Tampilkan postingan dengan label Humor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 November 2016

Uang Bagaikan Air, Jika Ditahan Dia Kotor. Kosongkan Dompet Agar Kembali Terisi!

PonPes Al-Amin Pabuaran - Suatu hari istri dari KH Rahmat Abdullah (Almarhum) mengeluh tentang persediaan uang untuk kebutuhan rumah tangga yang tinggal sedikit, Ust Rahmat pun menjawabnya dengan tenang: "Santai aja ibu.. duit kalo tinggal dikit artinya mau dateng lagi "

Uang Bagaikan Air, Jika Ditahan Dia Kotor. Kosongkan Dompet Agar Kembali Terisi!
Uang Bagaikan Air, Jika Ditahan Dia Kotor. Kosongkan Dompet Agar Kembali Terisi!


Subhanallah, ungkapan yang sangat singkat, namun padat, begitulah kelebihan yang Allah berikan kepada para ulama, sebagaimana dikatakan dalam sebuah syair "خير الكلام ما قل ودل / Sebaik-baik perkataan yang sedikit dan argumentatif "

Ungkapan Ust Rahmat mengajarkan kita bahwa uang itu mengisi tempat yang kosong, karenanya jika Allah ingin kembali mengisi dompet kita, kosongkanlah sebagiannya untuk membantu sesama .

Uang itu bagaikan air yang didalam gelas, jika belum kita minum, maka air didalam botol tak akan bisa mengisinya. Uang itu bagaikan air jika ditahan dia kotor, adapun jika kita melepasnya maka ia akan bersih

Uang itu bagaikan air jika ia ditahan, maka ia akan mencari jalan keluarnya sendiri, karenanya Nabi saw berujar "ما حالطت الصدقة مالا إلا أفسدته "Tidaklah sedekah bercampur dengan harta, melainkan ia akan merusak harta tersebut ".

Ia akan mencari jalan keluarnya sendiri melalui "anak kita yang sakit sehingga harus ke dokter , handphone kita yang hilang, mobil kita yang rusak dan lain lain yang menguras harta kita.

Uang itu seperti udara ,ia selalu mengisi ruang yang kosong, karenanya berbagi dan kosongkanlah, biarlah Allah dengan caranya mengisi kehampaan itu. [PonPes Al-Amin Pabuaran]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/07/uang-bagaikan-air-jika-ditahan-dia-kotor-kosongkan-dompet-anda.html

Kamis, 21 Agustus 2014

Siswa MI NU Sabet Medali Karate Nasional

Bojonegoro, PonPes Al-Amin Pabuaran. Syukur dan bangga. Mungkin dua kata itulah yang pantas diucapkan oleh segenap keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Nahdlotul Ulama (MINU) Wali Songo Sumuragung Sumberrejo Bojonegoro ketika Galuh Eka Fidyanti meraih Juara III Karate tingkat Usia Dini Nasional.

Raut muka sumringah tampak dari wajah pemangku kepentingan MINU Wali Songo ketika menyambut kedatangan pelatih karate Lemkari kecamatan Sumberrejo yang menyerahkan medali beserta atribut lainnya atas prestasi dari anak didiknya yang meraih medali perunggu dalam kejuaraan karate Lemkari tingkat Nasional di kantor MINU Wali Songo Rabu (20/2) pagi.

Siswa MI NU Sabet Medali Karate Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa MI NU Sabet Medali Karate Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)


Siswa MI NU Sabet Medali Karate Nasional

Galuh Eka Yulianti siswi kelas III (tiga) ini meraih medali setelah melalui berbagai seleksi ketat dan bertahap. Siswa pendiam ketika kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung ini menyabet medali kategori usia dini 30 kg putri.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Sebagaimana diketahui siswi yang senangnya duduk di bangku deretan belakang ini beberapa hari terakhir sering izin melalui wali kelasnya untuk mengikuti seleksi kejuaraan karate Lemkari tingkat kabupaten kategori/kumite usia dini 30 kg putri.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Kami maklum jikalau ini demi prestasi anak didik kami, ujar Mubarok Firdaus Wali kelas III.

Kegiatan kejuaraan karate Lemkari ini memperebutkan Piala ketua umum Lemkari dan Ronggolawe I (pertama) pada tanggal 15 s/d 17 Februari 2013 di Kota Tuban.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/42702/siswa-mi-nu-sabet-medali-karate-nasional

PonPes Al-Amin Pabuaran

Minggu, 18 Mei 2014

Konfercab NU Surabaya Berlangsung Demokratis

Surabaya, PonPes Al-Amin Pabuaran. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya menggelar Konferensi Cabang (Konfercab), akhir pekan (7/6), di Pesantren Al-Fatich Osowilangon Surabaya, Jawa Timur. Saat pemilihan pemimpin baru, konferensi lima tahuna ini berlangsung demokratis.

Konfercab diisi dengan sidang komisi organisasi, dan komisi rekomendasi. Pada malam hari, dalam sidang pleno dilaksanakan pemilihan yang dipimpin oleh utusan PWNU Jatim. Komisi bahtsul masail dibahas satu minggu sebelum acara. Kalau dibahas di konfercab tidak mencukupi waktunya," kata KH Asyhar Shofwan, Ketua SC Konfercab NU Surabaya saat ditemui PonPes Al-Amin Pabuaran.

Konfercab NU Surabaya Berlangsung Demokratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Konfercab NU Surabaya Berlangsung Demokratis (Sumber Gambar : Nu Online)


Konfercab NU Surabaya Berlangsung Demokratis

Rais syuriah dan ketua tanfidhiyah PCNU Surabaya dipilih melalui pemungutan suara. Pemilik hak suara berjumlah 213 suara, representasi dari Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan Pengurus Ranting NU (PRNU) di kota setempat. Prosesi pemungutan suara dimulai dengan penyaringan bakal calon dan calon.

"Sesuai dengan peraturan dalam AD/ART, bakal calon yang sah menjadi calon sekurang-kurangnya didukung 40 suara, maka dengan ini nama yang menjadi calon rais syuriah adalah KH Dzul Hilmi dan KH Mas Sulaiman sama memperoleh 100 suara," kata Rubaidi pimpinan sidang pleno saat membacakan hasil pemilihan.

PonPes Al-Amin Pabuaran

KH Mas Sulaiman dalam proses pemilihan selanjutnya terpilih sebagai Rais Syuriah PCNU Surabaya dengan 113 suara. Sedangkan pada pemilihan ketua tanfidhiyah, H Ali Burhan memperoleh suara tertinggi mengungguli calon lainnya, H Saiful Chalim (petahana).

Dengan hasil pemilihan ini maka saya sebagai pimpinan sidang menetapkan KH Mas Sulaiman (sebagai Rais Syuriah) dan H Ali Burhan (sebagai Ketua Tanfidhiyah) NU Cabang Surabaya periode 2015-2020," kata Rubaidi.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Keduanya telah menyatakan kesediaan dan menandatangi kontrak jamiyah. "Terima kasih kepada seluruh pengurus MWC dan Ranting yang telah memberikan amanah dan mandat ini. Saya berjanji akan menyerap aspirasi dari ranting," kata Ali Burhan, ketua tanfidhiyah terpilih.

Menurutnya, ranting NU di Surabaya terlihat aktif ketika momen konfercab tiba, tetapi tidak pada hari biasa. "(Memperbaiki kondisi) inilah yang saya prioritaskan," katanya. (Rofii Boenawi/Mahbib)

Foto: KH Mas Sulaiman, Rais Syuriah PCNU Surabaya terpilih, membaca doa penutupan

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/60053/konfercab-nu-surabaya-berlangsung-demokratis

Kamis, 17 April 2014

Tegaknya Masjid dan Robohnya Ukhuwwah Muslim Sebelah

PonPes Al-Amin Pabuaran - Bagaimana mengelola perbedaan di tubuh umat? Ini sebuah pekerjaan rumah yang belum selesai. Bahkan ini juga terjadi di Australia. Badan mereka saja yang pindah ke Australia, negara modern yang multikultural, tapi mindset dan cara mereka memahami Islam masih sama saat mereka tinggal di kampung kelahirannya.

Tegaknya Masjid dan Robohnya Ukhuwwah Muslim Sebelah - PonPes Al-Amin Pabuaran
Tegaknya Masjid dan Robohnya Ukhuwwah Muslim Sebelah - PonPes Al-Amin Pabuaran


Tegaknya Masjid dan Robohnya Ukhuwwah Muslim Sebelah

Beberapa masa silam di tanah air, ada joke yang beredar luas: "Kalau masjidnya dikelola sama NU, yang hilang cuma sandal. Kalau Muhammadiyah yang urus masjidnya, paling juga qunut yang hilang; tapi kalau masjidnya sudah dikelola oleh aktivis itu tuh, masjidnya pun hilang diklaim oleh mereka!" Entah darimana asal-muasalnya joke itu, tapi konon ada sebagian kelompok yang memang merasa surga hanya diperuntukkan khusus untuk mereka. Sedangkan orang lain yang tidak sejalan dengan manhaj mereka atau tidak sama ibadah ritualnya dengan mereka dan tidak sejalan dengan pilihan strategi dakwah mereka akan dianggap bukan bagian dari umat Islam atau minimal tidak akan diberi tempat dalam masjid yang mereka kelola.

Tegaknya Masjid dan Robohnya Ukhuwwah Muslim Sebelah - PonPes Al-Amin Pabuaran
Tegaknya Masjid dan Robohnya Ukhuwwah Muslim Sebelah - PonPes Al-Amin Pabuaran


Tegaknya Masjid dan Robohnya Ukhuwwah Muslim Sebelah

Masjid yang merupakan rumah Allah berubah menjadi rumah kelompok mereka saja. Masjid yang didirkan dengan menggunakan resources umat dari golongan apapun, ketika sudah dikuasai kelompok itu berubah hanya menjadi milik mereka. Ini yang diisyaratkan dalam joke di atas "masjidnya pun hilang".

Artinya masjidnya hilang bukan lagi rumah Allah atau rumah bersama semua kelompok. Masjid telah hilang menjadi rumah sebagian pihak saja. Alih alih memakmurkan masjid, mereka sebenarnya tengah mengedepankan ego kelompok mereka saja.

Kegiatan di masjid hanya sesuai dengan aliran kelompok pengurus masjid. Mulai dari program, penceramah atau Ustadz/ah, buku bacaan, semuanya diatur oleh pengurus masjid. Jangan harap di masjid "yang sudah hilang" itu ada acara tahlilan atau ratiban.

Kenapa? Karena mereka bukan hanya pengurus masjid, tapi merekalah pemegang kunci surga. Maka kegiatan yang beraroma bid'ah, pembicara yang dituduh liberal atau bahan bacaan dari ulama yang dianggap sesat, mutlak diharamkan memasuki masjid yang mereka kelola.

Dan kisah yang sangat familiar ini bukan hanya di tanah air, bahkan sampai di Australia pun mereka masih melakukan hal yang sama. Masjid tegak berdiri, tapi ukhuwah telah roboh berantakan. Padahal bisa saja kan di-manage perbedaan itu dengan baik.

Misalnya, yang mau tahlilan atau ratiban dipersilakan. Tinggal alokasi waktunya saja diatur. Yang mau mengundang pembicara dari pihak lain, tinggal diatur saja slotnya. Yang mau diskusi topik apapun, silakan. Pendek kata, pengurus masjid itu fungsinya memfasilitasi kegiatan semua pihak di Masjid, bukan malah membatasi atau melarang ini dan itu.

Selain merasa memegang kunci surga, seringkali pengurus menjadikan masjid sebagai sarana memperbanyak jamaahnya. Dalam kalkulasi politis, masjid berubah menjadi ruang untuk mempromosikan pahamnya sambil mengecam paham pihak lain. Maka bisa dimengerti jikalau mimbar diberikan kepada pihak yang tidak sejalan dengan mereka, nanti sebagian jamaah terpikat dengan Ustadz pihak lain. Ini dianggap berbahaya.

Begitulah, ternyata kavling surga pun sudah siap dibagi-bagikan oleh mereka. Dan anehnya mereka terus saja bicara ukhuwah Islamiyah tanpa melibatkan semua pihak untuk mengelola masjid. Yang ada adalah ukhuwah kelompokiyah semata.

Saya tutup dengan joke lainnya: Konon di pintu surga nanti Allah akan memerintahkan malaikat menyeleksi setiap golongan. Malaikat bertanya: "sampeyan dari kelompok mana mas/mbak?" Dijawab: "kami dari NU". "Baik, silahkan masuk surga, tapi nanti kalau melewati pintu warna hitam di pojok itu jangan berisik yah".

Golongan lainnya baik dari Muhammadiyah, Persis, jamaah tabligh, al-washliyah, dll semuanya dipersilahkan masuk surga dengan pesan yang sama: jangan berisik kalau melewati pintu berwarna hitam.

Ketika semua sudah lengkap masuk surga semua, maka mereka penasaran ada apa dengan pintu hitam itu dan siapa gerangan yang berada didalamnya, kok mereka gak boleh berisik saat melewatinya.

Malaikat menjawab: "pssstt...jangan keras-keras bertanya-nya. Kata Allah, pintu hitam itu diperuntukkan untuk kalangan itu tuh yang selalu merasa hanya mereka saja yang bakal masuk surga. Allah tidak mau mereka akan terkejut kalau mereka tahu bahwa selain golongan mereka juga masuk surga! Jadi sudah...kita gak usah ganggu mereka yah".

Begitulah kawan, biarkan saja sekelompok umat ini menyangka hanya mereka saja yang masuk surga. Allah hormati "kepercayaan" mereka itu, di surga nanti mereka dikumpulkan sendirian terpisah dari jamaah yang selama ini mereka sering kafir-kafirkan, dan mereka merasa akan puas.

Kasihan kan kalau mereka jadi kaget bukan kepalang kalau orang lain yang mereka sudah sesat-sesatkan dan dianggap bukan bagian dari umat Islam, eh ternyata masuk surga juga, bi idznillah. [PonPes Al-Amin Pabuaran]

Nadirsyah Hosen, Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/08/tegaknya-masjid-dan-robohnya-ukhuwwah-muslim-sebelah.html

Senin, 10 Maret 2014

Menuju Acara, Kebiasaan Gus Dur di Mobil Adalah Membaca Quran

PonPes Al-Amin Pabuaran - Suatu ketika KH. Zainal Arifin, pengasuh PP. Al-Arifiyyah, Medono, Kota Pekalongan, diminta tolong oleh panitia menjemput KH. Abdurrahman Wachid atau Gus Dur untuk mengisi sebuah acara akbar di kota Pekalongan.

Menuju Acara, Kebiasaan Gus Dur di Mobil Adalah Membaca Quran
Menuju Acara, Kebiasaan Gus Dur di Mobil Adalah Membaca Quran


Waktu itu panitia minta didampingi Kyai Zainal untuk menjemput Gus Dur karena sedang mengisi pengajian di Semarang Jawa Tengah. Seusai acara dan ramah tamah dengan para tamu, Gus Dur memutuskan untuk ikut rombongan Kyai Zainal dan panitia ke Kota Pekalongan. Waktu menunjukkan pukul 01.00 atau 02.00 dini hari.

Setelah berbincang secukupnya dengan Gus Dur, Kyai Zainal dan panitia mempersilakan Gus Dur istirahat di mobil yang melaju dengan tenang. Jalur pantura pada jam segitu juga sudah lengang.

Kita tahu Gus Dur kondisi fisiknya terbatas, kesehatannya juga mulai menurun, serta jadwal juga padat. Tentu saja sesuai logika normal, aktivitas ini akan menguras tenaga dan pikiran Gus Dur. Tapi, alih-alih istirahat di dalam mobil yang melaju dengan tenang tersebut, Gus Dur malah masih membaca Al Qur'an secara bil ghoib (hapalan tanpa teks).

Justru Kyai Zainal dan panitia yang jelas secara fisik lebih sehat dibanding Gus Dur sudah kecapekan duluan dan hampir terlelap. Mereka kaget mendengar Gus Dur dengan suara yang lamat-lamat mendaras Al Qur'an secara lisan.

Mendengarnya, kontan rasa kantuk Kyai Zainal dan panitia lainnya, hilang. Mereka menyimak hafalan Gus Dur. Tak terasa satu jam lewat, sampailah rombongan itu di Pekalongan. Air mata Kyai Zainal beserta panitia lainnya tumpah ruah.

Ia membayangkan orang yang selama ini sering di salahpahami pelbagai pihak, dicaci maki, dikutuk, dikafirkan, difitnah, dicemooh, dan seterusnya, malam itu dengan kondisi kesehatan yang terbatas dengan kelelahan yang luar biasa ternyata masih menyempatkan membaca Al Qur'an dengan hapalan sampai lima juz lebih!

Inilah salah satu kebiasaan Gus Dur ketika dalam perjalanan. Masyaallah, alih-alih baca Al-Qur'an, kita berdoa saja kadang lupa, malah memilih mendengarkan musik. [PonPes Al-Amin Pabuaran]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/08/menuju-acara-kebiasaan-gus-dur-di-mobil-adalah-membaca-alquran.html

Senin, 13 Agustus 2012

Foto 2006 Disebar Lagi Untuk Provokasi Kebencian Tionghoa

PonPes Al-Amin Pabuaran - Dalam sepekan ini beredar foto warga keturunan Tionghoa yang menggunakan atribut mirip pakaian Satuan Brimob Polda Sumut di jejaring sosial. Foto-foto itu menimbulkan pertanyaan besar. Banyak di antara netizen yang menyalahkan pemerintah.

Foto 2006 Disebar Lagi Untuk Provokasi Kebencian Tionghoa
Foto 2006 Disebar Lagi Untuk Provokasi Kebencian Tionghoa


Dalam foto tersebut sembilan orang warga keturunan Tionghoa terlihat berdiri rapi dalam pose berfoto.

Selain manggunakan baret, mereka juga menggunakan tanda kepangkatan plus sepatu hitam mengkilat.

Foto tersebut sempat dikaitkan dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Bhayangkara Indonesia (FBI) yang juga menggunakan seragam layaknya anggota Polri.

Mulai lencana, seragam hingga baret.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting, mengatakan ke sembilan orang tersebut memang mengunakan seragam satuan Brimob.

"Benar memang seragam yang digunakan tersebut milik Polri," katanya, Senin (19/12/2016).

Ke sembilannya orang yang diebut bermata sipit itu, kata Rina, adalah warga sipil yang mahir menggunakan peralatan musik dan tergabung dalam Korps Musik (Korsik) Brimob Polda Sumut. "Mereka adalah orang sipil yang menggunakan seragam polisi," ujarnya.

Menurutnya, mereka hanya menggunakan seragam pada moment tertentu di Polda Sumut. Dan mereka hanya tampil khusus untuk membawakan musik.

Namun, mantan Kapolres Binjai ini mengaku heran dengan kembali beredarnya foto tersebut. Dia mengatakan foto tersebut didokumentasikan pada tahun 2006. [PonPes Al-Amin Pabuaran]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/foto-2006-disebar-lagi-untuk-provokasi-kebencian-tionghoa.html

Selasa, 26 Juni 2012

Hasyim Muzadi: Pembaharuan NU tak Boleh Ubah Pemahaman Organisasi

Tanjungpinang, PonPes Al-Amin Pabuaran. Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi, menegaskan warga NU harus melakukan pembaharuan di seluruh sektor kehidupan, namun tidak mengubah pemahaman organisasi yang didirikan pada 1925 itu.

"Pemahaman yang lama boleh dipertajam, tetapi tidak diubah. Pemahaman lama yang bagus, harus dipertahankan dengan cara apapun," kata dia, saat memberi kata sambutan pada pengukuhan pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Tanjungpinang 2014-2019, di Tanjungpinang, Jumat.

Hasyim Muzadi: Pembaharuan NU tak Boleh Ubah Pemahaman Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Muzadi: Pembaharuan NU tak Boleh Ubah Pemahaman Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)


Hasyim Muzadi: Pembaharuan NU tak Boleh Ubah Pemahaman Organisasi

Dia mengatakan NU terancam pengaruh negatif sehingga warga NU harus berjalan sesuai dengan rel, yaitu ajaran Islam.

PonPes Al-Amin Pabuaran

"NU sudah memiliki pedoman, yang seharusnya dipatuhi, bukan diubah atau dirusak," katanya.

Muzadi yang juga angggota Dewan Pertimbangan Presiden mengatakan warga NU harus dapat menggunakan teknologi tinggi tapi tidak melupakan ajaran Islam. Pemikiran warga NU juga harus berkembang sesuai kebutuhan bangsa dan negara.

PonPes Al-Amin Pabuaran

"Pakai sarung, boleh, tapi pemikiran maju," ujarnya. Dia mengemukakan NU mendukung kebijakan-kebijakan yang ditetapkan pemerintah dan memberi kritikan yang konstruktif.

Contohnya, NU mendukung UU Antikorupsi yang sejalan dengan ajaran Islam. "Tidak perlu UU Islam Antikorupsi. UU Antikorupsi sekarang cukup baik," katanya.

Dia juga mengingatkan jangan ada pemikiran atau menganggap negara ini kafir sehingga harus dihancurkan, dan diganti dengan negara Islam.

"Roh NU adalah roh negara NKRI. Ini sudah terbukti," katanya. (antara/mukafi niam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/57322/hasyim-muzadi-pembaharuan-nu-tak-boleh-ubah-pemahaman-organisasi

PonPes Al-Amin Pabuaran

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Al-Amin Pabuaran sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Al-Amin Pabuaran. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Al-Amin Pabuaran dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock