Tampilkan postingan dengan label Dzikir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dzikir. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Desember 2016

Sebelum Rasulullah SAW Meninggal

Sayyidina Rasulullah SAW telah jatuh sakit agak lama, sehingga kondisi beliau sangat lemah. Pada suatu hari Rasulullah SAW meminta Bilal memanggil semua sahabat datang ke Masjid.

Sebelum Rasulullah SAW Meninggal
Sebelum Rasulullah SAW Meninggal


Tidak lama kemudian, penuhlah Masjid dengan para sahabat. Semuanya merasa rindu setelah agak lama tidak mendapat taushiyah dari Sayyidina Rasulullah SAW, Beliau duduk dengan lemah di atas mimbar. Wajahnya terlihat pucat, menahan sakit yang tengah dideritanya.

Kemudian Rasulullah SAW bersabda: wahai sahabat2 ku semua! Aku ingin bertanya, apakah telah aku sampaikan semua kepadamu, bahwa sesungguhnya Allah SWT itu adalah satu-satunya Tuhan yang layak disembah? Semua sahabat menjawab dengan suara bersemangat: "Benar wahai Rasulullah Saw, Engkau telah sampaikan kepada kami bahwa sesungguhnya Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang layak disembah."

Kemudian Rasulullah SAW bersabda: Persaksikanlah ya Allah. Sesungguhnya aku telah menyampaikan amanah ini kepada mereka. Kemudian Rasulullah Saw bersabda lagi: Dan setiap apa yang Rasulullah sabdakan selalu dibenarkan oleh para sahabat. Akhirnya sampailah kepada satu pertanyaan yang menjadikan para sahabat sedih dan terharu. Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya, aku akan pergi menemui Allah Swt. Dan sebelum aku pergi, aku ingin menyelesaikan segala urusan dengan manusia. Maka aku ingin bertanya kepada kalian semua. Adakah aku berhutang kepada kalian? Aku ingin menyelesaikan hutang tersebut karena aku tidak mau bertemu dengan Allah dalam keadaan berhutang dengan manusia.

Ketika itu semua sahabat diam, dan dalam hati masing-masing berkata: Mana ada Sayyiduna Rasullullah SAW berhutang dengan kita, kamilah yg banyak berhutang kpd Beliau Sayyiduna Rasulullah Saw.

Sayyiduna Rasulullah SAW mengulangi pertanyaan itu sebanyak 3 kali. Tiba-tiba bangun seorang lelaki yg bernama UKASYAH, seorang sahabat mantan preman sblm masuk Islam, dia berkata : Ya Rasulullah, aku ingin sampaikan masalah ini. Seandainya ini dianggap hutang, maka aku minta engkau selesaikan. Seandainya bukan hutang, maka tidak perlulah engkau berbuat apa-apa.

Sayyiduna Rasulullah SAW berkata: Sampaikanlah wahai Ukasyah. Maka Ukasyah pun mulai bercerita: Aku masih ingat ketika perang Uhud dulu, satu ketika engkau menunggang kuda, lalu engkau pukulkan cambuk ke belakang kuda. Tetapi cambuk tsb tidak kena pada belakang kuda, tapi justru terkena pada dadaku, karena ketika itu aku berdiri dibelakang kuda yg engkau tunggangi wahai Rasulullah. Mendengar itu, Sayyiduna Rasulullah SAW berkata : Sesungguhnya itu adalah hutang wahai Ukasyah. Kalau dulu aku pukul engkau, maka hari ini aku akan terima hal yg sama. Dengan suara yg agak tinggi, Ukasyah berkata : Kalau begitu aku ingin segera melakukannya wahai Rasulullah. Ukasyah seakan-akan tidak merasa bersalah mengatakan demikian. Sedangkan ketika itu sebagian sahabat berteriak marah kepada Ukasyah. Sungguh engkau tidak berperasaan Ukasyah. Bukankah Baginda sedang sakit?? Ukasyah tidak menghiraukan semua itu.

Sayyiduna Rasulullah SAW meminta Bilal mengambil cambuk di rumah anaknya Sayyidatuna Fatimah. Bilal meminta cambuk itu dari sayyidatuna Fatimah, kemudian sayyidatuna Fatimah bertanya : Untuk apa Rasulullah meminta cambuk ini wahai Bilal?? Bilal menjawab dgn nada sedih : Cambuk ini akan digunakan Ukasyah untuk memukul Baginda Rasulullah, Terperanjat dan menangis sayyidatuna Fatimah seraya berkata : Kenapa Ukasyah akan memukul ayahku Rasulullah?? Ayahku sdg sakit, kalau mau mukul, pukulah aku anaknya. Bilal menjawab : Sesungguhnya ini adalah urusan antara mereka berdua. Bilal membawa cambuk tsb ke Masjid lalu diberikan kpd Ukasyah, setelah mengambil cambuk, Ukasyah menuju ke hadapan Baginda Rasulullah Saw. Tiba2 Sayyidina Abu bakar berdiri menghalangi Ukasyah sambilberkata : Ukasyah, kalau kamu hendak memukul, pukullah aku. Aku orang yg pertama beriman dgn apa yg Rasulullah SAW sampaikan. Akulah sahabtnya di kala suka dan duka. Kalau engkau hendak memukul, maka pukullah aku. Sayyiduna Rasulullah SAW : Duduklah wahai Abu Bakar. Ini urusan antara aku dg Ukasyah.

Ukasyah menuju kehadapan Sayyiduna Rasulullah Saw, kemudian sayyidina Umar berdiri menghalangi Ukasyah sambil berkata : Ukasyah, kalau engkau mau mukul, pukullah aku. Dulu memang aku tidak suka mendengar nama Muhammad, bahkan aku pernah berniat untuk menyakitinya, itu dulu. Sekarang tidak boleh ada seorangpun yg boleh menyakiti Baginda Rasulullah Muhammad. Kalau engkau berani menyakiti Baginda Rasulullah, maka langkahi dulu mayatku. Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW : Duduklah wahai Umar. Ini urusan antara aku dgn Ukasyah. Ukasyah menuju kehadapan Sayyiduna Rasulullah, tiba2 berdiri Sayyidina Ali bin Abi Tholib sepupu sekaligus menantu Rasulullah SAW. Dia menghalangi Ukasyah sambil berkata : Ukasyah, pukullah aku saja. Darah yg sama mengalir pada tubuhku ini wahai Ukasyah. Lalu dijawab oleh Sayyiduna Rasulullah SAW : Duduklah wahai Ali, ini urusan antara aku dgn Ukasyah.

Ukasyah semakin dekat dgn Rasulullah. Tiba2 tanpa disangka, bangkitlah kedua cucu kesayangan Rasulullah SAW yaitu sayyidina Hasan dan sayyidina Husen. Mereka berdua memegangi tangan Ukasyah sambil memohon. Wahai Paman, pukulah kami Paman. Kakek kami sedang sakit, pukulah kami saja wahai Paman. Sesungguhnya kami ini cucu kesayangan Baginda Rasulullah, dgn memukul kami sesungguhnya itu sama dgn menyakIiti kakek kami, wahai Paman. Lalu Sayyiduna Rasulullah SAW berkata : Wahai cucu2 kesayanganku duduklah kalian. Ini urusan Kakek dgn Paman Ukasyah.

Begitu sampai di tangga mimbar, dgn lantang Ukasyah berkata : Bagaimana aku mau memukul engkau ya Rasulullah. Engkau duduk di atas dan aku di bawah. Kalau engkau mau aku pukul, maka turunlah ke bawa sini. Sayyiduna Rasulullah SAW memang manusia terbaik Kekasih Allah itu meminta beberapa sahabat memapahnya ke bawah. Sayyidina Rasulullah Saw didudukkan pada sebuah kursi, lalu dengan suara tegas Ukasyah berkata lagi : Dulu waktu engkau memukul aku, aku tidak memakai baju, Ya Rasulullah, Para sahabat sangat geram mendengar perkataan Ukasyah.Tanpa berlama2 dlm keadaan lemah, Sayyidina Rasulullah membuka bajunya. Kemudian terlihatlah tubuh Rasulullah yg sangat indah, sedang beberapa batu terikat di perut Rasulullah pertanda Rasulullah sedang menahan lapar.

Kemudian sayyiduna Rasulullah SAW berkata : Wahai Ukasyah, segeralah dan janganlah kamu berlebih2an. Nanti Allah akan murka padamu. Ukasyah langsung menghambur menuju Baginda Rasulullah SAW, cambuk di tangannya ia buang jauh2, kemudian ia peluk tubuh Rasulullah SAW seerat-eratnya. Sambil menangis sejadi2nya, Ukasyah berkata : Ya Rasulullah, ampuni aku, maafkan aku, mana ada manusia yang sanggup menyakiti engkau ya Rasulullah. Sengaja aku melakukannya agar aku dapat merapatkan tubuhku dgm tubuhmu. Seumur hidupku aku bercita2 dapat memelukmu. Karena sesungguhnya aku tahu bahwa tubuhmu tidak akan dimakan oleh api neraka. Dan sungguh aku takut dengan api neraka.

Maafkan aku ya Rasulullah, Sayyiiduna Rasulullah SAW dgn senyum berkata : Wahai sahabat2ku semua, kalau kalian ingin melihat ahli Surga, maka lihatlah Ukasyah..! Semua sahabat meneteskan air mata, kemudian para sahabat bergantian memeluk Sayyiduna Rasulullah SAW.

Semoga tetesan air mata kita ini membuktikan kecintaan kita kepada Nabi Muhammad Sholallah 'Alaihi Wassalam sang Kekasih Allah SWT. Allahumma shollii 'alaa sayyidina Muhammad, wa 'ala alaih alihi washohbihi wabarik wasalim ajma'in. PonPes Al-Amin Pabuaran

Dari : http://www.dutaislam.com/2015/11/sebelum-rasulullah-saw-meninggal.html

Selasa, 23 Agustus 2016

98,1% Pemilih Setujui Referendum Konstitusi Mesir

Kairo, PonPes Al-Amin Pabuaran. Warga Mesir telah menyetujui amandemen konstitusi negara tersebut, dan ini merupakan kemenangan elektoral pertama bagi rezim yang didukung militer menyusul lengsernya Muhammad Mursi Juli lalu.

Amandemen konstitusi tersebut mendapat persetujuan 98,1% dari 38,6% pemilih yang hadir, ujar kepala Komisi Tinggi Pemilihan Umum Mesir. Angka itu melampaui jumlah orang yang setuju dan hadir dalam penyusunan piagam dalam masa satu tahun pemerintahan Presiden Muhammad Mursi.

98,1% Pemilih Setujui Referendum Konstitusi Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)
98,1% Pemilih Setujui Referendum Konstitusi Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)


98,1% Pemilih Setujui Referendum Konstitusi Mesir

Hasil itu setidaknya menunjukkan adanya fajar baru bagi Mesir, ujar Ehab Badawy, juru bicara kantor kepresidenan. Demikian dilaporkan oleh laman wall stret journal.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Setelah amandemen disetujui, Menteri Luar Negeri AS, John Kerry meminta para pejabat Mesir menerapkan ketentuan hak asasi manusia.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Amerika Serikat mendesak pemerintahan sementara Mesir menerapkan ketentuan mengenai HAM dan kebebasan yang dijamin oleh Undang Undang Dasar baru, ujarnya seperti dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri. Ia pun berkata, bukan satu satu suara yang menjadi penentu demokrasi, namun pelbagai langkah yang ditentukan setelahnya.

Menurut sejumlah kelompok dan aktivitas kemanusiaan, rendahnya jumlah pemilih golput menjadi gambaran mengenai berlanjutnya tekanan kepada kelompok penentang.

Isi UUD perubahan dipandang sama dengan sebelumnya dengan penekanan kekuatan militer, judisial, dan kepolisian.

Militer Mesir mengumumkan peta jalan setelah Mursi dilengserkan lewat kudeta berdarah.

Bulan lalu, pemerintahan sementara mengganggap Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok teroris.

Pemerintah pun mengeluarkan aturan unjuk rasa yang telah menjebak puluhan aktivis sekuler penentang peta jalan militer.

Kelompok kemanusiaan dan pengamat independen mengecam pemilu yang legitimasinya rusak berkat adanya kelompok dan suara penentang.

Sebelum referendum Selasa, sejumlah orang yang menyerukan golput ditangkap.

Transisi demokratis harus ditandai dengan adanya kebebasan lebih luas. Namun, hak demokratis warga sangat terhambat oleh warga Mesir sendiri, ujar Eric Bjornlund kepala misi pengamatan Demokrasi International. Tapi, masa pasca-referendum memberi peluang bagi adanya partisipasi politik lebih luas.

Menurut kelompok tersebut, tidak terdapat bukti penyelewengan sistematis. Namun, terdapat sejumlah cacat pemilu yang dapat berujung pada kondisi golput seperti jarak antarbilik pencoblosan yang terlalu dekat. (mukafi niam)

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/49560/981-pemilih-setujui-referendum-konstitusi-mesir

PonPes Al-Amin Pabuaran

Kamis, 25 Juni 2015

Korban Narkoba Tak Boleh Disembunyikan, Tapi Harus Dirawat

Bekasi, PonPes Al-Amin Pabuaran. Sesi workshop Peningkatan Kapasitas Tokoh Agama dalam Penanggulangan Penyalahgunaan Napza yang digelar Direktorat RSKP Napza Kemensos RI, Jumat (4/11)berlangsung meriah dan dinamis.

Peserta tak hanya antusias mengikuti pemaparan narasumber, salah satunya Staf Ali Mensos, Prof M Masud Said PhD, tapi juga aktif mengajukan beragam pertanyaan seputar narkoba terutama terkait penyembuhan korban.

Korban Narkoba Tak Boleh Disembunyikan, Tapi Harus Dirawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Korban Narkoba Tak Boleh Disembunyikan, Tapi Harus Dirawat (Sumber Gambar : Nu Online)


Korban Narkoba Tak Boleh Disembunyikan, Tapi Harus Dirawat

Ketua PCMNU Bojonegoro, Imroatul Azizah, menyoroti efektifitas terapi sosial yang dibutuhkan eks pengguna karena selama ini kehadiran mereka belum sepenuhnya diterima masyaraat. Hal sama ditanyakan Binti Muslikah dari PCMNU Way Kanan, Lampung serta Hj Munawaroh dari PCMNU Jakarta Utara seperti dikutip dari laman muslimat-nu.com.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Menjawab pertanyaan peserta, Prof Masud menuturkan, mindset keluarga yang anggota keluarganya terkena narkoba harus diubah.

Harusnya korban disembuhkan, bukan malah disembunyikan. Ini memang agak berat, tetapi Kemensos sudah membuat SOP (Standart Operating Prosedure). Konsultasikan jika menemukan orang yang terpapar ke IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor), katanya.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Kemensos, kata Prof Masud, memiliki 160 IPWL yang tersebar di 27 provinsi. Biaya operasional dibantu Kemensos dengan uang tenaga dan pelatihan, termasuk Abah Nyong (pemilik terapi metode rebus yang turut hadir dalam workshop).

Jika ada yang terpapar bisa dibawa ke IPWL dan dijamin gratis. Siapa yang membiayai? Pertama tentu pemilik terapi. Kedua dari Kemensos karena memang ada anggaran setiap tahun untuk rehabilitasi, tandasnya.

Menurut Prof Masud , terapi tidak hanya soal mental tapi juga fisik. Korban bakal disuruh lari, renang maupun TC (therapeutic community) agar badannya bergerak dan keluar keringat keluar.

Kalau keringat keluar maka zat-zat adiktif juga ikut keluar. Tapi kalau anak di kamar saja, mikirnya menjadi nggak karu-karuan dan bisa bunuh diri, ujarnya.

Menariknya, Kemensos tak membatasi metode penyembuhan ke-160 IPWL. Selain metode rebus, ada pula metode yang meminta korban mengembangkan potensi apapun kesukaannya asal positif.

Sebab, kata Prof Masud, anak-anak nakal bisa saja bohong tapi kalau disuruh main musik, olahraga atau seni hasilnya bagus. Mereka punya talenta yang perlu dikembangkan tanpa harus dimarahi setiap hari karena dampaknya si anak justru bisa lari.

Pendekatan Kemensos itu holistik. Tak hanya kasih ayat sama hadits saja. Tentu bukan salah ayat dan hadits-nya, tapi cara menyampaikan tidak tepat dan tak jelas, katanya. Red: Mukafi Niam

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/72698/korban-narkoba-tak-boleh-disembunyikan-tapi-harus-dirawat

PonPes Al-Amin Pabuaran

Selasa, 21 April 2015

Baca Surat Al-Fath Awal Ramadhan Untuk Kelancaran Rizki

PonPes Al-Amin Pabuaran - Amalan ini penting namun jarang diketahui banyak orang. Padahal faidahnya banyak sekali. Membaca Surat al-fath pada malam pertama bulan Ramadhan akan mendapatkan kelapangan rizki selama setahun kemudian.

Baca Surat Al-Fath Awal Ramadhan Untuk Kelancaran Rizki
Baca Surat Al-Fath Awal Ramadhan Untuk Kelancaran Rizki


1. Telah disebutkan di dalam kitab Kanzun Najaah Was Surur, karya Syeikh ‘Abdul Hamid bin Muhammad ‘Ali bin ‘Abdul Qaadir al-Quddus al-Makki asy-Syafie tentang keutamaan membaca surat al-Fath pada malam awal Ramadhan.

Faedah Membaca Surah al-Fath Pada Malam Awal Ramadhan. Telah berkata Syaikh Abu Bakar an-Naisaaburi, "Aku telah mendengar Muhammad bin ‘Abdul Malik berkata, aku telah mendengar Yazid bin Harun berkata, aku telah mendengar as-Sam’udi berkata, 'Telah sampai kepadaku bahwa barangsiapa membaca surah al-Fath pada malam awal (malam pertama) Ramadhan di dalam sholat tathawwu’ (solat sunat), dia berada di dalam penjagaan Allah untuk tahun tersebut'.

2. Sulthonul Ulama' Al Habib Salim bin Abdullah Asy Syathiri berkata, "Hendaknya kita melakukan shalat di malam pertama bulan Ramadhan empat rakaat, yang dibaca untuk setiap rakaatnya satu maqra (tempat tanda bacaan) dari surah Al-Fath (Inna fatahna laka fathan mubina…). Diriwayatkan oleh Al- Khatib Asy-Syarbini bahwa barang siapa melakukan hal tersebut di awal malam Ramadhan, ia akan menjalani kehidupannya setahun dalam kebaikan dan berkecukupan. Hendaknya engkau melaku­kan hal itu".

(Catatan) Tentang membaca surat Al Fath di malam pertama bulan Ramadhan ini, penulis menyimpulkan cara pengamalan dari dua sumber di atas. Caranya, dirikanlah sholat sunat apapun di malam pertama Ramadhan, dan bacalah di dalam sholat tersebut (setelah membaca surah al-Fatihah), separuh daripada surat al-Fath dan sempurnakan separuhnya lagi di dalam rakaat kedua. Bisa dilakukan dua roka'at saja, atau empat roka'at.

3. Tersebut juga di dalam kitab al-Wasaailul asy-Syaafi’ah fi al-Adhkar an-Naafi’ah wa al-Auraad al-Jaami’ah wa ats-Tsimaar al-Yaani’ah wa al-Hujub al-Hariizah al-Maani’ah ‘an an-Nabiy صلى الله عليه وآله وسلم karya al-Imam al-‘Allamah as-Sayyid asy-Syarif al-Muhaddits al-Habib Muhammad bin ‘Ali Khirid al-‘Alawi al-Husaini at-Tarimi (wafat 960هـــ), halaman 474:

Dari Sayyidina Abdullah Ibnu ‘Umar رضي الله عنهما, Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم telah bersabda, "Telah diturunkan kepadaku semalam akan satu surah yang lebih kukasihi daripada segala apa yang terbit matahari atasnya (yakni dunia dan segala isinya), dan dianjurkan agar dibaca pada awal malam bulan Ramadhan. Maka bacalah dan ajarkan kepada anak-anak kalian, insyaaAllah mereka tidak akan ditimpa kesusahan".

4. Berkata Syeikh Hussin Qudri Martapura di dalam karyanya berjudul Senjata Mukmin, pada halaman 92: "Surah al-Fath. (Khasiatnya) barangsiapa membacanya 3 (tiga) kali pada malam permulaan timbul bulan Ramadhan, insyaAllah terpeliharalah ia di dalam setahunan itu dari marabahaya dan diluaskan rezekinya." [PonPes Al-Amin Pabuaran]

Silakan ketik Qabiltu di kotak komentar di bawah

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/06/baca-surat-al-fath-awal-ramadhan-untuk-kelancaran-rizki.html

Selasa, 09 Desember 2014

Habib Luthfi: Ketika Baca Bismillah Untuk Toko Laris Tapi Lupa Allah

PonPes Al-Amin Pabuaran - Sebetulnya Bab wilayah atau kewalian dalam kitab Jami' Ushul fi al-Auliya adalah hanya untuk pengetahuan kita semua. Dari pelajaran itu kita ambil poin-poinnya saja. Adapun ahwal (perbuatan) dan amaliah para wali Allah sulit untuk bisa kita takar.

Habib Luthfi: Ketika Baca Bismillah Untuk Toko Laris Tapi Lupa Allah
Habib Luthfi: Ketika Baca Bismillah Untuk Toko Laris Tapi Lupa Allah


Jangan ingin menjadi wali. Tapi yang seharusnya kita lakukan adalah bertanya, apa sebab beliau diangkat oleh Allah Swt. menjadi waliNya? Sebabnya hanya satu, yang terdiri dari dua hal, yakni ketaatannya kepada dua orangtua dan gurunya. Ini yang perlu kita tiru.

Kalau orang awam melakukan mujahadah malam, ibadah malam, membaca dzikir, membaca ayat sekian, membaca tasbih sekian, (hal itu dilakukan) menunggu kalau utangnya banyak, mendapat musibah dan cobaan. Atau (mendapat) sesuatu yang menjadikan susah pada dirinya, baru dia mencari kuncinya untuk mendekat kepada Allah Swt. Saat sudah berhasil terkadang lupa lagi pada Allah. Wajar-wajar saja karena kita tingkatannya orang awam, allahumma ma'lum, salah 3 dapatnya 7, salah 5 dapat(nilai)nya masih 8.

Tapi kalau tingkatan para wali Allah, benar semua malah dapatnya nol. Kenapa, karena tidak merasa. Apa yang telah dikerjakan tidak ke pribadi, melainkan dikembalikan semua dari dan kepada Allah Swt. Tidak merasa memiliki. Kalau menghadap kepada Allah Swt., ia melupakan semua yang sudah dibacanya, sudah dapat sekian khataman setiap malamnya, berdzikir sekian ribu kali. Beliau (wali Allah) tidak pernah mengingat-ingatnya di hadapan Allah Swt. Itu semata-semata ketaatan kepada Allah Swt.

Saat mendapatkan ijazah 'Bismillah' (misalnya) dari seorang kiai, dibaca sekian kali agar usahanya lancar, tokonya laris, rejekinya banyak, untungnya banyak, dlsb. Ketika dibaca (diamalkan) yang dibayangkan adalah usaha lancar, toko laris, rejeki dan untung yang banyak, ia lupa kepada Allah Swt. karena yang diingat adalah khasiatnya Bismillah (bukan Allah). Akhirnya mampir dulu, sehingga pantas jika tidak diberi langsung. Jika hatinya lepas (dari hal tersebut) dan betul-betul hanya ingat Allah, maka pasti akan diberi langsung.

Para wali Allah akan malu jika melakukan hal demikian. Para wali di hadapan Allah Swt. itu faqir, tidak merasa punya amaliah kebaikan sedikit pun dan tidak pula merasa bisa begini dan begitu. Hatinya selalu dibersihkan, tashfiyatul qulub watazkiyatun nufus, terus berusaha (bermujahadah) setiap malamnya.

Nah kalau tingkatan kita (awam), boro-boro. Alhamdulillah ada hadits Baginda Nabi Saw., "Kelak manusia akan dikumpulkan dengan orang-orang yang dicintainya." Kita bisa berdoa, "Allahumma amin". Semoga dikumpulkan bersama beliau, setiap shalat kita membaca "Ihdinasshirathal mustaqim". Dan berdoa (QS. an-Nisa ayat 69-70):

مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا ذَٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ عَلِيمًا

Kunci yang pertama taat kepada dua orangtua, ini tangga/pintu yang paling luar biasa. Yang kedua adalah taat kepada guru. Taat kepada dua orangtua bukan sekadar taat-taat saja. Tapi ketaatan itu selalu menggugah kembali jasa-jasa orangtua kita pada diri kita. Kalau kita sering dzikrul walidain, mengingat dua orangtua, nasihatnya, bahkan jika sempat ditulis. Itu merupakan bagian dari dzikrul walidain, taat kepada dua orangtua. Karena dengan menceritakan kedua orangtua akan menambahkan kecintaan kepada mereka.

Nah bagaimana kalau Baginda Nabi Saw? Kalau kita sering membaca shalawat, otomatis akan semakin "dzikrun Nabiy" (mengingat Nabi), dan lama-lama akan muncul haya', malu kepada Baginda Nabi Saw.

Sifat manusiawi, timbul perasaan luar biasa jika cintanya kepada lawan jenis diterima. Dia akan menjaga cintanya betul-betul dan berusaha selalu jujur. Sangat takut putus cinta. Padahal diterimanya cinta tersebut dari lawan jenis tidak menjadi jaminan selamat dari siksa neraka. Tapi kepada dan dari Baginda Nabi Saw. itu menjadi jaminan, illa man aba (kecuali yang enggan/lari).

Ketika ayat turun, "Walasaufa yu'thika Rabbuka fatardha", Rasulullah tidak ridha kalau salah satu ummatnya masuk ke dalam api neraka, kecuali orang yang "aba", yang lari dari Baginda Nabi Saw. Jaminan bagi yang cinta kepada Nabi Saw., pasti akan mendapatkannya sebagaimana permintaan Nabi Saw. kepada Allah Swt. Anehnya, kita tidak pernah takut putus cinta kepada Baginda Nabi Saw.

Padahal saat seseorang putus cinta dengan lawan jenisnya, dia gandrung, bikin puisi sendiri, bikin sajak sendiri. Kalau dengar lagu-lagu yang berkenaan dengan waktu dia bercinta dengan seseorang masih terngiang sekalipun bagi orang lain tidak enak. Tapi orang ini senang karena lagu itu mempunyai kenangan, dingat-ingat terus. Masa' dengan Baginda Nabi Saw. tidak, aneh bin ajaib, mestinya kita harus takut putus cinta dengan Baginda Nabi Saw.

Berangkat dari birrul walidain tadi dan berangkat dari taat kepada para masyayikh (guru) kita, itulah kunci-kuncinya. Meskipun ilmunya sundul langit jika dengan dua orang tuanya tidak taat, jangan diharap ilmunya manfaat. Begitu juga kaya sekaya apapun tapi sama orangtua tidak taat, jangan diharap dunianya barokah, bagai air yang cepat habis.

Maka dari itu kita tadi mendengarkan keterangan bab wilayah (kewalian), kita hanya mengambil khulashah (ringkasan) orang-orang yang diangkat oleh Allah Swt. menjadi para waliNya, yakni dengan birrul walidain dan taat kepada gurunya.

Itulah yang menjadi sebab mengantar dirinya mendapat "Ridhallah fi ridhal walidain". Kita kembalikan juga "Ridhallah fi ridha rasulih", untuk ummat. Dan kita mengharapkan ridha Rasulullah Saw., karena apakah ridha orangtua lebih bernilai dari ridha Nabi Saw.? Untuk bisa menggapai keridhaan Nabi Saw. harus mencapai keridhaan orangtuanya. Baru kita akan mencapai ridha Allah Swt. [PonPes Al-Amin Pabuaran]

Keterangan: Ulasan di atas adalah transkip keterangan yang disampaikan oleh Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya pada Pengajian Rutin Jum'at Kliwon, 20 Januari 2017. 

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/habib-luthfi-ketika-baca-bismillah-untuk-toko-laris-tapi-lupa-allah.html

Minggu, 01 Juni 2014

Lakpesdam NU Batang Adakan Diskusi Peran Strategis Medsos

Batang, PonPes Al-Amin Pabuaran. Penyebaran paham radikalisme yang semakin luas akhir-akhir ini tidak lepas dari perkembangan teknologi informasi khususnya penggunaan media sosial seperti twitter, facebook, dan youtube. Hampir semua informasi dapat masuk kepada seseorang nyaris tanpa sensor melalui perangkat gawai seperti komputer tablet dan ponsel pintar yang semakin murah.

Oleh karena itu, PC Lakpesdam NU Batang pada 6 Juni 2015 lalu mengadakan Diskusi bertajuk Ideologisasi dan Peningkatan Kapasitas Aktivis Media Sosial NU untuk Mempromosikan Islam Rahmatan Lil Alamin di Gedung PCNU Batang, Jawa Tengah dengan Narasumber Savic Ali, Pimred PonPes Al-Amin Pabuaran dan Tata dari Sekretariat Jaringan Gusdurian.

Lakpesdam NU Batang Adakan Diskusi Peran Strategis Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Batang Adakan Diskusi Peran Strategis Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)


Lakpesdam NU Batang Adakan Diskusi Peran Strategis Medsos

Nur Faizin, Sekretaris PC Lakpesdam NU Batang menjelaskan, bahwa tujuan kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan para aktivis media sosial NU tentang strategi pemanfaatan media sosial sebagai sarana kampanye dan promosi Islam rahmatan lil aalamiin.

Dalam materinya, Savic Ali memaparkan, bahwa media sosial adalah produk zaman modern yang tidak bisa lagi dinafikan peran strategisnya dalam menyampaikan informasi. "Barangsiapa yang menguasai informasi, dialah yang akan menguasai dunia," tegas Savic.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Sedangkan, Tata dari Seknas Gusdurian menjelaskan bahwa gerakan di media sosial saja belumlah memadai untuk melakukan sebuah gerakan perubahan. "Harus disertai dengan gerakan di dunia nyata dengan mengonsolidasikan semua stakeholder," jelas Tata.

Wakil Ketua PCNU, Drs M Kamal Yusuf, menyambut baik dengan adanya kegiatan tersebut karena media sosial juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana dakwah. PCNU berharap kepada Lakpesdam NU untuk mengonsep strategi dakwah dengan pemanfaatan media sosial untuk menyebarkan ajaran Islam yang ramah ke seluruh penjuru dunia. (Arif Hakim/Fathoni)

PonPes Al-Amin Pabuaran

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/60061/lakpesdam-nu-batang-adakan-diskusi-peran-strategis-medsos

PonPes Al-Amin Pabuaran

Senin, 13 Agustus 2012

Foto 2006 Disebar Lagi Untuk Provokasi Kebencian Tionghoa

PonPes Al-Amin Pabuaran - Dalam sepekan ini beredar foto warga keturunan Tionghoa yang menggunakan atribut mirip pakaian Satuan Brimob Polda Sumut di jejaring sosial. Foto-foto itu menimbulkan pertanyaan besar. Banyak di antara netizen yang menyalahkan pemerintah.

Foto 2006 Disebar Lagi Untuk Provokasi Kebencian Tionghoa
Foto 2006 Disebar Lagi Untuk Provokasi Kebencian Tionghoa


Dalam foto tersebut sembilan orang warga keturunan Tionghoa terlihat berdiri rapi dalam pose berfoto.

Selain manggunakan baret, mereka juga menggunakan tanda kepangkatan plus sepatu hitam mengkilat.

Foto tersebut sempat dikaitkan dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Bhayangkara Indonesia (FBI) yang juga menggunakan seragam layaknya anggota Polri.

Mulai lencana, seragam hingga baret.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting, mengatakan ke sembilan orang tersebut memang mengunakan seragam satuan Brimob.

"Benar memang seragam yang digunakan tersebut milik Polri," katanya, Senin (19/12/2016).

Ke sembilannya orang yang diebut bermata sipit itu, kata Rina, adalah warga sipil yang mahir menggunakan peralatan musik dan tergabung dalam Korps Musik (Korsik) Brimob Polda Sumut. "Mereka adalah orang sipil yang menggunakan seragam polisi," ujarnya.

Menurutnya, mereka hanya menggunakan seragam pada moment tertentu di Polda Sumut. Dan mereka hanya tampil khusus untuk membawakan musik.

Namun, mantan Kapolres Binjai ini mengaku heran dengan kembali beredarnya foto tersebut. Dia mengatakan foto tersebut didokumentasikan pada tahun 2006. [PonPes Al-Amin Pabuaran]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/foto-2006-disebar-lagi-untuk-provokasi-kebencian-tionghoa.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Al-Amin Pabuaran sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Al-Amin Pabuaran. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Al-Amin Pabuaran dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock