Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Desember 2016

Sebelum Rasulullah SAW Meninggal

Sayyidina Rasulullah SAW telah jatuh sakit agak lama, sehingga kondisi beliau sangat lemah. Pada suatu hari Rasulullah SAW meminta Bilal memanggil semua sahabat datang ke Masjid.

Sebelum Rasulullah SAW Meninggal
Sebelum Rasulullah SAW Meninggal


Tidak lama kemudian, penuhlah Masjid dengan para sahabat. Semuanya merasa rindu setelah agak lama tidak mendapat taushiyah dari Sayyidina Rasulullah SAW, Beliau duduk dengan lemah di atas mimbar. Wajahnya terlihat pucat, menahan sakit yang tengah dideritanya.

Kemudian Rasulullah SAW bersabda: wahai sahabat2 ku semua! Aku ingin bertanya, apakah telah aku sampaikan semua kepadamu, bahwa sesungguhnya Allah SWT itu adalah satu-satunya Tuhan yang layak disembah? Semua sahabat menjawab dengan suara bersemangat: "Benar wahai Rasulullah Saw, Engkau telah sampaikan kepada kami bahwa sesungguhnya Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang layak disembah."

Kemudian Rasulullah SAW bersabda: Persaksikanlah ya Allah. Sesungguhnya aku telah menyampaikan amanah ini kepada mereka. Kemudian Rasulullah Saw bersabda lagi: Dan setiap apa yang Rasulullah sabdakan selalu dibenarkan oleh para sahabat. Akhirnya sampailah kepada satu pertanyaan yang menjadikan para sahabat sedih dan terharu. Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya, aku akan pergi menemui Allah Swt. Dan sebelum aku pergi, aku ingin menyelesaikan segala urusan dengan manusia. Maka aku ingin bertanya kepada kalian semua. Adakah aku berhutang kepada kalian? Aku ingin menyelesaikan hutang tersebut karena aku tidak mau bertemu dengan Allah dalam keadaan berhutang dengan manusia.

Ketika itu semua sahabat diam, dan dalam hati masing-masing berkata: Mana ada Sayyiduna Rasullullah SAW berhutang dengan kita, kamilah yg banyak berhutang kpd Beliau Sayyiduna Rasulullah Saw.

Sayyiduna Rasulullah SAW mengulangi pertanyaan itu sebanyak 3 kali. Tiba-tiba bangun seorang lelaki yg bernama UKASYAH, seorang sahabat mantan preman sblm masuk Islam, dia berkata : Ya Rasulullah, aku ingin sampaikan masalah ini. Seandainya ini dianggap hutang, maka aku minta engkau selesaikan. Seandainya bukan hutang, maka tidak perlulah engkau berbuat apa-apa.

Sayyiduna Rasulullah SAW berkata: Sampaikanlah wahai Ukasyah. Maka Ukasyah pun mulai bercerita: Aku masih ingat ketika perang Uhud dulu, satu ketika engkau menunggang kuda, lalu engkau pukulkan cambuk ke belakang kuda. Tetapi cambuk tsb tidak kena pada belakang kuda, tapi justru terkena pada dadaku, karena ketika itu aku berdiri dibelakang kuda yg engkau tunggangi wahai Rasulullah. Mendengar itu, Sayyiduna Rasulullah SAW berkata : Sesungguhnya itu adalah hutang wahai Ukasyah. Kalau dulu aku pukul engkau, maka hari ini aku akan terima hal yg sama. Dengan suara yg agak tinggi, Ukasyah berkata : Kalau begitu aku ingin segera melakukannya wahai Rasulullah. Ukasyah seakan-akan tidak merasa bersalah mengatakan demikian. Sedangkan ketika itu sebagian sahabat berteriak marah kepada Ukasyah. Sungguh engkau tidak berperasaan Ukasyah. Bukankah Baginda sedang sakit?? Ukasyah tidak menghiraukan semua itu.

Sayyiduna Rasulullah SAW meminta Bilal mengambil cambuk di rumah anaknya Sayyidatuna Fatimah. Bilal meminta cambuk itu dari sayyidatuna Fatimah, kemudian sayyidatuna Fatimah bertanya : Untuk apa Rasulullah meminta cambuk ini wahai Bilal?? Bilal menjawab dgn nada sedih : Cambuk ini akan digunakan Ukasyah untuk memukul Baginda Rasulullah, Terperanjat dan menangis sayyidatuna Fatimah seraya berkata : Kenapa Ukasyah akan memukul ayahku Rasulullah?? Ayahku sdg sakit, kalau mau mukul, pukulah aku anaknya. Bilal menjawab : Sesungguhnya ini adalah urusan antara mereka berdua. Bilal membawa cambuk tsb ke Masjid lalu diberikan kpd Ukasyah, setelah mengambil cambuk, Ukasyah menuju ke hadapan Baginda Rasulullah Saw. Tiba2 Sayyidina Abu bakar berdiri menghalangi Ukasyah sambilberkata : Ukasyah, kalau kamu hendak memukul, pukullah aku. Aku orang yg pertama beriman dgn apa yg Rasulullah SAW sampaikan. Akulah sahabtnya di kala suka dan duka. Kalau engkau hendak memukul, maka pukullah aku. Sayyiduna Rasulullah SAW : Duduklah wahai Abu Bakar. Ini urusan antara aku dg Ukasyah.

Ukasyah menuju kehadapan Sayyiduna Rasulullah Saw, kemudian sayyidina Umar berdiri menghalangi Ukasyah sambil berkata : Ukasyah, kalau engkau mau mukul, pukullah aku. Dulu memang aku tidak suka mendengar nama Muhammad, bahkan aku pernah berniat untuk menyakitinya, itu dulu. Sekarang tidak boleh ada seorangpun yg boleh menyakiti Baginda Rasulullah Muhammad. Kalau engkau berani menyakiti Baginda Rasulullah, maka langkahi dulu mayatku. Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW : Duduklah wahai Umar. Ini urusan antara aku dgn Ukasyah. Ukasyah menuju kehadapan Sayyiduna Rasulullah, tiba2 berdiri Sayyidina Ali bin Abi Tholib sepupu sekaligus menantu Rasulullah SAW. Dia menghalangi Ukasyah sambil berkata : Ukasyah, pukullah aku saja. Darah yg sama mengalir pada tubuhku ini wahai Ukasyah. Lalu dijawab oleh Sayyiduna Rasulullah SAW : Duduklah wahai Ali, ini urusan antara aku dgn Ukasyah.

Ukasyah semakin dekat dgn Rasulullah. Tiba2 tanpa disangka, bangkitlah kedua cucu kesayangan Rasulullah SAW yaitu sayyidina Hasan dan sayyidina Husen. Mereka berdua memegangi tangan Ukasyah sambil memohon. Wahai Paman, pukulah kami Paman. Kakek kami sedang sakit, pukulah kami saja wahai Paman. Sesungguhnya kami ini cucu kesayangan Baginda Rasulullah, dgn memukul kami sesungguhnya itu sama dgn menyakIiti kakek kami, wahai Paman. Lalu Sayyiduna Rasulullah SAW berkata : Wahai cucu2 kesayanganku duduklah kalian. Ini urusan Kakek dgn Paman Ukasyah.

Begitu sampai di tangga mimbar, dgn lantang Ukasyah berkata : Bagaimana aku mau memukul engkau ya Rasulullah. Engkau duduk di atas dan aku di bawah. Kalau engkau mau aku pukul, maka turunlah ke bawa sini. Sayyiduna Rasulullah SAW memang manusia terbaik Kekasih Allah itu meminta beberapa sahabat memapahnya ke bawah. Sayyidina Rasulullah Saw didudukkan pada sebuah kursi, lalu dengan suara tegas Ukasyah berkata lagi : Dulu waktu engkau memukul aku, aku tidak memakai baju, Ya Rasulullah, Para sahabat sangat geram mendengar perkataan Ukasyah.Tanpa berlama2 dlm keadaan lemah, Sayyidina Rasulullah membuka bajunya. Kemudian terlihatlah tubuh Rasulullah yg sangat indah, sedang beberapa batu terikat di perut Rasulullah pertanda Rasulullah sedang menahan lapar.

Kemudian sayyiduna Rasulullah SAW berkata : Wahai Ukasyah, segeralah dan janganlah kamu berlebih2an. Nanti Allah akan murka padamu. Ukasyah langsung menghambur menuju Baginda Rasulullah SAW, cambuk di tangannya ia buang jauh2, kemudian ia peluk tubuh Rasulullah SAW seerat-eratnya. Sambil menangis sejadi2nya, Ukasyah berkata : Ya Rasulullah, ampuni aku, maafkan aku, mana ada manusia yang sanggup menyakiti engkau ya Rasulullah. Sengaja aku melakukannya agar aku dapat merapatkan tubuhku dgm tubuhmu. Seumur hidupku aku bercita2 dapat memelukmu. Karena sesungguhnya aku tahu bahwa tubuhmu tidak akan dimakan oleh api neraka. Dan sungguh aku takut dengan api neraka.

Maafkan aku ya Rasulullah, Sayyiiduna Rasulullah SAW dgn senyum berkata : Wahai sahabat2ku semua, kalau kalian ingin melihat ahli Surga, maka lihatlah Ukasyah..! Semua sahabat meneteskan air mata, kemudian para sahabat bergantian memeluk Sayyiduna Rasulullah SAW.

Semoga tetesan air mata kita ini membuktikan kecintaan kita kepada Nabi Muhammad Sholallah 'Alaihi Wassalam sang Kekasih Allah SWT. Allahumma shollii 'alaa sayyidina Muhammad, wa 'ala alaih alihi washohbihi wabarik wasalim ajma'in. PonPes Al-Amin Pabuaran

Dari : http://www.dutaislam.com/2015/11/sebelum-rasulullah-saw-meninggal.html

Rabu, 02 November 2016

Uang Bagaikan Air, Jika Ditahan Dia Kotor. Kosongkan Dompet Agar Kembali Terisi!

PonPes Al-Amin Pabuaran - Suatu hari istri dari KH Rahmat Abdullah (Almarhum) mengeluh tentang persediaan uang untuk kebutuhan rumah tangga yang tinggal sedikit, Ust Rahmat pun menjawabnya dengan tenang: "Santai aja ibu.. duit kalo tinggal dikit artinya mau dateng lagi "

Uang Bagaikan Air, Jika Ditahan Dia Kotor. Kosongkan Dompet Agar Kembali Terisi!
Uang Bagaikan Air, Jika Ditahan Dia Kotor. Kosongkan Dompet Agar Kembali Terisi!


Subhanallah, ungkapan yang sangat singkat, namun padat, begitulah kelebihan yang Allah berikan kepada para ulama, sebagaimana dikatakan dalam sebuah syair "خير الكلام ما قل ودل / Sebaik-baik perkataan yang sedikit dan argumentatif "

Ungkapan Ust Rahmat mengajarkan kita bahwa uang itu mengisi tempat yang kosong, karenanya jika Allah ingin kembali mengisi dompet kita, kosongkanlah sebagiannya untuk membantu sesama .

Uang itu bagaikan air yang didalam gelas, jika belum kita minum, maka air didalam botol tak akan bisa mengisinya. Uang itu bagaikan air jika ditahan dia kotor, adapun jika kita melepasnya maka ia akan bersih

Uang itu bagaikan air jika ia ditahan, maka ia akan mencari jalan keluarnya sendiri, karenanya Nabi saw berujar "ما حالطت الصدقة مالا إلا أفسدته "Tidaklah sedekah bercampur dengan harta, melainkan ia akan merusak harta tersebut ".

Ia akan mencari jalan keluarnya sendiri melalui "anak kita yang sakit sehingga harus ke dokter , handphone kita yang hilang, mobil kita yang rusak dan lain lain yang menguras harta kita.

Uang itu seperti udara ,ia selalu mengisi ruang yang kosong, karenanya berbagi dan kosongkanlah, biarlah Allah dengan caranya mengisi kehampaan itu. [PonPes Al-Amin Pabuaran]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/07/uang-bagaikan-air-jika-ditahan-dia-kotor-kosongkan-dompet-anda.html

Senin, 30 November 2015

Wirausaha, Muslimat Lampung Barat Akan Dirikan Pusat Oleh-oleh

Lampung Barat, PonPes Al-Amin Pabuaran. Pimpinan Pusat Muslimat NU memusatkan kegiatan pelatihan pengolahan kripik aneka rasa berbahan dasar umbi-umbian khas Lampung di kantor PCNU Lampung Barat. Kegiatan masih berlangsung dan akan berakhir pada 14 Desember besok.

Salah satu pengurus Muslimat NU, Mimin Nurhayati mengatakan, pihaknya memfasilitasi sebanyak 40 peserta untuk praktik khusus memproduksi makanan berbahan dasar pisang serta umbi-umbian, seperti singkong, ubi, dan sukun.

Wirausaha, Muslimat Lampung Barat Akan Dirikan Pusat Oleh-oleh (Sumber Gambar : Nu Online)
Wirausaha, Muslimat Lampung Barat Akan Dirikan Pusat Oleh-oleh (Sumber Gambar : Nu Online)


Wirausaha, Muslimat Lampung Barat Akan Dirikan Pusat Oleh-oleh

Dalam hal ini, Muslimat NU menghadirkan pelatih berpengalaman dari Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) setempat. Peserta dilatih membuat kripik dengan rasa bervariasi, seperti balado pedas manis, coklat, keju, original, dan lain-lain.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Nurbaeti, salah satu peserta dari Kecamatan Balik Bukit, mengaku senang dapat mengikuti pelatihan ini. Menurut ibu rumah tangga, kegiatan tersebut memberinya keterampilan dan peluang usaha sehingga dapat menambah penghasilan keluarga.

Perempuan yang akrab dipanggil Bu Ketut ini bertekad akan membuka usaha dengan kelompok usaha Muslimat lainnya dan memasarkannya melalui sekolah-sekolah atau majlis taklim di lingkungannya.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Saya tidak sabar mempraktikkan dan memasarkan hasil olahan kripik. Karena, kegiatan usaha ini merupakan solusi tepat untuk menambah atau membantu ekonomi keluarga, tetangga sekitar, dan umat, tutur Rahim, peserta lainnya.

Ketua PC Mulimat NU Lampung Barat Hj Heni mengatakan, pihaknya juga berencana akan membuka toko pusat oleh-oleh khas lampung di kantor PCNU. Posisi kantor yang terletak di Jalan Jendral Sudirman Kota Liwa Kecamatan Balik Bukit ini dinilai sangat strategis karena berada di pinggir jalan, tepat di lintas jalur Provinsi Sumatera. Gagasan ini mendapat dukungan dari ketua PCNU setempat.

Kegiatan ini dijadwalkan akan berlanjut dengan rencana tindak lanjut (RTL) pelatihan dan kegiatan usaha. Selain membuat terus mematangkan keteramplan, peserta akan dibina hingga memenuhi target. (Red: Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/56316/wirausaha-muslimat-lampung-barat-akan-dirikan-pusat-oleh-oleh

Kamis, 16 Juli 2015

Penampilan Impresif Darul Huda Ponorogo dan Al-Hidayah Ngawi Berbuah Final

Ponorogo, PonPes Al-Amin Pabuaran. Pada laga semifinal Liga Santri Nusantara (LSN) regional I Jawa Timur, Senin (29/8/2016) Tarbiyatul Nasyihin dipaksa menyerah oleh tim tuan rumah, Darul Huda dengan skor tipis 2-1.

Tampil dihadapan ratusan suporter fanatiknya yang memenuhi stadion Batoro Katong, menjadi motivasi tersendiri bagi tim tuan rumah Darul Huda. Sejak kick off babak pertama, tim asuhan Aslih Maulana ini terus menyerang. Hingga pada menit ke-5 berhasil membuahkan gol melalui sepak keras nomor punggung 8, Abdurrahman dari luar kotak penalti.

Penampilan Impresif Darul Huda Ponorogo dan Al-Hidayah Ngawi Berbuah Final (Sumber Gambar : Nu Online)
Penampilan Impresif Darul Huda Ponorogo dan Al-Hidayah Ngawi Berbuah Final (Sumber Gambar : Nu Online)


Penampilan Impresif Darul Huda Ponorogo dan Al-Hidayah Ngawi Berbuah Final

Kebobolan satu gol tak membuat Tarbiyatun Nasyihin patah semangat. Pada menit ke 14, Deden Eka berhasil merubah kedudukan menjadi 1-1. Skor ini menutup pertandingan babak pertama.

Di babak kedua, Tarbiyatul Nasyihin terus menekan dan mencoba memanfaatkan kelemahan lini belakang Darul Huda. Deden Eka, stiker andalan mereka, beberapa kali melakukan tendangan keras ke gawang Darul Huda. Namun sayang, tak ada satu pun tendakan kerasnya yang membuahkan gol.

PonPes Al-Amin Pabuaran

PonPes Al-Amin Pabuaran

Di menit ke-28, M Wahyu cukup cermat memanfaatkan umpan lambung sepak pojok dan berhasil membuahkan gol. Darul Huda unggul 2-1.Sementara itu, Wisna Wisnu juga harus menerima nasib yang sama dengan Tarbiyatul Nasyihin. Tim asuhan Gus Irul ini kalah tipis dari Al-Hidayah dengan skor 2-1.

Menurut Koordinator Regional Jatim I Habib Mustofa laga final LSN Regional Jatim I akan digelar hari ini Selasa (30/8/2016) di Stadion Batara Katong. "Pertandingan final digelar pada pukul 4 sore waktu setempat," katanya.Pertandingan Final LSN Regional Jatim I diawali dengan tahlil akbar 5000 santri plus undangan masyarakat umum di Ponorogo.

"Insya Allah akan dihadiri Khatib Suriah PBNU KH Luqman Haris Dimyati Atarmasi, PW RMI Jatim Gus Reza Ahmad Zahid, Gus Firdausi, bupati dan wakil bupati Ponorogo beserta jajaran forkompinda Ponorogo," tandasnya. (Red: Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70844/penampilan-impresif-darul-huda-ponorogo-dan-al-hidayah-ngawi-berbuah-final

PonPes Al-Amin Pabuaran

Selasa, 21 Januari 2014

Dari :

 - PonPes Al-Amin Pabuaran
- PonPes Al-Amin Pabuaran


Sabtu, 19 Oktober 2013

Darimanakah Datangnya Hoax?

PonPes Al-Amin Pabuaran - Hoax, yang seharusnya dibaca hōks, tapi kita di sini lebih senang membacanya seperti orang ingin muntah (howaks), berarti "memperdayai" atau "mengelabui". Tapi, hoax sekarang ini disamakan dengan "berita yang membohongi".

Darimanakah Datangnya Hoax?
Darimanakah Datangnya Hoax?


Laporan Majalah Tempo (2 Januari 2017) membedakan hoax (berita palsu) dari fake news (berita rekayasa). Secara sangat ringkas, hoax masih menampilkan fakta tapi dilebih-lebihkan atau dipelintir untuk mendukung isu yang sedang aktual diperbincangkan. Fake news tidak merujuk fakta apa pun. Atau, kalau itu berupa foto adalah hasil penyuntingan. (Contoh: Tifatul Sembiring Ngapain Ikut Sebar Hoax)

Tujuan hoax dan fake news serupa belaka: membohongi orang lain dengan merekayasa fakta yang ada menjadi sangat provokatif atau menampilkan "fakta" dari praktik-prakti ilusif. Misalnya, tenaga kerja asing yang berasal dari Cina secara faktual berjumlah puluhan ribu. Oleh pembuat hoax digelembungkan menjadi dua puluhan juta. Tujuannya adalah menciptakan kekisruhan dan memompa semangat kebencian terhadap etnis Tionghoa.

Dalam jurnalisme tabloid yang menyukai kehebohan itu, hoax diarahkan ke dalam mantra: if it bleeds, it leads. Jika informasi yang dipelintir itu menciptakan pertikaian yang sungguh brutal, maka semakin pula layak dirayakan penuh kehebohan.

Hoax, sebenarnya, tidak muncul pada era digital ini . Secara etimologis (awal mula), kata ini diketahui telah ada sekitar 1796 untuk merujuk kata hocus. Kata itu, demikian Robert Nares (1753-1829) menjelaskan, merupakan ringkasan dari kata hocus pocus: sebuah jargon yang dipakai oleh pesulap yang berlagak. Hocus sendiri bermakna sebagai menipu atau mengibuli.

Jadi, hoax, hocus, juga hocus pocus di era internet ini merupakan hasil permainan yang menjadikan khalayak tersihir oleh muslihat hebat para pesulap informasi. Aksi tipu-tipu itu menjadikan orang banyak terkesima dan terpana. Tapi, ekspresi selanjutnya bukanlah wajah-wajah yang menghadirkan kekaguman, melainkan silang sengketa yang menggelontorkan perbantahan dan bahkan perkelahian.

Dari manakah datangnya hoax? Memang sulap dan memang sihir: dari "sulap fakta" turun ke "gelap mata". Begitulah. [PonPes Al-Amin Pabuaran]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/darimanakah-datangnya-hoax.html

Selasa, 28 Mei 2013

Dokumen NU Harus Diselamatkan

Jakarta, PonPes Al-Amin Pabuaran. Dokumen dan arsip yang terkait dengan Nahdlatul Ulama, baik sejarah, tokoh maupun pemikirannya harus diselamatkan dan di jadikan sumber informasi rujukan agar semua orang dapat mengaksesnya.

"Hal ini perlu dilakukan, karena kesadaran melakukan manajemen kearsipan di NU masih rendah, sehingga harus ada upaya baik individual maupun kolektif untuk menyelamatkan aset-aset NU yang tak ternilai itu," ujar Asep Mukhtar Muhtadi, Pegawai Arsip Nasional RI dalam diskusi Manajeman Kearsipan di gedung PBNU, Selasa (14/6).

Menurutnya, hal ini perlu dilakukan karena Nahdlatul Ulama memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan republik ini, sehingga segala yang telah dilakukannya memiliki nilai sejarah yang tinggi dan ini harus diketahui oleh generasi yang akan datang."Karena ilmu pengetahuan sepenuhnya dapat ditelusuri dari sejarah, jadi kalau sampai NU tidak memiliki dokumentasi yang baik, dikhawatirkan literatur tentang NU akan sulit dilacak," tuturnya.

Dokumen NU Harus Diselamatkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dokumen NU Harus Diselamatkan (Sumber Gambar : Nu Online)


Dokumen NU Harus Diselamatkan

Diakui Asep meskipun sebelumnya data-data NU yang sempat tercecer ketika pindah gedung sempat dititipkan ke Arsip Nasional oleh KH. Munasir Ali, syuriah PBNU ketika itu, namun jumlahnya tidak sebanding dengan khazanah kekayaan atmosfir NU yang beragam. "Dokumen itu masih bisa terselamatkan dengan baik berkat kesadaran individual, namun kedepan perlu lebih institusional dan saya berharap di PonPes Al-Amin Pabuaran yang melakukan tugas-tugas ini," paparnya dihadapan puluhan peserta dari sekretariat, badan otonom, lajnah, bahkan para peneliti.

Dikatakan Asep yang kader PMII ini amat sayang kalau hal ini diabaikan, karena dulu data-data yang dimiliki NU di Arsip Nasional sempat dibuatkan micro filmnya oleh peneliti dari Australia dan dijadikan aset mereka, sementara kita yang di sini belum menghargainya. "Padahal dengan dimilikinya mikro film tersebut, kita bukan hanya kehilangan dokumentasi penting, tetapi juga kehilangan devisa. Coba kalau mereka melakukan riset, mereka akan mengeluarkan fiskal dan biaya hidup selama tinggal di Indonesia," tutur Asep.

Selama ini yang tekun melakukan penelusuran sejarah NU itu para peneliti dari luar, bahkan banyak naskah-naskah NU yang tersimpan di luar negeri seperti Belanda, Australia, Amerika dan negara-negara yang pernah menjajah Indonesia. Untuk itulah, katanya para akademisi NU, tokoh maupun kader mudanya harus memiliki kesadaran untuk melakukan kerja-kerja pengarsipan, contohnya bisa dimulai dari menulis tokoh-tokoh NU lokal dalam skripsi maupun tulisanya. "Kalau ini secara continyu dilakukan akan terkumpul mozaik NU yang beragam dari berbagai pemikiran," tandasnya.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Acara yang dimulai pukul 1.30 Wib itu dihadiri, Katib Aam, Prof.Dr. Nazarudin Syamsudin, Sekjen PBNU, Dr. Endang Turmudzi, Kepala Sekretariat PBNU, H. Hayat, warawan senior Duta Masyarakat, Baidhawi Adnan, Penulis Buku Islam Paskakolonial, Ahmad Baso, Aktivis FKGMNU, Amsar Dulmanan, Aktivis Lakpesdam, Syatiri dan aktivis muda NU lainnya. (cih)

PonPes Al-Amin Pabuaran

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/3145/dokumen-nu-harus-diselamatkan

PonPes Al-Amin Pabuaran

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Al-Amin Pabuaran sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Al-Amin Pabuaran. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Al-Amin Pabuaran dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock