkat dari birrul walidain tadi dan berangkat dari taat kepada para masyayikh (guru) kita, itulah kunci-kuncinya. Meskipun ilmunya sundul langit jika dengan dua orang tuanya tidak taat, jangan diharap ilmunya manfaat. Begitu juga kaya sekaya apapun tapi sama orangtua tidak taat, jangan diharap dunianya barokah, bagai air yang cepat habis.

Maka dari itu kita tadi mendengarkan keterangan bab wilayah (kewalian), kita hanya mengambil khulashah (ringkasan) orang-orang yang diangkat oleh Allah Swt. menjadi para waliNya, yakni dengan birrul walidain dan taat kepada gurunya.

Itulah yang menjadi sebab mengantar dirinya mendapat "Ridhallah fi ridhal walidain". Kita kembalikan juga "Ridhallah fi ridha rasulih", untuk ummat. Dan kita mengharapkan ridha Rasulullah Saw., karena apakah ridha orangtua lebih bernilai dari ridha Nabi Saw.? Untuk bisa menggapai keridhaan Nabi Saw. harus mencapai keridhaan orangtuanya. Baru kita akan mencapai ridha Allah Swt. [PonPes Al-Amin Pabuaran]

Keterangan: Ulasan di atas adalah transkip keterangan yang disampaikan oleh Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya pada Pengajian Rutin Jum'at Kliwon, 20 Januari 2017. 

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/habib-luthfi-ketika-baca-bismillah-untuk-toko-laris-tapi-lupa-allah.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Al-Amin Pabuaran sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Al-Amin Pabuaran. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Al-Amin Pabuaran dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock