Rabu, 20 April 2016

PWNU Jawa Barat Gelar Konferwil ke XVI

Bandung, PonPes Al-Amin Pabuaran. Bertempat di pesantren Darul Falah Cihampelas, Cililin, Bandung Barat, pada 8 10 Juli 2011 berlangsung Konferensi Wilayah ke-XVI PWNU Jabar. Sekitar 3.000 jamaah nahdliyin diperkirakan memenuhi arena Konferwil. Jumat (08/11) jam 21.00.

Seluruh peserta Konferwil dari 26 cabang tercatat sudah mendaftarkan diri di sekretariat panitia. Setelah menyelesaikan pendaftaran, para peserta mengikuti istighotsah yang dibuka oleh Wakil Rais Syuriyah KH Moh Nuh Addawami.

PWNU Jawa Barat Gelar Konferwil ke XVI (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jawa Barat Gelar Konferwil ke XVI (Sumber Gambar : Nu Online)


PWNU Jawa Barat Gelar Konferwil ke XVI

Konferwil secara resmi dibuka pada Sbatu, 9 Juli 2011, Jam 09.00 WIB, oleh Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf. Seusai pembukaan, sesuai jadwal dilangsungkan dialog dengan dua menteri yang berasal dari NU, yakni Mendiknas Muhammad Nuh dan Menakertrans Muhaimin Iskandar.

Konferwil kali ini mengambil tema Meningkatkan Khidmah Nahdliyyah Untuk Kemaslahatan Umat dan Keutuhan Bangsa.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Redaktur : Mukafi Niam

PonPes Al-Amin Pabuaran

Kontributor: Iip D Yahya

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/32896/pwnu-jawa-barat-gelar-konferwil-ke-xvi

PonPes Al-Amin Pabuaran

Kamis, 07 April 2016

Islamic site near Mecca among few still preserved

Mecca, PonPes Al-Amin Pabuaran. Just outside the city of Mecca in Saudi Arabia lies one of Islams most important historical sites a cave where, according to tradition, the Prophet Muhammad spent time in seclusion, contemplation and self-reflection.

It was here, inside Hira Cave located near the top of a steep hill called Noor Mountain, where Muslims believe God revealed to the prophet the first verses of the Quran through the angel Jebril, or Gabriel as he is named in English.

Islamic site near Mecca among few still preserved (Sumber Gambar : Nu Online)
Islamic site near Mecca among few still preserved (Sumber Gambar : Nu Online)


Islamic site near Mecca among few still preserved

Today, the site is among few still preserved from the prophets time with help from Pakistani workers in the kingdom.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Each year, observant Muslims deepen their prayers and supplication in the final 10 nights of the Islamic month of Ramadan, believing that it was during this time some 1,400 years ago that the miraculous revelation took place on Noor Mountain, also known as the "Hill of Light."

PonPes Al-Amin Pabuaran

The hill itself is not part of the annual hajj pilgrimage, but its location so close to the holy city of Mecca and its significance as a place of enlightenment draws thousands of pilgrims here every year.

But present-day visitors encounter a markedly different summit from the one the prophet experienced.

For starters, there are now more than 1,000 steps that guide pilgrims up the rocky hill to the secluded cave. Along the way, entrepreneurial Pakistanis sell bottled water, snacks and tea to pilgrims exhausted by the climb.

Unlike the quiet and seemingly endless stretch of nature the prophet would have seen from the cave, massive high-rises housing five-star hotels jut into the distant skyline just steps away from the cube-shaped Kaaba, Islams holiest site.

The Pakistani workers and beggars who live off the mountains draw say they play a key role in helping to preserve it.

Nizam Din, from the Pakistani city of Quetta, spends his days begging and fixing broken cement steps along the path up Noor Mountain. Jamal Khan, from Karachi, Pakistans largest city and main port, also earns a living by serving the pilgrims who make their way to the cave.

"Our lives here are better because we do not have jobs back home," he said. "What is a better place to be than here where the Prophet Muhammad received his first revelation from God?"

Meccas mayor, Osama al-Bar, says the municipality ensures the areas cleanliness. There are also plans, he said, for the development of a visitors center near the hill to explain to people its significance and history.

He said the area is watched over by the kingdoms religious police, known as the Commission for the Promotion of Virtue and Prevention of Vice, who ensure visitors do not turn it into a place of worship that venerates anything other than God.

Here is a selection of images by Associated Press photographer Nariman El-Mofty showing the Pakistanis who work on Noor Mountain. (AP/Masdar)

Dari (International) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/71254/islamic-site-near-mecca-among-few-still-preserved-

PonPes Al-Amin Pabuaran

Kamis, 31 Maret 2016

PBNU Persilakan Ali Maschan Maju Jadi Cagub Jatim

Surabaya, PonPes Al-Amin Pabuaran. Ketua Umum PBNU KHA Hasyim Muzadi mempersilahkan Ketua PWNU Jatim Dr KH Ali Maschan Moesa MSi untuk maju menjadi calon gubernur (cagub) Jatim, karena hal itu merupakan hak.

"Itu (pencalonan) boleh, asalkan dia maju sebagai person tanpa membawa institusi, karena NU secara institusional memang tak boleh mengambil peran politik praktis. Kalau pengurus NU secara person nggak ada masalah," ujarnya di Surabaya, Minggu.

Ia mengemukakan hal itu usai berpidato dalam peringatan 100 hari wafatnya almarhum KHM Yusuf Hasyim (almarhum pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang yang akrab disapa Pak Ud) di kantor sekretariat PWNU Jatim di dekat Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.

Mantan Ketua PWNU Jatim itu menilai Ali Maschan boleh saja mencalonkan diri dan tak perlu meminta restu kepada PBNU, karena yang penting tidak membawa "bendera" NU dan saat mencalonkan diri langsung non-aktif.

PBNU Persilakan Ali Maschan Maju Jadi Cagub Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Persilakan Ali Maschan Maju Jadi Cagub Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)


PBNU Persilakan Ali Maschan Maju Jadi Cagub Jatim

"Beda dengan Ketua umum PBNU atau Rois Aam Syurian PBNU yang harus menyatakan berhenti terlebih dulu sebelum mencalonkan diri, sedangkan untuk tingkat PWNU (propinsi) ke bawah harus non-aktif dengan menaikkan pengurus di bawahnya untuk menggantikan," ucapnya.

Hal yang sama, kata pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-HIkam, Malang itu, juga berlaku untuk jabatan eksekutif. "Bupati atau Walikota juga dilarang menjadi orang pertama di NU seperti Ketua Umum, tapi kalau orang kedua nggak apa-apa," tegasnya.

Oleh karena itu, Hasyim menyarankan masyarakat untuk menunggu proses pencalonan hingga final terlebih dulu dan jangan terpengaruh untuk ikut-ikutan sejak awal, agar tidak terombang-ambing.

PonPes Al-Amin Pabuaran

"Saya sendiri mendengar Ali Maschan masih ingin berkosentrasi ke Konperensi Wilayah (Konperwil) NU Jatim pada Oktober-Nopember 2007. Itu penting agar NU-nya nggak terbawa kemana-mana," katanya.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Ditanya tentang kemungkinan NU mengeluarkan fatwa kepada mnasyarakat agar tidak bingung saat cagub sudah ada secara definitif, ia menegaskan bahwa fatwa NU untuk politik praktis itu juga dilarang jika membawa NU secara institusi.

"Kalau ada pengurus NU mendukung calon A, maka dia tidak boleh pakai stempel atau bendera NU, dia boleh mendukung sebagai person. Kalau membawa bendera NU akan saya tindak," kilahnya.

Ketua PWNU Jatim KH Ali Maschan Moesa hingga kini banyak "dilamar" sebagai calon gubernur seperti dilakukan Ketua DPC PKB Gresik yang mendaftarkan ke DPW PKB Jatim, kemudian cagub yang beredar juga banyak "melirik" Ali Maschan untuk menjadi pendamping sebagai cawagub.

"Minggu lalu, PWNU Jatim sudah mengadakan rapat dan banyak pengurus dan para kiai yang keberatan," ujar Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Dr KH Ali Maschan Moesa MSi di Surabaya (24/4). (ant/eko)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/8848/pbnu-persilakan-ali-maschan-maju-jadi-cagub-jatim

Rabu, 02 Maret 2016

Gandeng Harian Kompas, IPNU Siap Cetak Jurnalis Andal

Jakarta, PonPes Al-Amin Pabuaran. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) menggandeng Harian Kompas dalam menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan (diklat) jurnalistik dalam rangkah Harlah ke-63 IPNU.

Kegiatan yang diikuti 63 peserta dari berbagai daerah itu akan dilaksanakan selama tiga hari ke depan di Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Kedoya, Jakarta Barat, Jumat-Ahad (17-19/2).

Gandeng Harian Kompas, IPNU Siap Cetak Jurnalis Andal (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng Harian Kompas, IPNU Siap Cetak Jurnalis Andal (Sumber Gambar : Nu Online)


Gandeng Harian Kompas, IPNU Siap Cetak Jurnalis Andal

Ketua KPI Pusat Yuliandre Darwis yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan, Jurnalis harus berpengetahuan luas, karena merangkai kata harus memiliki pengetahuan. Dia juga menuturkan, bahwa tulisan bermakna dapat mengubah sikap seseorang.

"Menghasilkan sebuah makna penting untuk mengubah perilaku masyarakat," katanya saat menyampaikan keynote speech, Jumat (17/2).

PonPes Al-Amin Pabuaran

PonPes Al-Amin Pabuaran

Di tempat yang sama, Ketua Umum PP IPNU Asep Irfan Mujahid mengatakan, peserta yang hadir dalam diklat jurnalistik cukup berwarna. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Ia berharap agar mereka dapat berperan di daerahnya masing-masing menjadi jurnalis andal yang menjunjung kaidah dan etika jurnalistik.

"Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir jurnalis andal yang menjunjung tinggi kaidah dan etika jurnalistik," ujarnya.

Sementara itu, Redaktur Pelaksana Harian Kompas Muhamad Subakir dalam sambutannya mengatakan, konsentrasi ditentukan pada dunia modern. Harian Kompas berbagi kepada masyarakat dengan melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat. Kompas juga mengedukasi masyarakat dengan memuat berita pilihan yang mendidik masyarakat.

Acara pembukaan tersebut juga dihadiri oleh Anggota Komisioner KPI Pusat Ubaidillah Sadewa, Katib Syuriyah PBNU KH Mujib Qulyubi, dan Ketua Umum PP IPNU Asep Irfan Mujahid. (Syakirnf/Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/75491/gandeng-harian-kompas-ipnu-siap-cetak-jurnalis-andal

PonPes Al-Amin Pabuaran

Rabu, 17 Februari 2016

Kaum Pesantren Merespon Kelas Menengah Muslim

PonPes Al-Amin Pabuaran - Era perkembangan teknologi dan diplomasi politik kawasan menjadi tantangan sekaligus peluang bagi komunitas pesantren. Terlebih, pemerintah Indonesia bersama pemerintah negara-negara ASEAN bekerjasama dalam politik, ekonomi dan kebudayaan, lewat mekanisme Asean Free Trade Area (AFTA).

Kaum Pesantren Merespon Kelas Menengah Muslim
Kaum Pesantren Merespon Kelas Menengah Muslim


Hal ini, menjadi isu penting yang dibahas oleh Dr. Mohammad Murtadlo, Kepala Bidang Litbang Pendidikan Non-Formal Informal Kementrian Agama, dalam workshop Pemikiran Keagamaan di The Alana Hotel, Solo, Jumat (09/09/2016). Agenda ini dihadiri para pengasuh pesantren yang tergabung dalam Rabithah Maahid Islamiyyah (RMI-NU).

Murtadlo mengungkapkan bahwa saat ini pesantren harus siap menjadi alternatif pendidikan di kawasan Asean. "Perlu ada pesantren yang menjadi percontohan di tingkat Asia Tenggara. Di sisi lain, pesantren juga harus memiliki kekhasan, serta memaksimalkan modal sosialnya," terang Murtadlo.

Dalam penjelasannya, Murtadlo menegaskan bahwa tantangan pesantren saat ini semakin beragam. Untuk itu, komunitas pesantren perlu memaksimalkan potensi dan kekuatannya. Dalam hal ini, pesantren harus menemukan kekhasannya, agar bisa menjadi rujukan bagi banyak orang.

"Kami sedang monitoring beberapa model pesantren, misal pesantren yang menjadi rujukan di level ASEAN, pesantren maritim, atau bahkan pesantren yang menjadi benteng Islam dan NKRI di kawasan perbatasan Indonesia," terang Murtadlo, doktor antropologi lulusan Universitas Indonesia.

Murtadlo menegaskan tentang proyeksi dari timnya untuk fokus pada pemetaan modelling pesantren, sekaligus juga pendampingan. Pihaknya, juga berusaha untuk membentuk komunitas santri yang sadar media. "Kami juga ingin ada jurnalis santri dari 34 provinsi, yang siap mengawal informasi dan kreatifitas dari komunitas pesantren, hingga dapat diterima publik," ungkap Murtadlo.

Di sisi lain, tumbuhnya kelas menengah muslim juga menjadi tantangan sekaligus peluang tersendiri bagi komunitas pesantren. Ketua PP Rabithah Ma'ahid Islamiyyah (PP RMI-NU), KH. Abdul Ghoffar Rozien, M.Ed (Gus Rozien) mengingatkan tentang kelas menengah muslim yang perlu direspon kaum santri.

"Tumbuhnya kelas menengah muslim, perlu menjadi perhatian santri. Bagaimana tidak, sekarang ini kelas menengah muslim yang semakin meningkat jumlahnya, harus menjadi pemikiran tersendiri. Mereka yang ekspektasi lebih dalam proses pendidikan anak-anaknya," ungkap Gus Rozien.

Untuk merespon kelas menengah, Gus Rozien bersama tim RMI dan para kiai muda, mengkampanyekan Gerakan Ayo Mondok, serta membangun aplikasi #AyoMondok berbasis android, dengan platform media digital. [PonPes Al-Amin Pabuaran/ munawir].

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/kaum-pesantren-merespon-kelas-menengah-muslim.html

Singgung Banser, Ansor Riau Desak Moeldoko Minta Maaf

Pekanbaru, PonPes Al-Amin Pabuaran. Pernyataan Panglima TNI Jenderal Moeldoko saat Inspeksi Mendadak (Sidak) di Batalyon Infanteri (Yonif) 752/Vira Yudha Sakti di Jalan Basuki Rahmat KM 10, Kabupaten Sorong Papua Barat menuai kritikan PW Ansor Riau.

Dalam Sidak tanggal 29/12 itu, Jendral Moeldoko mengatakan, "Kalau prajurit TNI sudah tidak memiliki disiplin maka kamu sama saja dengan Banser, hal itu akan sangat membahayakan karena prajurit TNI dilengkapi senjata", kata Panglima TNI.

Singgung Banser, Ansor Riau Desak Moeldoko Minta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Singgung Banser, Ansor Riau Desak Moeldoko Minta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)


Singgung Banser, Ansor Riau Desak Moeldoko Minta Maaf

Pernyataan Panglima yang menyinggung Banser itu dianggap merendahkan satuan Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Karena itu, Ketua PW Ansor Riau sekaligus Wakil Sekretaris PP GP Ansor H Hadi Musa Said mendesak Panglima TNI meminta maaf kepada Banser.

Menurut Hadi Musa, Banser tidak bisa dianggap sebagai para militer yang tidak disiplin. Banser sebagai bentengnya ulama NU dikenal sebagai pasukan terlatih yang disiplin dan ikhlas dalam menjalankan tugasnya.

PonPes Al-Amin Pabuaran

"Jangan disamakan dengan TNI, sebab Banser tidak menerima gaji dari negara, mereka ikhlas mengawal NKRI dan ulama," ketus Hadi Musa.

Moeldoko, kata Hadi Musa, harus tahu bahwa Banser adalah paramiliter NU yang berjasa karena ikut memerdekakan Indonesia dan mengawal NKRI sampai hari ini.

PonPes Al-Amin Pabuaran

"Banser itu punya ulama dan santri yang konsisten menjadi benteng NKRI dengan semboyannya, NKRI harga mati, Pancasila Jaya".

Hadi Musa menambahkan, jumlah pasukan Banser juga lebih banyak dari personel TNI. Banser bahkan diperhitungkan oleh ISIS sebagai satu kekuatan yang menjaga NKRI sama seperti TNI dan Polri.

"Jadi sangat disayangkan jika Panglima TNI malah merendahkan Banser, Dia harus meminta maaf kepada GP Ansor," tegas Hadi Musa Said. (Purwaji/Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/56725/singgung-banser-ansor-riau-desak-moeldoko-minta-maaf

PonPes Al-Amin Pabuaran

Rabu, 10 Februari 2016

Jas Hijau, Jangan Hilangkan Jasa Ulama

Cirebon, PonPes Al-Amin Pabuaran. Pengorbanan ulama dan santri dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak dapat diragukan lagi. Sebab, bagi ulama dan santri ibadah akan sulit dilaksanakan ketika negara tidak utuh dan genting. Mengenai hal ini, peristiwa yang paling menonjol bisa dilihat dalam pertempuran di Surabaya pada 10 November 1945.

Demikian disampaikan KH Tb Ahmad Rifqi Chowas saat menjadi narasumber seminar nasional yang diselenggarakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cirebon yang digelar di Komando Resort Militer (Korem) Cirebon pada Ahad (13/11).

Jas Hijau, Jangan Hilangkan Jasa Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Jas Hijau, Jangan Hilangkan Jasa Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)


Jas Hijau, Jangan Hilangkan Jasa Ulama

"Resolusi Jihad NU adalah salah satu bukti bahwa umat Islam Indonesia selalu menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan NKRI. Tanpa adanya Resolusi Jihad ini bisa jadi kita masih dijajah Sekutu," papar Kiai yang akrab disapa Kang Entus itu.

Namun Pengasuh Pesantren Daarusalam Buntet Pesantren Cirebon ini menyayangkan adanya upaya sebagian kelompok yang ingin menghapus peran ulama dan santri dalam sejarah perjalanan Indonesia. Hal ini bisa dilihat misalnya dari buku-buku sejarah di sekolah yang menampilkan perang 10 November 1945 tanpa menceritakan peranan ulama dan santri.

PonPes Al-Amin Pabuaran

"Bung Karno punya Jas Merah yaitu Jangan Sekali-Kali Melupakan Sejarah, kita punya Jas Hijau, yaitu Jangan Sekali-kali Hilangkan Jasa Ulama," tambah Ketua LBM PCNU Cirebon tersebut.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Untuk itu Kang Entus mendorong kepada kalangan muda, khususnya para mahasiswa, untuk terus belajar sehingga diharapkan bisa mendapatkan pengetahuan dengan komprehensif.

Pembicara lain yang turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru NU (Pergunu) KH Asep Saifuddin Chalim serta Komandan Korem Cirebon Kolonel Inf. Bahram. (Aiz Luthfi/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/72913/jas-hijau-jangan-hilangkan-jasa-ulama

Selasa, 12 Januari 2016

MWCNU Padang Ratu Lampung Tengah Giat ke Ranting-ranting

Lampung Tengah, PonPes Al-Amin PabuaranMajelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Padang Ratu, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, kini rajin mengunjungi pengurus ranting NU di kecamatan setempat. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai sarana konsolidasi dan penguatan Aswaja an-Nahdliyah.

Seperti yang terlihat pada Ahad (5/2), puluhan pengurus Syuriyah dan Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Padang Ratu bersilaturahim ke Pengurus Ranting NU Kampung Bandarsari. Acara digelar di kediaman kepala kampung setempat.

MWCNU Padang Ratu Lampung Tengah Giat ke Ranting-ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Padang Ratu Lampung Tengah Giat ke Ranting-ranting (Sumber Gambar : Nu Online)


MWCNU Padang Ratu Lampung Tengah Giat ke Ranting-ranting

Kiai Maslahussurur selaku Ketua MWCNU Padang Ratu mengatakan, agenda silaturahim ini terus berjalan secara bergiliran dengan beberapa agenda. Ia berharap waarga NU bisa terus merawat budaya silaturahim sekaligus mengamalkan sikap-sikap kemasyarakatan Nahdlatul Ulama seperti tawasuth, itidal, tasamuh, tawazun, dan amar maruf nahi munkar.

Semoga sikap tersebut benar-benar dapat tertanam di hati dan diwujudkan dalam sikap dan perilaku warga Nahdliyin sehari-hari, tambah alumni Pasca Sarjana IAIN Raden Intan Bandar Lampung ini.

PonPes Al-Amin Pabuaran

PonPes Al-Amin Pabuaran

Secara geografis MWCNU Padang Ratu memiliki 15 ranting, yaitu ranting NU Purwosari, ranting NU Purworejo, ranting NU Sendang Ayu, ranting NU Mojokerto, ranting NU Surabaya, ranting NU Bandar Sari, ranting NU Sri Agung, ranting NU Sumbersari, ranting NU Kotabaru, ranting NU Karang Tanjung, ranting NU Tugumulyo, ranting NU Haduyangratu, ranting NU Padangratu, dan ranting NU Karangsari, ranting NU Margorejo, ranting NU Kuripan.

Selain jajaran Syuriyah, Tanfidziyah, dan Ranting agenda silaturahim juga dihadiri kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Lampung (Unila). (Akhmad Syarief Kurniawan/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/75230/mwcnu-padang-ratu-lampung-tengah-giat-ke-ranting-ranting

PonPes Al-Amin Pabuaran

Jelang Harlah NU, Muslimat NU Garut Gelar Lomba Pidato Keagamaan

Garut, PonPes Al-Amin Pabuaran. Muslimat NU Garut menyelenggarakan lomba pidato keagamaan di SMK Maarif Garut, Ahad (15/1). Perlombaan yang diikuti 40 peserta ini dimaksudkan untuk melihat potensi ceramah keagamaan di kalangan remaja NU khususnya pelajar di Garut.

Perlombaan ini diadakan untuk memperingati Maulid Nabi sekaligus menyongsong Harlah Ke-91 NU yang diinisiasi oleh PCNU Kabupaten Garut.

Jelang Harlah NU, Muslimat NU Garut Gelar Lomba Pidato Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Harlah NU, Muslimat NU Garut Gelar Lomba Pidato Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)


Jelang Harlah NU, Muslimat NU Garut Gelar Lomba Pidato Keagamaan

Salah seorang panitia, Yayah Haryawati, menegaskan, penyelenggaraan acara ini bertujuan untuk mengembangkan potensi anak muda sehingga pesertanya terbatas pada siswa dan siswi setingkat SLTA atau sederajat di Garut.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Acara ini diperlukan untuk mencari kader dan mengembangkan potensi anak-anak muda yang nantinya akan jadi penerus, untuk dai dan daiyah, kata Yayah saat diwawancarai di sela-sela kegiatan di SMK Maarif Garut.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Peserta berasal dari berbagai sekolah menengah atas dengan tiga juri, yaitu H Ahmad, H Samhari, dan Neneng. Semua peserta akan dinilai sesuai kebolehan dan penampilannya di panggung. Panitia akan mengumumkan tiga orang pemenang dalam kegiatan jalan sehat pada 29 Januari. Semua pemenang dari berbagai perlombaan akan turut diapresiasi pada hari tersebut.

Sebelumnya pada (11/1) pihak panitia menyelenggarakan musabaqah qiraatul kutub, yang disusul dengan lomba paduan suara dan lomba liwet pada (4/1). Pada 16-28 Januari panitia menggelar olimpiade sains dan seni (O2SNU) dan cerdas cermat. Sementara Musyawarah Kerja Cabang NU Garut II (Mukercab II) digelar pada Selasa (17/1).

Pada Ahad (15/1) panitia menutup perlombaan untuk mencari MWCNU dan Ranting NU terbaik sekabupaten Garut yang dibuka sejak (25/12/16) lalu. Sementara pada Selasa-Rabu (31/1-1/2) PCNU Garut akan menyelenggarakan puncak peringatan Harlah Ke-91 NU di Gedung PCNU Garut. (Rohmah Nashruddin/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/74660/jelang-harlah-nu-muslimat-nu-garut-gelar-lomba-pidato-keagamaan

PonPes Al-Amin Pabuaran

Minggu, 03 Januari 2016

Alissa Wahid: Pegang Teguh Ajaran Gus Dur!

Yogyakarta, PonPes Al-Amin Pabuaran. Koordinator Seknas Gusdurian Alissa Wahid mengajak Gusdurian Yogyakarta untuk tetap semangat memegang teguh ajaran-ajaran KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Terutama sembilan nilai dasar perjuangan Gus Dur.

Ia menyampaikan hal itu pada nobar atau nonton bareng film Di Bawah Bendera Demokrasiproduksi TV9 PWNU Jatim. Kegiatan yang dikemas dengan buka puasa bersama tersebut digelar di Radio Buku, Jl. Patehan Wetan 3, Yogyakarta, Sabtu (13/7) sore.

Alissa Wahid: Pegang Teguh Ajaran Gus Dur! (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid: Pegang Teguh Ajaran Gus Dur! (Sumber Gambar : Nu Online)


Alissa Wahid: Pegang Teguh Ajaran Gus Dur!

Putri sulung Gus Dur tersebut merinci sembilan nilai dasar perjuangan Gus Dur. Yakni ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, kesederhanaan, persaudaraan, kesatriaan, dan kearifan lokal.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Kemudian Alissa mengulas film tentang kegigihan Gus Dur memperjuangkan demokrasi di Indonesia. Ia mengatakan, jika buku Di Bawah Bendera Revolusi itu ada di bawah Soekarno, maka film Di Bawah Bendera Demokrasi ada di bawah Gus Dur. Demokrasi ada di tangan Gus Dur, ungkapnya.

Sepulang dari Irak, kata dia, Gus Dur sempat mampir ke Eropa. Dari kunjungannya ke berbagai negara itulah, ia mengatakan bahwa pemerintahan yang baik adalah jika rakyat punya hak untuk menentukan nasib negara.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Nobar yang diikuti sekitar lima puluh Gusdurian diakhiri dengan tanya jawab serta door prize yang dari Radio Buku.

Redaktur : Abdullah Alawi

Kontributor: Dwi Khoirotun Nisa

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/45816/alissa-wahid-pegang-teguh-acircajaranacirc-gus-dur

PonPes Al-Amin Pabuaran

Jumat, 01 Januari 2016

Dituduh Makelar Tanah, Kiai Said: Dari Awal Sampai Akhir Bohong Semua

PonPes Al-Amin Pabuaran - Dalam perbincangan santai, hangat dan penuh canda yang berlangsung sekitar 17 menit di ruang tanfidziyah Gedung PCNU Jepara Jl. Pemuda 51 Jepara, pada Kamis (05/01/2017) petang, KH Said Aqil Siraj sempat ditanya oleh beberapa orang yang ikut dalam forum, utamanya soal fitnah yang akhir-akhir ini santer dimediakan oleh minhum.

Dituduh Makelar Tanah, Kiai Said: Dari Awal Sampai Akhir Bohong Semua
Dituduh Makelar Tanah, Kiai Said: Dari Awal Sampai Akhir Bohong Semua


"Yang jawab bukan saya, tapi Anda," ujar Kiai Said saat ditanya soal fitnah itu, kepada PonPes Al-Amin Pabuaran, yang kebetulan ikut di ruangan. Yang sangat besar fitnahnya adalah soal tanah di Malang. Kiai Said menyebut kalau fitnah makelar tanah di Malang itu bohong dari awal sampai akhir.

Kiai Said melanjutkan, berita (fitnah) itu katanya dari Saudara Subaryo SH. Akhirnya dibantah sendiri olehnya kalau ia tidak mengenal Said Aqil, tidak mengenal H Qosim, tidak pernah diwawancarai wartawan yang menulis, lalu pindah ceritanya ke Kiai Luthfi yang katanya pernah satu mobil dengan Kiai Said, "kapan pernah satu mobil," tanyanya yang kemudian disambut keheranan seisi ruang.

"Gedung Seminar itu sejak saya pulang dari Timur Tengah, sudah ada, dari awal, ceritanya bohong semua itu, dengan H Qosim saya tidak kenal, Subaryo juga membantah kenal Said Aqil, keluarga korban juga membantah," ujar Kiai Said petang itu kepada puluhan pengurus NU Cabang yang ikut, didampingi KH Ubaidillah Nur Umar, Rais Syuriah PCNU Jepara dan KH Hayatun, Ketua PCNU Jepara.

"Orang kalau diangkat oleh Allah, bangun tidur itu sudah fitnah, jenengan tidak kuat, saya juga tidak kuat," kata Habib Farid kepada PonPes Al-Amin Pabuaran. Ia menyarankan kepada kru redaksi PonPes Al-Amin Pabuaran yang hadir di situ agar menulis klarifikasi Kiai Said karena hapenya jadul. Hahaha. Siap Habib, sudah jadi! [PonPes Al-Amin Pabuaran]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/dituduh-makelar-tanah-kiai-said-dari-awal-sampai-akhir-bohong-semua.html

Senin, 30 November 2015

Wirausaha, Muslimat Lampung Barat Akan Dirikan Pusat Oleh-oleh

Lampung Barat, PonPes Al-Amin Pabuaran. Pimpinan Pusat Muslimat NU memusatkan kegiatan pelatihan pengolahan kripik aneka rasa berbahan dasar umbi-umbian khas Lampung di kantor PCNU Lampung Barat. Kegiatan masih berlangsung dan akan berakhir pada 14 Desember besok.

Salah satu pengurus Muslimat NU, Mimin Nurhayati mengatakan, pihaknya memfasilitasi sebanyak 40 peserta untuk praktik khusus memproduksi makanan berbahan dasar pisang serta umbi-umbian, seperti singkong, ubi, dan sukun.

Wirausaha, Muslimat Lampung Barat Akan Dirikan Pusat Oleh-oleh (Sumber Gambar : Nu Online)
Wirausaha, Muslimat Lampung Barat Akan Dirikan Pusat Oleh-oleh (Sumber Gambar : Nu Online)


Wirausaha, Muslimat Lampung Barat Akan Dirikan Pusat Oleh-oleh

Dalam hal ini, Muslimat NU menghadirkan pelatih berpengalaman dari Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) setempat. Peserta dilatih membuat kripik dengan rasa bervariasi, seperti balado pedas manis, coklat, keju, original, dan lain-lain.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Nurbaeti, salah satu peserta dari Kecamatan Balik Bukit, mengaku senang dapat mengikuti pelatihan ini. Menurut ibu rumah tangga, kegiatan tersebut memberinya keterampilan dan peluang usaha sehingga dapat menambah penghasilan keluarga.

Perempuan yang akrab dipanggil Bu Ketut ini bertekad akan membuka usaha dengan kelompok usaha Muslimat lainnya dan memasarkannya melalui sekolah-sekolah atau majlis taklim di lingkungannya.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Saya tidak sabar mempraktikkan dan memasarkan hasil olahan kripik. Karena, kegiatan usaha ini merupakan solusi tepat untuk menambah atau membantu ekonomi keluarga, tetangga sekitar, dan umat, tutur Rahim, peserta lainnya.

Ketua PC Mulimat NU Lampung Barat Hj Heni mengatakan, pihaknya juga berencana akan membuka toko pusat oleh-oleh khas lampung di kantor PCNU. Posisi kantor yang terletak di Jalan Jendral Sudirman Kota Liwa Kecamatan Balik Bukit ini dinilai sangat strategis karena berada di pinggir jalan, tepat di lintas jalur Provinsi Sumatera. Gagasan ini mendapat dukungan dari ketua PCNU setempat.

Kegiatan ini dijadwalkan akan berlanjut dengan rencana tindak lanjut (RTL) pelatihan dan kegiatan usaha. Selain membuat terus mematangkan keteramplan, peserta akan dibina hingga memenuhi target. (Red: Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/56316/wirausaha-muslimat-lampung-barat-akan-dirikan-pusat-oleh-oleh

Selasa, 24 November 2015

PKBM Darul Ulum Pamerkan Batik Daerah di Hari Jadi Tuban

Tuban, PonPes Al-Amin Pabuaran. Memiliki keterampilan dalam memproduksi batik daerah adalah prestasi yang layak dibanggakan. Yang juga penting adalah memasarkannya. Ikhtiar ini yang tengah dilakukan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Darul Ulum (PKBM DU) Widang Tuban Jawa Timur. Mereka berpartisipasi pada acara hari jadi Tuban di gedung olah raga atau pujasera kota setempat.

"Kami sengaja mempersiapkan pameran ini untuk semakin mendekatkan dengan pengunjung dan juga dalam rangka membuka peluang pasar yang lebih luas," kata Ketua PKBM DU, Hj Khoiriyah SAg, MAg kepada media, Selasa (10/11).

PKBM Darul Ulum Pamerkan Batik Daerah di Hari Jadi Tuban (Sumber Gambar : Nu Online)
PKBM Darul Ulum Pamerkan Batik Daerah di Hari Jadi Tuban (Sumber Gambar : Nu Online)


PKBM Darul Ulum Pamerkan Batik Daerah di Hari Jadi Tuban

PKBM DU yang merupakan kumpulan para aktivis Fatayat NU dan ibu muda di lingkungan Kecamatan Widang Tuban memiliki banyak keterampilan. "Tidak hanya batik, juga kemampuan anggota dalam membuat souvenir, makanan serta minuman yang selama ini didapat dari berbagai pelatihan," katanya.

Alumnus Fakultas Adab UIN Sunan Ampel Surabaya ini mengemukakan, khusus pada kegiatan hari jadi Tuban, keberadaan produksi batik sengaja lebih ditonjolkan. "Karena tenaga terampil untuk produksi ini memadai dan keberadaan batik Tuban agar semakin dikenal khalayak," kata perempuan yang juga Ketua Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Widang Tuban ini.

PonPes Al-Amin Pabuaran

Selama pameran, para pengunjung dapat melihat secara langsung proses produksi batik karena dikerjakan di lokasi. "Seluruh kebutuhan untuk membatik, baik alat dan media penunjang lainnya kami bawa selama pameran berlangsung," ungkapnya. Hal tersebut, lanjutnya, dilakukan agar pengunjung dapat mengenal sejumlah alat untuk keperluan membatik serta semakin yakin bahwa yang dihasilkan merupakan kreasi dan keterampilan warga setempat.

PonPes Al-Amin Pabuaran

PKBM DU juga memiliki tenaga terampil dalam berbagai keahlian. Seperti tata boga, souvenir dan sejenisnya yang didapat dari sejumlah kursus yang diselenggarakan lembaga setempat.

"Pameran menjadi media promosi dan upaya menggali potensi pemasaran bagi produk yang kami hasilkan," katanya. Tidak menutup kemungkinan jaringan distribusi justru akan terjalin pada kegiatan yang akan berlangsung sejak Selasa (10/11) hingga Sabtu (14/11) ini.

"Sebenarnya promosi sudah kami lakukan dengan berbagai cara, termasuk memanfaatkan jaringan pengurus Fatayat NU," akunya. Namun, imbuhnya, dengan mengikuti pameran, diharapkan akan semakin banyak potensi distribusi yang dapat dimanfaatkan untuk perluasan usaha.

Tidak berhenti dari pameran ini saja ikhtiar yang akan dilakukan PKBM DU. "Bahkan bila ada kesempatan pameran dalam level yang lebih luas, akan kami ikuti. Disamping untuk keberlangsungan usaha, juga demi kian mengenalkan potensi bangsa, tentunya dengan produk khas daerah," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Foto: Proses pengerjaan batik sebelum mengikuti pameran.

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/63470/pkbm-darul-ulum-pamerkan-batik-daerah-di-hari-jadi-tuban

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Al-Amin Pabuaran sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Al-Amin Pabuaran. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Al-Amin Pabuaran dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock