Tampilkan postingan dengan label Soheh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Soheh. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Agustus 2016

Mengusir Nyamuk Dengan Doa

PonPes Al-Amin Pabuaran - Pengusir nyamuk sekarang bukan hanya obat nyamuk atau alat pengusir nyamuk. Doa ini insyallah bisa menjadi alat pengusir nyamuk tanpa biaya.

Untuk mengusir nyamuk tidak hanya menggunakan obat nyamuk. Karena masih ada hikmah dan rahasia lain yang lebih ampuh lagi dan sifatnya tidak membunuh, tapi cuma mengusir agar diri kita tidak digigit nyamuk. Nyamuk itu pun tidak terbunuh. Simak doa anti nyamuk ini:

" أيتها البراغيث السود ، إنكم فرقة من الجنود من عهد عاد وثمود ، أقسمت عليكم بالواحد المعبود ، تكونوا عن جلدي بعود أرسلت عليكم صاعقة مثل صاعقة عاد وثمود ، ولكم علي من العهود أن لا أقتل منكم والدا ولا مولودا ، انفروا فورا عاجلا". مرتين ، بارك الله فيكم

Bacan lisan: Ayyatuhal baraghits as suud, innakum firqotun minal junud min ahdi aadin wa tsamuud. Aqsamtu alaikum bil wahidid al-ma'bud, takuunu an jildii bi audin. Arsaltu alikum sho'iqotan mitsla sho'iqoti aadin wa tsamuud. Walakum alayya minal 'uhuudi an la aqtula minkum waalidan wala mauluudan. Infirru fauron aajilan.

Artinya: "Wahai nyamuk-nyamuk hitam, sesungguhnya kalian adalah satu golongan dari tentara dari zamannya Kaum 'Ad dan Tsamud. Aku bersumpah kepada kalian atas nama Allah Yang Maha Esa dan yang disembah, menjauhlah kalian dari kulitku! Aku utus kepada kalian satu teriakan seperti teriakan kepada Kaum 'Ad dan Tsamud. Bagi kalian terhadapku terdapat sebuah janji, yaitu aku tidak akan membunuh orang tua kalian tidak pula anak-anak kalian. Pergilah kalian saat ini juga secepatnya...!"

Bacalah dua kali ketika nyamuk mulai mengelilingi Anda, terutama ketika di daerah pegunungan atau sawah ladang. Bermanfaat sekali buat petani, pecinta naik gunung, pencari kayu di hutan, dan lainnya yang membutuhkan.

Jika kesulitan membaca, Anda bisa dengarkan audio doa anti nyamuk di atas di akun Soundcloud Duta Islam berikut ini. Dengarkan, hafalkan. Klik listen in browser (versi hape). Bisa didownload juga.

Diambil dari Kitab An-Nawadir hlm. 199.

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/04/mengusir-nyamuk-dengan-doa.html

Minggu, 22 Juli 2012

Kisah Ki Cokrojoyo, Sunan Geseng

Pada awal Lebaran (Syawwal 1434 H), PonPes Al-Amin Pabuaran mendapatkan kesempatan untuk menelusuri jejak para penyebar Agama Islam di Kabupaten Tuban. Di daerah yang mendapat julukan sebagai Kota Wali ini, kami berziarah ke makam para wali, menelusuri goa-goa yang konon pernah disinggahi para wali dan berkunjung ke tempat bersejarah lainnya.

Tentang julukan Tuban sebagai Kota Wali ini, dari penuturan tokoh dan masyarakat setempat yang menjelaskan hal ini dikarenakan banyaknya wali yang dilahirkan, pernah bermukim atau dimakamkan di kota pesisir pantai utara ini. Sebut saja Sunan Kalijaga, Sunan Bonang dan lain sebagainya. Juga karena banyaknya pesantren berdiri yang berdiri di tanah Tuban.

Sebelum disebut sebagai daerah wali, Tuban pernah pula disebut sebagai Bumi Ranggalawe (merujuk pada tokoh pada zaman sebelum Majapahit yang bernama Ranggalawe). Bahkan pernah juga disebut sebagai Kota Tuak, karena memang terkenal sebagai penghasil minuman tuak.

Namun, beberapa tahun belakangan, sejak tampuk pimpinan Bupati dipegang oleh tokoh dari kalangan pesantren, KH Fathul Huda, trademark sebagai Kota Wali kembali dimunculkan. Hingga sekarang, daerah ini menjadi salah satu destinasi utama rombongan ziarah Walisongo dari berbagai penjuru Tanah Air.

Kisah Ki Cokrojoyo, Sunan Geseng (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Ki Cokrojoyo, Sunan Geseng (Sumber Gambar : Nu Online)


Kisah Ki Cokrojoyo, Sunan Geseng

Makam di Tengah Hutan

Perjalanan di Tuban dilakukan dalam waktu yang cukup singkat, yakni dua hari. Dimulai dari daerah Alas Pakah, sekitar 7 Km dari kota. Di daerah antara Pakah dan Palang, terdapat sebuah makam, yang masyarakat setempat menyebutnya dengan nama Sunan Geseng.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Sunan Geseng ini adalah murid dari Sunan Kalijaga. Sebutan Sunan Geseng diberikan Sunan Kalijaga kepada Kyai Cokrojoyo karena begitu setia terhadap perintahnya sehingga merelakan badannya menjadi hangus (Jawa : geseng).

Untuk menuju ke makam, kami harus masuk sedikit ke dalam area hutan, di mana jalan menuju lokasi masih dipenuhi dengan rimbunnya pohon-pohon jati dan pepohonan besar lainnya. Sampai di kompleks makam yang masuk dalam kawasan Desa Gesing Kecamatan Semanding, akan ada pelataran yang cukup luas. Di tempat tersebut hanya ada dua bangunan utama, masjid dan makam yang terletak di sebelah baratnya.

Sampai di makam, terdapat gapura yang bernuansakan seperti masuk ke sebuah pura, bertuliskan Makam Sunan Geseng. Di sana kami bertemu dengan Sutaji, sang penjaga makam. Dia menjelaskan sedikit banyak tentang bangunan itu. Kompleks makam kemudian direnovasi mulai tahun 1985-an. Dananya diperoleh dari masyarakat sekitar dan peziarah yang ikut membantu. Bangunan pertama dulu cuma patok (makam), belum seperti sekarang, Mas, kata Sutaji yang sedang ditemani dua istrinya.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Masuk ke dalam ruangan makam, terdapat penerangan 4 lampu dan satu lampu di atas makam. Di ruangan tersebut terdapat dua makam, yakni makam Sunan Geseng. yang sebelahnya itu istrinya, namanya Siti Zubaedah, terang Sutaji.

Masing-masing makam panjangnya kurang lebih 2 m. Di sekelilingnya terdapat pagar kayu sehingga para peziarah tidak dapat memegang langsung makam.

Pada saat kami berziarah, terdapat beberapa rombongan peziarah, yang diantaranya mengaku datang dari Lamongan. Pemimpin rombongan tersebut, Suwandi, mengaku pada hari itu mereka sudah berziarah ke makam para wali, dinataranya Sunan Ampel dan Sunan Lamongan. Rencananya setelah itu mereka juga akan ke makam Sunan Bonang.

Setiap harinya memang terdapat banyak peziarah yang datang ke makam Sunan Geseng. Mereka kebanyakan datang dari daerah Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan. Para peziarah ada yang datang dengan menaiki motor adapula yang datang rombongan dengan menaiki bus. Mereka terus berdatangan, padahal mereka tahu bahwa di daerah lain juga terdapat makam dengan nama yang sama.

Ya, seperti juga makam aulia yang lainnya, makam ataupun juga petilasan Sunan Geseng ini, di beberapa tempat lainnya diyakini sebagai makamnya. Selain di Desa Gesing ini, ada pula di Kediri, Purworejo, Pati yang berada di Pegunungan Kendeng utara dan lain-lain. Dan tentunya setiap daerah tersebut masyarakatnya meyakini bahwa makam Sunan Geseng tersebut bersemayam.

Belum sampai satu jam kami di tempat itu, senja telah tiba. Waktunya untuk segera bergegas melanjutkan perjalanan, agar kami tidak kemalaman di tengah hutan Pakah. (Ajie Najmuddin/Anam)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/46721/kisah-ki-cokrojoyo-sunan-geseng

Rabu, 11 Juli 2012

Dari :

 - PonPes Al-Amin Pabuaran
- PonPes Al-Amin Pabuaran


Sabtu, 30 April 2011

Peringati Harlah, Pagar Nusa Delanggu Gelar Atraksi

Klaten, PonPes Al-Amin Pabuaran. Momentum Hari Lahir (Harlah) ke-30 Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa diperingati para pendekar Pimpinan Anak Cabang Pagar Nusa Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dengan unjuk kebolehan di Lapangan Merdeka Delanggu, Ahad (3/1).

Panitia kegiatan Harlah Pagar Nusa, M Abdul Haris menerangkan, ratusan pendekar yang hadir pada kesempatan itu datang beberapa dari luar Klaten. Ini ada perwakilan pendekar dari Soloraya, Semarang, Yogyakarta, Ponorogo, dan Ngawi, papar dia.

Peringati Harlah, Pagar Nusa Delanggu Gelar Atraksi (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harlah, Pagar Nusa Delanggu Gelar Atraksi (Sumber Gambar : Nu Online)


Peringati Harlah, Pagar Nusa Delanggu Gelar Atraksi

Masing-masing pendekar menampilkan berbagai atraksi seperti koreo pencak, keprokan boto, kebal senjata, flash mob, hingga aksi lindas motor.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Ketua PC PSNU Pagar Nusa Klaten Ardani mengungkapkan, di momentum hari lahir ke-30 ini, pihaknya berharap Pagar Nusa khususnya di daerah Klaten dapat berkembang dengan baik, serta tak pernah berhenti untuk tetap belajar dan berlatih.

Ardani juga menegaskan komitmen Pagar Nusa sebagai benteng ulama. Pagar Nusa tidak bisa dipisahkan dari NU. Para kader kita siapkan untuk menjadi benteng NU dan NKRI, tegasnya.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Acara pada pagi menjelang siang hari itu, ditutup dengan pembagian berbagai hadiah. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/64752/peringati-harlah-pagar-nusa-delanggu-gelar-atraksi

Sabtu, 22 Januari 2011

PCNU Kota Tangerang Adakan Seminar Kebangsaan

Tangerang, PonPes Al-Amin Pabuaran. Pengurus Cabang Nahdlatul Kota Tangerang, Banten bekerja sama dengan Kesbangpol Kota Tangerang mengadakan seminar kebangsaan bertema "Penetapan Ideologi Pancasila" di aula gedung Windu Karya akhir pekan lalu.

Kegiatan yang dihadiri unsur Pengurus PCNU, MWCNU, banom, lembaga, lajnah NU dan Nahdliyin Kota Tangerang tersebut membicarakan isu-isu kekinian tentang perlunya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah ancaman-ancaman disintegrasi masayarakat.

PCNU Kota Tangerang Adakan Seminar Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kota Tangerang Adakan Seminar Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)


PCNU Kota Tangerang Adakan Seminar Kebangsaan

Ketua PCNU Kota Tangerang KH Bunyamin menyampaikan perlunya menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah, dan ukhuwah insaniyah antara umat Islam.

Umat Islam, kata dia, jangan mudah menerima kemudian percaya segala informasi di media sosial yang terkadang berisi hasutan, dan provokasi. Warga NU harus mencari kebenaran dari informasi yang didapat.

PonPes Al-Amin Pabuaran

PonPes Al-Amin Pabuaran

Seminar yang menghadirkan pembicara dari unsur TNI, Polri, dan MUI secara bergantian menyampaikan materinya.

Dari unsur TNI hadir sebagai pembicara mewakili Dandim 0506 Tangerang Danramil Batu Ceper yang menyampaikan tentang pentingnya menjaga kedaulatan negara, jangan sampai masyarakat di adu domba dengan isu-isu agama, etnis, suku, dan budaya.

Tentunya kebhinekaan yang sudah ada kita jaga dan rawat demi keutuhan NKRI, ujarnya pada kegiatan yang berlangsung Sabtu (19/11)

Kemudian Kasat Intel Polres Metro Tangerang Kota dalam meterinya menyampaikan agar masyarakat lebih waspada menjaga keamanan, ketertiban dan lingkungan ditengah era globalisasi dimana tekhnologi bisa menjadi alat propaganda untuk merusak kemajemukan, dan kebhinekaan, oleh sebab itu hendaknya masyarakat dengan bijak menggunakan tekhnologi.

Sementara pembicara dari MUI KH Edi Junaidi dan KH Arief Hidayat membahas pentingnya menjaga ideologi Pancasila dari sisi keagamaan.

NU, sebagai ormas Islam mempunyai peran penting dalam perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia. Sudah sepatutnya unsur-unsur NU menjaga, merawat, dan mempertahankan kemerdekaan NKRI.

Dengan menghormati keberagaman, perbedaan, tentunya akan muncul sikap saling menghormati, tidak saling menyalahkan antara sesama. Karena dalam agama Islampun lebih mengutamakan kedamaian dibandingkan dengan perpecahan yang akan merugikan semuanya, ujarnya. (Atho Al-Farhan/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/73094/pcnu-kota-tangerang-adakan-seminar-kebangsaan

PonPes Al-Amin Pabuaran

Rabu, 15 Desember 2010

Haji Mabrur Bukan Urusan Kita

Mekkah, PonPes Al-Amin Pabuaran. Naib Amirul Haj, KH Hasyim Muzadi, menilai kemabruran seorang jamaah haji hanya bisa diputuskan oleh Allah SWT, dan bukan manusia, apalagi harus dimasukan ke dalam undang-undang.

"Kemabruran itu hak Allah. Manusia hanya berupaya memenuhi syarat-syarat haji agar mendapatkan hajinya diterima Allah dan menjadi mabrur. Itu hak Allah bukan hak manusia," kata Hasyim di Makkah, Selasa (25/10).

Haji Mabrur Bukan Urusan Kita (Sumber Gambar : Nu Online)
Haji Mabrur Bukan Urusan Kita (Sumber Gambar : Nu Online)


Haji Mabrur Bukan Urusan Kita

Dalam pembacaan kesimpulan pertemuan tim pengawas haji DPR gelombang I yang dibacakan Wakil Ketua Komisi VIII, Ahmad Zainuddin, terungkap rencana DPR untuk membuat standar kemabruran haji. Standar ini kemudian akan dimasukkan ke dalam revisi Undang-Undang (UU) Nomor 13 tahun 2008 pelaksanaan haji.

Dikatakan Hasyim yang juga Rais Syuriyah PBNU, jika DPR berkeinginan membantu kemabruran haji seseorang, lebih baik menamakannya syarat-syarat haji saja.

PonPes Al-Amin Pabuaran

"Jangan yang menyangkut urusan transendental. DPR itu mau nyaingi Tuhan apa gimana?," katanya.

Ditegaskannya, yang menentukan kemamburan haji adalah Allah, jadi manusia hanya berkewajiban memenuhi syarat, rukun, dan wajibnya haji. Serta menghindari larangannya.

PonPes Al-Amin Pabuaran

"Setelah berupaya, semoga Allah menjadikan kita sebagai haji yang mabrur," ujarnya.

Jadi, menurutnya jangan sampai salah kaprah menentukan standar kemabruran haji."Tidak boleh membuat istilah kemabruran haji itu, nanti Kementerian Agama mengeluarkan sertifikat mabrur lagi," tegasnya.

DPR selain mewacanakan kemabruran haji juga merencanakan penghentian jamaah haji risti (risiko tinggi), dalam upaya menekan angka kematian.

Standar kemabruran haji ini akan dimasukkan ke dalam revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Haji.

Anggota Komisi VIII, Ali Maschan Musa, saat ditanya wartawan perihal wacana ini mengatakan, standar kemamburan haji di antaranya adalah perubahan perilaku jamaah haji usai pulang dari Tanah Suci.

"Ya, seperti yang diajarkan Kanjeng Rasul lah," ungkap politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Rencananya, revisi UU Nomor 13 ini akan dibahas mulai Januari 2013. Tak hanya wacana kemabruran haji, wacana penyetopan jamaah risti juga akan dibahas di dalam revisi UU ini. Selain itu juga akan dimasukkan hasil evaluasi untuk penyelenggaraan haji 2012.

Redaktur : Hamzah Sahal

Sumber : Antara

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/34474/haji-mabrur-bukan-urusan-kita

PonPes Al-Amin Pabuaran

Selasa, 14 Desember 2010

Perpustakaan Mini Kini Jadi Trend di Dunia

Jakarta, PonPes Al-Amin Pabuaran. Sesuai sebutannya, perpustakaan ini hanya menyediakan beberapa buku, biasanya hanya dalam hitungan puluhan, di tempatkan di kotak kecil dengan aneka bentuk di depan rumah-rumah warga.

Orang bisa membaca, meminjam, atau menyumbangkan buku.

Perpustakaan Mini Kini Jadi Trend di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Perpustakaan Mini Kini Jadi Trend di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)


Perpustakaan Mini Kini Jadi Trend di Dunia

"Pekan lalu, kami mendapatkan 11 buku baru," kata Kevin Sullivan, salah seorang pengelola perpustakaan mini di Bethesda, di pinggiran Washington DC, kepada kantor berita AFP dan dilansir oleh BBC Indonesia.

"Perpustakaan ini sebagai hadiah untuk istri saya. Ia kutu buku," katanya.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Sullivan punya koleksi 30 buku di kotak yang ia tempatkan di depan garasi rumahnya, sebagian adalah buku-buku anak.

Mendunia

PonPes Al-Amin Pabuaran

Ia dan istrinya tinggal tidak jauh dari sekolah dan mereka berharap orang tua dan murid menyempatkan waktu membaca buku-buku tersebut.

Konsep perpustakaan mini diperkirakan lahir di satu kota kecil di negara bagian Wisconsin pada 2009 ketika Todd Bol membangun rumah buku untuk menghormati ibunya yang baru saja meninggal.

Di rumah buku itu ia tempatkan koleksi buku-buku milik orang tuanya dan di atasnya ditulis papan pengumuman berbunyi "buku-buku gartis".

Tak lama kemudian tetangga-tetangga Bol mengikuti jejaknya dengan membuat kotak dengan aneka ukuran dan bentuk dan mengisinya dengan buku.

Kotak buku ini biasanya ditaruh di depan garasi atau di pagar rumah.

Kini perpustakaan mini menyebar hingga Ukraina dan Pakistan.

Pada Oktober lalu Bol mengirim tak kurang dari 20 perpustakaan mini ke Ghana.

"Sekarang ada 15.000 perpustakaan mini di 55 negara, di 50 negara bagian. Rata-rata ada 700-1.000 perpustakaan mini muncul setiap bulannya," kata Bol. (mukafi niam)

Foto: BBC

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/48209/perpustakaan-mini-kini-jadi-trend-di-dunia

PonPes Al-Amin Pabuaran

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Al-Amin Pabuaran sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Al-Amin Pabuaran. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Al-Amin Pabuaran dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock